Anggota TNI Diduga Tikam Tiga Brimob saat Pesta di Labuan Bajo

- Tiga anggota Brimob NTT terluka akibat dugaan penikaman oleh anggota TNI saat pesta pelantikan di Labuan Bajo, dan kini kasusnya diselidiki tim gabungan Propam Polda NTT serta POM AD.
- Kapolda NTT, Pangdam IX/Udayana, dan Danrem 161/Wira Sakti langsung berkoordinasi untuk memastikan penyelidikan berjalan transparan tanpa mengganggu sinergi antara TNI dan Polri di wilayah tersebut.
- Situasi Labuan Bajo dilaporkan tetap kondusif; masyarakat dan wisatawan diminta tenang karena proses hukum sedang berlangsung dan aktivitas publik dapat berjalan seperti biasa.
Kupang, IDN Times - Tiga Anggota Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi korban penikaman yang diduga dilakukan oleh anggota TNI. Ketiganya mengalami luka tusuk saat menghadiri acara pelantikan seorang anggota Brimob berinisial JGR.
Duduk perkara yang jelas dan gambaran lengkap mengenai perkara ini akan diusut oleh tim khusus yang sudah dibentuk. Tim tersebut merupakan gabungan dari Bidang Propam Polda NTT dan Polisi Militer Angkatan Darat (POM AD).
"Tim ini akan melakukan pemeriksaan dan pendalaman fakta di lapangan," jelas Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra pada Kamis (11/6/2026).
1. Koordinasi langsung Kapolda, Pangdam, dan Danrem

Henry mulanya menyebut Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto, dan Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Hendro Cahyono sudah saling berkoordinasi pasca peristiwa yang terjadi di Dusun Waemata, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Kamis (11/6/2026) dini hari ini.
Tim tersebut kemudian dibentuk. Pendalaman secara obyektif dari tim yang akan turun ini, kata dia, dilakukan agar seluruh proses berjalan transparan, profesional, dan berdasarkan fakta yang sebenarnya.
Ia menegaskan koordinasi cepat ini menunjukkan bahwa peristiwa tersebut tidak mengganggu hubungan baik dan sinergitas antara TNI dan Polri di NTT.
"Kapolda NTT dan Pangdan IX/ Udayana serta Danrem memiliki komitmen yang sama bahwa kejadian ini merupakan kesalahpahaman yang bersifat spontan," tegas dia.
Hal yang sama dilakukan juga oleh Kapolres Manggarai Barat bersama Dandim 1612/Manggarai Barat agar masyarakat hingga wisatawan tidak terganggu oleh hal tersebut.
2. Gejolak terjadi pada dini hari

Sementara Bripda PR, Bripda FA, dan Bripda BBK yang menderita luka tusuk telah mendapat perawatan di Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo.
Berdasarkan informasi sementara, kata Henri, gejolak yang memicu kejadian itu berlangsung setelah pesta syukuran menjelang dini hari.
"Saat memasuki dini hari, terjadi kesalahpahaman komunikasi yang kemudian memicu gesekan spontan antara beberapa anggota di lapangan," ujarnya.
3. Situasi kondusif

Terkait dengan kondisi pasca kejadian ini, lanjut dia, warga dan wisatawan di Labuan Bajo, Manggarai Barat, diimbau untuk tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
"Karena situasi sangat kondusif dan sudah aman terkendali. Kami pastikan Masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa. Percayakan proses penanganan kepada institusi yang saat ini sedang bekerja," tegasnya.
Ia mengatakan TNI-Polri di NTT tengah menyelesaikan masalah ini dan tidak akan mengganggu tugas utama dalam menjaga keamanan masyarakat dan wisatawan


















