Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gubernur Iqbal Ungkap Alasan Tak Temui Massa Aksi Tolak MBG
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. (IDN Times/Muhammad Nasir)
  • Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menjelaskan dirinya tidak menemui massa aksi penolak program MBG karena sedang menghadiri penyerahan SK Tuan Rumah PON 2026 di Kemenpora, Jakarta.
  • Mahasiswa dari IMM, HMI MPO, dan PMII Mataram mengkritik Gubernur Iqbal yang menemui pendukung MBG namun absen saat aksi penolakan, hingga menyatakan mosi tidak percaya kepadanya.
  • Iqbal menegaskan larangan keras bagi pengelola SPPG mencari keuntungan pribadi dalam program MBG dan berjanji menindak tegas pihak yang terbukti melakukan kecurangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mataram, IDN Times - Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengungkap alasan dirinya tidak menemui massa aksi yang menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ratusan mahasiswa dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), HMI MPO dan PMII Kota Mataram menggelar demonstrasi menolak program MBG hingga malam di depan Kantor Gubernur NTB, Selasa (23/6/2026).

Mahasiswa bertahan hingga malam karena tidak ditemui Gubernur dan Wakil Gubernur NTB. Mahasiswa hanya ditemui Sekda NTB Abul Chair. Aksi ratusan mahasiswa tersebut sempat ricuh dengan aparat kepolisian yang berusaha memadamkan ban yang dibakar massa aksi.

1. Iqbal sebut bukan sengaja tidak menemui massa aksi

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menemui massa aksi Aliansi Rakyat NTB yang mendukung program MBG, Senin (22/6/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Dikonfirmasi Rabu (24/6/2026), Iqbal menjelaskan alasan dirinya tidak menemui massa aksi yang menolak program MBG. Dia mengatakan pada Selasa (23/6/2026), dia sedang menghadiri undangan penyerahan Surat Keputusan (SK) Penetapan Tuan Rumah PON 2026 di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Jakarta.

"Kemarin lagi menerima SK dari Menteri Pemuda dan Olahraga yang kita tunggu-tunggu selama setahun lebih kita upayakan. Ngapain sengaja juga (tidak menemui pendemo)," kata dia.

2. Mahasiswa sentil Gubernur yang hanya menerima massa aksi pendukung MBG

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menemui massa aksi Aliansi Rakyat NTB yang mendukung program MBG, Senin (22/6/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Sebelumnya, mahasiswa menyentil Gubernur NTB yang tidak menemui massa aksi menolak program MBG. Mereka mengkritik, ketika yang melakukan aksi demonstrasi para pengelola dan relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada Senin (22/6/2026), Gubernur Iqbal menemui ribuan massa aksi bahkan berorasi dari atas mobil komando.

Sementara, ketika mahasiswa yang kontra dengan program MBG, Gubernur Iqbal, tidak menemui massa aksi padahal mereka menyampaikan aspirasi sejak siang hingga malam. Kemudian mahasiswa menyatakan mosi tidak percaya kepada Gubernur Iqbal, yang tidak pernah menemui massa aksi ketika melakukan demonstrasi.

3. Ancam pengelola SPPG yang bermain curang

Aksi demonstrasi ratusan mahasiswa PMII Kota Mataram di depan Kantor Gubernur NTB, Selasa (23/6/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Sebelumnya, Iqbal menegaskan bahwa program MBG tidak boleh dijadikan ladang mencari keuntungan pribadi. Dia mengingatkan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan dalam program tersebut ditujukan untuk memastikan kebutuhan gizi anak-anak terpenuhi dengan baik, bukan untuk menambah keuntungan pihak tertentu.

Dia meminta seluruh pengelola SPPG menghentikan praktik mengambil margin di luar ketentuan. Iqbal juga mengingatkan agar para pengelola meluruskan niat dalam menjalankan program yang menyasar kebutuhan dasar anak-anak tersebut.

“Kalau yang tidak pernah mengambil margin tambahan dari bahan baku, alhamdulillah. Tapi yang masih melakukan, berhenti mulai hari ini. Tobat, istigfar, dan luruskan niat,” tegasnya.

Iqbal menegaskan tidak ada ruang toleransi bagi siapa pun yang bermain curang dalam program gizi untuk anak. Iqbal mengaku telah mencatat komitmen para pengelola SPPG dan akan mendorong tindakan tegas apabila pelanggaran serupa masih ditemukan di kemudian hari.

“Kalau program MBG ini dilanjutkan dan masih ada yang mengambil margin lebih dari belanja bahan baku, saya orang pertama yang akan meminta satgas dan BGN menangkap serta menutup SPPG yang melakukan itu,” ujarnya.

Editorial Team

Related Article