Adik dr. Icha terlibat dalam aksi menuntut keadilan di DPRD NTT. (IDN Times/Putra Bali Mula)
Therensius diduga terlibat dalam intimidasi terhadap dr. Icha saat bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Leona Kefamenanu pada 13 Juni 2026. Saat itu, ia datang menjenguk keponakannya yang dipatuk ular bersama Veronika Lake dari PDIP, Norbertus Tubani dari PKB, serta Mathildis Sau yang merupakan dokter hewan sekaligus pejabat di Dinas Peternakan TTU.
Peristiwa tersebut diduga membuat dr. Icha mengalami trauma, depresi berat, dan guncangan mental. Dokter jaga RS Leona Kefamenanu itu kemudian ditemukan meninggal dunia di kediamannya di Kupang pada 26 Juni 2026.
Kasus tersebut memicu aksi solidaritas Koalisi Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan NTT Bersatu bersama mahasiswa kedokteran di DPRD NTT pada 9 Juli 2026. Massa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada anggota DPRD NTT, termasuk mendesak penuntasan kasus tersebut.
Dalam aksi tersebut, Anggota DPRD NTT Fraksi PKB, Ana Waha Kolin, mengatakan partainya telah mengambil sikap secara internal terhadap Norbertus Tubani. Namun, keputusan lebih lanjut masih menunggu proses di Mahkamah Partai.
"Sebagai Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di dalam internal kami pun sudah memberi sikap. Artinya kami masih menunggu karena negara ini negara hukum," ujarnya.
Sementara itu, Anggota DPRD NTT Fraksi PDIP, Lili Adu, menyebut kader PDIP yang turut dilaporkan telah dinonaktifkan dan sedang menjalani proses hukum. Menurutnya, kasus tersebut menjadi pengingat bagi seluruh pejabat publik agar tidak bertindak arogan.
"Secara kode etik, kami meminta lembaga di DPRD TTU untuk menindak tiga orang tersebut. Bagi kami DPRD NTT atau sebagai pejabat publik ini sebagai tanda awas agar ketika dalam pengawasan tidak melakukannya dengan arogansi," katanya.