Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dinas ESDM Bantah Mangkrak, SPKLU Kantor Gubernur NTB Jadi Temuan BPK

Dinas ESDM Bantah Mangkrak, SPKLU Kantor Gubernur NTB Jadi Temuan BPK
SPKLU yang tidak berfungsi di Kantor Gubernur NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Share Article

Mataram, IDN Times - Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membantah fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Kantor Gubernur NTB, mangkrak. Kepala Dinas ESDM NTB Samsudin menjelaskan pemanfaatan SPKLU tersebut terkendala akibat penggunaan aset.

SPKLU tersebut dibangun PLN pada lahan milik daerah tanpa ada perjanjian kerja sama dengan Pemprov NTB. Sehingga, keberadaan SPKLU di Kantor Gubernur NTB menjadi temuan BPK.

"Bukan mangkrak. Kenapa kemarin tidak segera kita lakukan perbaikan karena terkendala dengan penggunaan aset. Jadi aset ini sudah diperiksa oleh BPK, perlu kerja sama antara PLN dan Pemprov NTB," kata Samsudin di Mataram, Jumat (12/6/2026).

1. Koordinasi dengan BKAD lakukan appraisal

IMG-20260612-WA0032.jpg
Kepala Dinas ESDM NTB Samsudin. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Samsudin menjelaskan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) untuk dilakukan appraisal atau penilaian aset daerah yang sudah dibangun SPKLU. Karena selain di Kantor Gubernur NTB, PLN juga membangun SPKLU di Dinas Perhubungan NTB.

Setelah appraisal tuntas, barulah dilakukan perjanjian kerja sama (PKS) antara Pemprov NTB dan PLN. "Makanya kami sudah koordinasi dengan BKAD harus dilakukan penilaian aset dulu. Kalau sudah clear appraisal, baru dilakukan perjanjian kerja sama dengan PLN," kata dia.

2. Hati-hati dalam pemanfaatan aset karena dapat menimbulkan masalah hukum

IMG-20260612-WA0031.jpg
Ilustrasi mobil listrik. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Dikatakan, Pemprov NTB sangat hati-hati dalam pengelolaan aset daerah. Apalagi, SPKLU milik PLN itu berada di lahan milik Pemprov NTB. Karena PLN menggunakan aset daerah untuk kepentingan bisnis, maka perlu ada perjanjian kerja sama dengan Pemprov NTB.

"Karena aset daerah itu kalau kita tidak sangat hati-hati bisa menimbulkan masalah hukum. SPKLU ini, kalau alatnya PLN yang punya tapi lahannya milik Pemprov NTB. Apalagi ini untuk bisnis, bukan kepentingan sosial. Makanya kalau sudah clear appraisalnya, kita lakukan MoU dan PKS antara PLN dan Pemprov NTB," jelasnya.

3. Rencanakan bangun pusat SPKLU

IMG-20260604-WA0025.jpg
Ilustrasi mobil listrik yang menjadi kendaraan dinas pejabat Pemprov NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Samsudin menambahkan, Pemprov NTB bersama PLN berencana membangun pusat SPKLU yang berlokasi di sebelah timur Kantor Gubernur NTB. Namun, PLN butuh kepastian terkait masalah lahan karena nantinya akan ada pembagian keuntungan dari bisnis SPKLU tersebut.

"Makanya sekarang lagi diminta appraisal lahannya. Lahan Pemprov yang digunakan oleh PLN supaya kita tidak kena masalah hukum," terangnya.

Keberadaan SPKLU tersebut sangat dibutuhkan, apalagi Pemprov NTB sudah beralih menggunakan mobil listrik untuk kendaraan dinas pejabat. Diketahui, mulai 2026, Pemprov NTB menyewa 72 mobil listrik untuk kendaraan dinas pejabat eselon II dan kendaraan operasional organisasi perangkat daerah (OPD) yang menghabiskan anggaran sebesar Rp14 miliar.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -

Latest News NTB

See More

Penggunaan SPKLU di NTB Melonjak Tajam, Naik Delapan Kali Lipat

12 Jun 2026, 20:34 WIBNews