Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Wilayah Kota Bima Hari Ini

Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Wilayah Kota Bima Hari Ini
ilustrasi pria yang sedang berdoa (pexels.com/Yassir Abbas)
Intinya Sih
5W1H
  • Pemerintah menetapkan awal Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, dengan jadwal imsakiyah Kota Bima disusun oleh Kemenag NTB berdasarkan perhitungan astronomis resmi.
  • Artikel memuat panduan niat dan doa berbuka puasa beserta maknanya, menekankan pentingnya keikhlasan serta kesadaran spiritual dalam menjalankan ibadah Ramadan.
  • Puasa Ramadan dijelaskan sebagai kewajiban umat Islam untuk membentuk ketakwaan, melatih pengendalian diri, serta memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bima, IDN Times - Pemerintah telah menetapkan awal bulan puasa 1 Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi jatuh pada Kamis (19/2/2026). Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) NTB telah merilis jadwal imsakiyah untuk bulan suci Ramadan 1447 H.

Jadwal ini diperuntukkan bagi masyarakat di wilayah Kota Bima dan sekitarnya dengan menggunakan zona Waktu Indonesia Tengah (WITA). Jadwal Imsakiyah Ramadan ini dihisab oleh Tim Hisab Rukyat Kanwil Kemenag NTB, dengan menggunakan data astronomis bersumber dari buku Ephemeris Hisab Rukyat 2026, yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI.

Berikut daftar waktu Imsak dan Magrib atau Buka Puasa selama 30 hari penuh di bulan Ramadan 1447 H untuk wilayah Kota Kota Bima.

1. Doa niat berpuasa dan berbuka puasa

Ilustrasi ayah dan anak berdoa
Ilustrasi ayah dan anak berdoa (pexels.com/Timur Weber)

Agar ibadah puasa sah dan bernilai pahala, umat Islam dianjurkan membaca niat sebelum berpuasa serta doa ketika berbuka. Berikut bacaan niat puasa dan doa berbuka puasa lengkap dengan arti dan maknanya.

Niat puasa biasanya dibaca pada malam hari hingga sebelum terbit fajar. Berikut lafaz niat puasa Ramadan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

(Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardhi syahri Ramadhāna hâdzihis sanati lillâhi ta‘âlâ)

“Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta‘ala.”

Niat adalah penegasan dalam hati untuk melakukan ibadah semata-mata karena Allah. Dalam Islam, niat menjadi pembeda antara ibadah dan kebiasaan biasa. Tanpa niat, puasa tidak sah karena niat merupakan syarat utama dalam ibadah puasa.

Secara makna, niat puasa mengandung unsur keikhlasan, kesadaran akan kewajiban, dan komitmen untuk menjalankan perintah Allah dengan penuh tanggung jawab.

Saat waktu berbuka tiba, umat Islam dianjurkan membaca doa sebelum menyantap makanan atau minuman. Salah satu doa berbuka puasa yang umum dibaca adalah:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

(Allâhumma laka shumtu wa bika āmantu wa ‘alaika tawakkaltu wa ‘alâ rizqika afthartu)

Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.

Ada juga doa lain yang diriwayatkan dalam hadis:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

(Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘urûq wa tsabatal ajru insyâ Allâh)

Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah tetap, insya Allah.”

Doa berbuka puasa mengandung ungkapan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah setelah seharian menahan diri. Kalimat tersebut juga menunjukkan ketergantungan seorang hamba kepada Allah, baik dalam menjalankan ibadah maupun dalam menerima rezeki.

Sementara doa kedua menegaskan harapan akan pahala dari Allah atas ibadah yang telah dilakukan, serta pengakuan bahwa segala keberhasilan terjadi atas kehendak-Nya.

