Empat Nelayan di Bima Disambar Ledakan Bom Ikan, Satu Orang Tewas

Bima, IDN Times - Aktivitas mencari ikan menggunakan peledak di Desa Kalajene Kecamatan Wera Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menelan korban jiwa. Satu tewas dan tiga korban lainnya mengalami luka-luka.
Korban tewas akibat terkena sambaran ledakan bom ikan yang hendak dilempar. Korban tewas Adi Haryanto (37), sementara dua anaknya serta keponakan mengalami luka-luka.
"Iya benar. Yang meninggal Adi Haryanto, kemudian 2 anak dan 1 keponakannya terluka," kata Kapolsek Wera, Ipda Iksan dikonfirmasi Kamis pagi (10/10/2024).
1. Bom ikan dirakit sndiri oleh korban

Iksan mengatakan, dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) insiden nahas itu berawal saat Adi Haryanto bersama 3 korban pergi mencari ikan di perairan Wera, Selasa (8/10/2024). Mereka membawa bom ikan yang dirakit pakai botol sirop minuman menggunakan ember.
Tidak lama setelah tiba di perairan So Toro Honcu Desa Pai Kecamatan Wera, mereka melihat sekumpulan ikan di bawah tebing. Korban, Adi Haryanto lalu bergegas membakar sumbu botol sirup berisi bahan peledak itu untuk dilempar ke ikan yang terkumpul.
"Dia membakar sumbu bom ikan menggunakan korek api untuk dilempar ke arah ikan yang terkumpul," bebernya.
2. Bom meledak 1 meter dari posisi korban

Ketika hendak melempar, bom ikan tersebut tiba-tiba meledak dari jarak satu meter dari posisi korban. Korban lalu tersambar ledakan, sehingga langsung terjatuh ke bawah tebing.
"Ledakan bom ikan itu menyambar korban hingga membuat korban terjatuh di bawah tebing laut," jelasnya.
Kemudian tiga korban lain yang duduk pada jarak lima meter dari titik korban, mengalami luka-luka akibat sambaran ledakan bom. Selanjutnya, Adi Haryanto dievakuasi ke permukaan, sedangkan 3 korban dilarikan ke puskesmas terdekat.
3. Polisi sudah berikan peringatan dan larangan

Iksan mengatakan, pihaknya kerap kali mengedukasi para nelayan di Wera terkait larangan mencari ikan menggunakan bahan peledak. Selain tindakan melanggar hukum, juga mengancam keselamatan saat melakukan pelemparan bom.
"Sudah sering kami sosialisasikan. Saat sosialisasi, kami terkadang dibenci oleh nelayan. Tapi kami lihat aktivitas mencari ikan pakai bom di Wera akhir-akhir ini sudah mulai berkurang," pungkasnya.



















