Reklamasi di areal tambang Batu Hijau AMMAN Sumbawa Barat. (dok. Istimewa)
Salah satu wujud komitmen tersebut adalah reklamasi lahan di tambang Batu Hijau. Hingga akhir 2025, AMMAN telah mereklamasi 859,61 hektare lahan, termasuk capaian reklamasi tahunan terbesar dalam sejarah Batu Hijau pada 2025 seluas 92,67 hektare.
Reklamasi ini, kata dia, bukan hanya tentang menanam kembali lahan, tetapi mencakup proses panjang mulai dari penyelamatan tanah, penataan lahan, pengendalian erosi, penebaran tanaman penutup tanah, penanaman, hingga pemeliharaan. Komitmen tersebut juga meluas ke luar area operasional.
AMMAN menjalankan rehabilitasi daerah aliran sungai seluas sekitar 3.600 hektare, mendukung program perhutanan sosial, konservasi laut di Gili Balu melalui Transformasea, hingga konservasi penyu di pesisir selatan Sumbawa. Berbagai inisiatif ini menunjukkan bahwa perlindungan lingkungan membutuhkan kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat.
Dalam upaya menekan emisi, AMMAN juga memperkuat transisi menuju energi yang lebih bersih. Sejak 2022, PLTS berkapasitas 26,8 MWp telah beroperasi dan sepanjang 2025 membantu menghindari emisi sekitar 34.794 ton CO₂e. Di saat yang sama, perusahaan juga mengembangkan Combined Cycle Power Plant (CCPP) berkapasitas 450 MW yang menggunakan tenaga gas sebagai bagian dari transisi menuju profil operasi yang lebih rendah karbon.
Selain energi, pengelolaan air menjadi perhatian penting. Untuk memperkuat ketahanan terhadap musim kemarau, AMMAN membangun fasilitas desalinasi di Benete dan Sejorong serta mengoptimalkan pemanfaatan kembali air dalam operasional. Sementara itu, pemanfaatan citra satelit membantu perusahaan memantau perubahan kondisi lahan secara lebih cepat sehingga pengelolaan lingkungan dapat dilakukan secara lebih akurat dan berbasis data.