2. Jadwal imsakiyah dan waktu salat wilayah Kota Bima selama Ramadan 1447 H

ilustrasi seseorang berdoa setelah salat
ilustrasi seseorang berdoa setelah salat (pexels.com/Anastasia Shuraeva)

Berikut daftar lengkap jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H / 2026 M Kota Bima (WITA):

1 Ramadan: Imsak 04:41 WITA | Magrib 18:32 WITA

2 Ramadan: Imsak 04:42 WITA | Magrib 18:32 WITA

3 Ramadan: Imsak 04:42 WITA | Magrib 18:32 WITA

4 Ramadan: Imsak 04:42 WITA | Magrib 18:31 WITA

5 Ramadan: Imsak 04:42 WITA | Magrib 18:31 WITA

6 Ramadan: Imsak 04:43 WITA | Magrib 18:30 WITA

7 Ramadan: Imsak 04:43 WITA | Magrib 18:30 WITA

8 Ramadan: Imsak 04:43 WITA | Magrib 18:30 WITA

9 Ramadan: Imsak 04:43 WITA | Magrib 18:29 WITA

10 Ramadan: Imsak 04:43 WITA | Magrib 18:29 WITA

11 Ramadan: Imsak 04:43 WITA | Magrib 18:28 WITA

12 Ramadan: Imsak 04:43 WITA | Magrib 18:28 WITA

13 Ramadan: Imsak 04:44 WITA | Magrib 18:28 WITA

14 Ramadan: Imsak 04:44 WITA | Magrib 18:27 WITA

15 Ramadan: Imsak 04:44 WITA | Magrib 18:27 WITA

16 Ramadan: Imsak 04:44 WITA | Magrib 18:26 WITA

17 Ramadan: Imsak 04:44 WITA | Magrib 18:26 WITA

18 Ramadan: Imsak 04:44 WITA | Magrib 18:25 WITA

19 Ramadan: Imsak 04:44 WITA | Magrib 18:25 WITA

20 Ramadan: Imsak 04:44 WITA | Magrib 18:24 WITA

21 Ramadan: Imsak 04:44 WITA | Magrib 18:24 WITA

22 Ramadan: Imsak 04:44 WITA | Magrib 18:23 WITA

23 Ramadan: Imsak 04:44 WITA | Magrib 18:23 WITA

24 Ramadan: Imsak 04:44 WITA | Magrib 18:22 WITA

25 Ramadan: Imsak 04:44 WITA | Magrib 18:22 WITA

26 Ramadan: Imsak 04:44 WITA | Magrib 18:21 WITA

27 Ramadan: Imsak 04:44 WITA | Magrib 18:21 WITA

28 Ramadan: Imsak 04:44 WITA | Magrib 18:20 WITA

29 Ramadan: Imsak 04:44 WITA | Magrib 18:20 WITA

30 Ramadan: Imsak 04:44 WITA | Magrib 18:19 WITA

3. Alasan wajib berpuasa selama Ramadan

berdoa
ilustrasi berdoa (pexels.com/Anna Tarazevich)

Puasa Ramadan adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat. Perintah ini tercantum dalam Al-Quran Surah Al-Baqarah ayat 183, yang menegaskan bahwa puasa diwajibkan agar manusia menjadi pribadi yang bertakwa.

Sebagai bentuk ketaatan, menjalankan puasa berarti menunjukkan kepatuhan kepada Allah. Ibadah ini bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi bentuk penghambaan dan kesadaran spiritual.

Tujuan utama puasa adalah membentuk ketakwaan. Dengan menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, seseorang belajar mengendalikan hawa nafsu.

Pengendalian diri ini tidak hanya berlaku pada aspek fisik, tetapi juga emosi dan perilaku. Puasa melatih kesabaran, kejujuran, serta kemampuan menjaga lisan dan sikap.

Dalam berbagai hadis disebutkan bahwa Ramadan adalah bulan penuh ampunan dan rahmat. Ibadah yang dilakukan pada bulan ini dilipatgandakan pahalanya. Puasa juga menjadi kesempatan untuk menghapus dosa-dosa yang telah lalu, selama dijalankan dengan iman dan penuh harap kepada Allah.

Berpuasa di bulan Ramadan bukan hanya kewajiban formal, tetapi perjalanan spiritual yang membentuk ketakwaan, empati, dan kedisiplinan diri. Melalui puasa, umat Islam diajak untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih peduli, dan lebih dekat kepada Allah.

Karena itulah, Ramadan bukan sekadar bulan menahan lapar, melainkan bulan pembelajaran dan perubahan menuju kehidupan yang lebih bermakna.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us

Latest News NTB

See More