Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Hujan Lebat Guyur Wilayah NTB saat Musim Kemarau, Ini Penjelasan BMKG!

Hujan Lebat Guyur Wilayah NTB saat Musim Kemarau, Ini Penjelasan BMKG!
Ilustrasi banjir akibat hujan lebat. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Share Article

Mataram, IDN Times - BMKG Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Lombok menjelaskan soal fenomena hujan lebat yang mengguyur wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) di tengah musim kemarau. Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi ZAM Lombok, Annisa Fauziah menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang di wilayah NTB pada 12 Juni 2026 dipengaruhi oleh beberapa faktor atmosfer.

Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini, kelembaban udara pada lapisan menengah terpantau cukup tinggi, berkisar antara 70–90 persen. Sehingga mendukung proses pembentukan awan hujan. "Selain itu, terdapat perlambatan kecepatan angin di wilayah NTB," kata Annisa dikonfirmasi IDN Times, Sabtu (13/6/2026).

IMG_20251012_150837_841.jpg
Ilustrasi hujan di Kota Mataram. (IDN Times/Muhammad Nasir)

1. Akibat aktivitas gelombang Rossby

Annisa juga menyebutkan, faktor lainnya yang menyebabkan terjadinya hujan dengan intensitas sedang di wilayah NTB akibat aktivitas gelombang atmosfer Equatorial Rossby yang terpantau aktif di wilayah NTB sejak 11 Juni 2026. Kondisi ini, mendukung peningkatan pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang.

Dia mengatakan potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi dalam 2 hari ke depan di wilayah Kota Mataram, Lombok Utara, Lombok Barat, Bima terutama pada siang hingga malam hari. "Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan yang masih dapat terjadi meskipun saat ini wilayah NTB telah memasuki musim kemarau," kata dia.

2. Musim kemarau bukan berarti tidak terjadi hujan sama sekali

IMG_20251012_152959_757.jpg
Ilustrasi hujan lebat di Kota Mataram. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Annisa menambahkan bahwa musim kemarau bukan berarti tidak terjadi hujan sama sekali. Melainkan musim kemarau ditandai dengan berkurangnya frekuensi dan jumlah curah hujan dibandingkan musim hujan.

Dalam kondisi tertentu, pengaruh dinamika atmosfer seperti aktivitas gelombang atmosfer, tingginya kelembaban udara, serta adanya daerah konvergensi dan perlambatan angin masih dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang menghasilkan hujan.

Sehingga, masyarakat khususnya yang berada di daerah rawan banjir, longsor, dan pohon tumbang, diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini dari BMKG. Serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan yang dapat disertai petir dan angin kencang, terutama pada siang hingga malam hari dalam beberapa hari ke depan.

3. Banjir merendam permukiman warga di Kota Mataram

1781321164923.jpg
Banjir yang menggenangi rumah warga di Kota Mataram, Jumat (12/6/2026) akibat hujan lebat. (dok. Istimewa)

Sebelumnya, hujan lebat mengguyur wilayah Kota Mataram pada Jumat (12/6/2026) sore, memicu banjir di sejumlah titik. Salah satu wilayah terdampak di Lingkungan Gerung Butun Timur, Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Air merendam permukiman warga hingga setinggi pinggang orang dewasa. Peristiwa tersebut terjadi pukul 15.00 hingga 16.30 WITA.

​Kepala Pelaksana BPBD NTB, Sadimin, mengungkapkan bahwa selain faktor curah hujan yang tinggi, banjir juga dipicu oleh kondisi pintu air yang terbuka serta adanya penyumbatan pada saluran gorong-gorong. "Air tersumbat dan mengalami genangan setinggi pinggang orang dewasa atau sekitar 120 centimeter," kata Sadimin.

​Akibat tersumbatnya saluran drainase ini, luapan air masuk dan merendam 18 rumah warga (KK) yang dihuni oleh 55 jiwa. Secara keseluruhan, terdapat sekitar 40 KK atau 120 jiwa di kawasan RT 06 Lingkungan Gerung Butun Timur yang terdampak.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -

Latest News NTB

See More

Hujan Lebat Guyur Wilayah NTB saat Musim Kemarau, Ini Penjelasan BMKG!

13 Jun 2026, 11:17 WIBNews