Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Gempa Vulkanik Gunung Lewotobi Naik sejak Malam Tahun Baru

ilustrasi magma
ilustrasi magma (pexels.com/tomas malik)
Intinya sih...
  • Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, NTT, mengalami peningkatan aktivitas vulkanik dengan 115 kali gempa vulkanik dalam pada 23-31 Desember 2025.
  • Pergerakan magma dari kedalaman ke arah dangkal masih berlangsung ke arah permukaan namun belum mencapai kedalaman dangkal.
  • Masyarakat dan wisatawan diminta menjauh radius 7 kilometer serta tetap tenang dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kupang, IDN Times - Gunung Api Lewotobi Laki-laki terpantau adanya peningkatan aktivitas vulkanik di kedalaman gunung itu dengan aliran fluida magma dari conduit dangkal menuju permukaan gunung. Peningkatan status ini diumumkan Plt. Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, Kamis (1/1/2026).

Ia mengemukakan dalam keterangannya itu bahwa peningkatan gempa vulkanik dalam ini berlangsung jelang malam pergantian tahun, Rabu (31/12/2025), sekitar pukul 22.00 WITA.

"Oleh karena itu, tingkat aktivitasnya dinaikkan dari Level III (SIAGA) ke Level IV (AWAS)," kata Lana.

1. Berpotensi erupsi

Screenshot_2025-08-01-21-56-30-434_com.whatsapp-edit.jpg
Visual erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki disertai gemuruh yang kuat. (Dok MAGMA Indonesia)

Gunung di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan satu dari dua gunung kembar Lewotobi yang terletak di Kecamatan Wulanggitang. Pada 23 - 31 Desember 2025 gunung dengan ketinggian puncak sekitar 1.584 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini sudah mengalami 115 kali gempa vulkanik dalam.

"Pada 31 Desember 2025, mulai pukul 22.00 WITA hingga pukul 23.40 WITA saja sudah terjadi peningkatan aktivitas gempa vulkanik dalam sebanyak 14 kejadian. Kondisi ini menunjukkan adanya suplai magma baru yang bergerak menuju permukaan dengan cukup cepat, sehingga berpotensi memicu terjadinya erupsi," paparnya.

Ia mengindikasikan saat ini adanya hambatan pada saluran magma (conduit), sehingga pergerakan magma ke arah permukaan menjadi lebih lambat. Analisis ini dilihat dari peningkatan gempa vulkanik dalam dalam dua bulan terakhir namun tidak diikuti oleh erupsi.

"Erupsi terakhirnya pada 18 Oktober 2025 pukul 00.44 WITA dan hingga saat ini belum terjadi erupsi lagi," jelas dia.

2. Pergerakan magma

Screenshot_2025-08-01-21-56-18-276_com.whatsapp-edit.jpg
Letusan gunung Lewotobi Laki-laki 1 Agustus 2025. (Dok MAGMA Indonesia)

Menurutnya, fluktuasi ini menunjukkan adanya tekanan gas yang berkaitan dengan aktivitas vulkanik di kedalaman dangkal.

"Meski demikian, jumlah gempa yang relatif stabil menandakan suplai gas dan magma masih berlangsung secara terus-menerus," tambah dia.

Secara visual dan berdasarkan data kegempaan, lanjut dia, aktivitas Lewotobi Laki-laki mulai menunjukkan tren kenaikan pada seminggu terakhir. Data deformasi dari tiltmeter juga menunjukkan pola inflasi pada tanggal 23 Desember 2025 yang mengindikasikan adanya pergerakan magma yang mempengaruhi permukaan pada tubuh gunung api.

Sementara itu, data dari Global Navigation Satellite System (GNSS) masih menunjukkan pola deflasi pada komponen vertikal selama satu minggu terakhir.

"Kondisi ini mengindikasikan bahwa pergerakan magma dari kedalaman ke arah dangkal masih berlangsung ke arah permukaan namun belum mencapai kedalaman dangkal," jelas dia.

3. Menjauh radius 7 kilometer

Visual Gunung Lewotobi Laki-laki pada 16 Agustus 2025, pukul 09.36 WITA. (Dok MAGMA Indonesia)
Visual Gunung Lewotobi Laki-laki pada 16 Agustus 2025, pukul 09.36 WITA. (Dok MAGMA Indonesia)

Tingkat aktivitas gunung ini sementara dinilai masih berada pada Level III (SIAGA). Namun ia terus merekomendasi agar masyarakat dan wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 7 kilometer (km) sektoral pada arah barat laut–timur laut.

"Serta tetap tenang dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah dan tidak mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya," imbaunya.

Khusus bagi masyarakat di sekitar wilayah rawan bencana, kata dia, agar mewaspadai potensi banjir lahar apabila terjadi hujan lebat, terutama pada daerah aliran sungai yang berhulu di puncak gunung api ini terutama di Nawakote, Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, hingga Nurabelen.

Pemerintah daerah juga diharapkan terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi. Informasi terkini mengenai aktivitas gunung api dapat diakses melalui situs resmi Magma Indonesia maupun media sosial resmi Badan Geologi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us

Latest News NTB

See More

Gempa Vulkanik Gunung Lewotobi Naik sejak Malam Tahun Baru

02 Jan 2026, 09:54 WIBNews