Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Polda NTT Ambil Alih Kasus Dugaan Intimidasi Dokter Icha

Polda NTT Ambil Alih Kasus Dugaan Intimidasi Dokter Icha
Suasana di rumah duka dr. Icha korban intimidasi anggota DPRD TTU. (IDN Times/Putra Bali Mula)
Timeline
5W1H
Gini Kak
28 Juni 2026
Veronika Lake, salah satu anggota DPRD TTU yang diduga terlibat dalam intimidasi terhadap dr. Icha, membuat pernyataan publik mengenai kronologis kejadian setelah sebelumnya sulit dihubungi penyidik.
30 Juni 2026
Polda NTT melalui AKBP Samuel S. Simbolon mengumumkan pengambilalihan penanganan kasus dugaan intimidasi terhadap dr. Icha dan membahas mekanisme pelaporan serta proses hukum bersama keluarga korban.
3 Juli 2026
Keluarga dr. Icha dijadwalkan melapor secara resmi ke Ditres PPA dan PPO Polda NTT untuk menindaklanjuti kasus dugaan intimidasi tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Kupang, IDN Times - Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) mengambil alih penanganan kasus dugaan intimidasi terhadap mendiang Dokter Eliza Princila Utari Pakaenoni (Dokter Icha). Kasus ini akan ditangani Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA dan PPO) Polda NTT.

Wakil Direktur Ditres PPA dan PPO Polda NTT, AKBP Samuel S. Simbolon mengungkap ini, Selasa (30/6/2026). Pihaknya juga telah membahas mekanisme pelaporan serta proses hukum yang akan ditempuh oleh keluarga.

1. Akan lapor pada pada 3 Juli

Keluarga berduka memeluk dan menangis di samping jasad seorang perempuan yang terbaring di kain bermotif tradisional saat prosesi perpisahan.
Ayah, ibu dan saudari dr. Icha berpelukan dan menangis di jasadnya. (IDN Times/Putra Bali Mula)

Pembahasan ini disebut sudah dibahas ketika ia melayat untuk memberikan penghormatan terakhir dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Dokter Icha. Ia menyebut keluarga akan memantapkan persiapan mereka untuk melapor secara resmi pada Jumat (3/7/2026) di Ditres PPA dan PPO Polda NTT.

"Saya sudah komunikasikan dengan pihak keluarga bahwa pada Jumat nanti mereka melaporkan ke Ditres PPA dan PPO Polda NTT," kata Samuel dalam keterangannya, Selasa (30/6/2026).

Penyelidikan ini, kata dia, akan diproses secara profesional, objektif, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

2. Tiga anggota dewan sempat tak bisa dihubungi

Seorang perwira polisi berpakaian dinas lengkap berdiri di depan pintu kayu dan kaca dengan ekspresi serius di dalam ruangan.
Kapolres TTU AKBP Eliana Papote melayat ke rumah duka dr. Icha korban intimidasi anggota DPRD NTT. (Dok Polres TTU)

Kasus ini mendapat perhatian publik yang tinggi karena dr. Icha diduga mendapat intimidasi dari tiga anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU). Ketiganya ialah Veronika Lake dari PDI Perjuangan, Norbertus Tubani dari PKB, dan Therensius Lazakar dari Partai Golkar.

Ketiganya disebut sempat tak bisa dihubungi oleh penyidik Polres TTU hingga pada Minggu (28/6/2026) Veronika membuat pernyataan ke publik mengenai kronologis kasus tersebut.

Ia mengaku hanya menjenguk ponakan dari rekan dewannya saat itu ketika ia menumpang pulang dari acara arisan. Veronika mengakui adanya perdebatan antara mereka dengan dr. Icha hingga ia ingin wartawan datang untuk memeriksa kerja dokter muda ini.

"Ketika masuk ke dalam ruang IGD saya melihat perdebatan berlangsung antara dua rekan saya dan dokter. Saat masuk saya berjalan menuju pasien dan melihat kondisinya. Saya kemudian ikut menanyakan bagaimana tindak lanjut penanganan terhadap pasien, standar pelayanan dan kualitas pelayanan," ungkap Veronika.

3. Ayah Dokter Icha tak ingin anaknya yang lain jadi dokter di TTU lagi

Seorang ayah dan putrinya saling berpelukan sambil menangis di tengah kerumunan keluarga yang berduka di sebuah ruangan berpemandangan ungu.
Ayah dan saudari dr. Icha saling berpelukan dan menangis tersedu-sedu. (IDN Times/Putra Bali Mula)

Icha sendiri merupakan putri sulung dari tiga saudari perempuan. Ia mengabdikan diri pada beberapa fasilitas kesehatan di TTU hingga menempati RS Leona Kefamenanu.

Pasca kejadian ini, Gabriel Pakaenoni selaku ayah Dokter Icha mengaku kehilangan harapan untuk mengabdikan anaknya lagi sebagai tenaga medis terutama di TTU.

"Saya mau persembahkan anak-anak saya untuk daerah. Tapi dengan adanya ini, dua anak saya jadi trauma," kata Gabriel saat Bupati TTU dan Kapolres TTU datang melayat anaknya.

Ia memohon agar pemerintah tidak memaksa satu anaknya lagi yang akan lulus kedokteran untuk bertugas di TTU. Gabriel tak yakin putri-putrinya itu sanggup kembali ke daerah yang menjadi tempat kakak mereka menerima nestapa tersebut.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -

Latest News NTB

See More