Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Berbuat Salah saat Umrah, Satu Jemaah Haji NTB Ditolak Masuk Arab Saudi
Pelepasan keberangkatan jemaah haji kloter 1 Embarkasi Lombok asal Kabupaten Lombok Timur di Asrama Haji NTB, Selasa malam (21/4/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)
  • Satu jemaah haji asal Mataram ditolak masuk Arab Saudi karena alasan keamanan, setelah terdeteksi pernah melebihi izin tinggal saat umrah 2017 dan memiliki perbedaan identitas.
  • Kemenhaj NTB mengimbau calon jemaah haji agar jujur menyampaikan rekam jejak perjalanan ke Arab Saudi untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
  • Hingga akhir April 2026, sebanyak 2.722 jemaah haji asal NTB telah diberangkatkan ke Arab Saudi dalam tujuh kloter dengan pemantauan ketat terhadap kesehatan dan keselamatan mereka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mataram, IDN Times - Satu jemaah calon haji (JCH) asal Kota Mataram inisial MR ditolak masuk ke Arab Saudi. Jemaah haji tersebut tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 5 Embarkasi Lombok yang diberangkatkan ke Madinah, Arab Saudi, pada 27 April lalu.

Kepala Kanwil Kemenhaj NTB Lalu Muhammad Amin membenarkan satu jemaah haji asal Kota Mataram yang dipulangkan ke Tanah Air setibanya di Madinah, Arab Saudi. Amin mengatakan ditolaknya satu jemaah haji asal Kota Mataram ini menjadi pelajaran bagi calon jemaah haji ke depannya.

"Ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Dan ini betul-betul akan menjadi edukasi kepada seluruh masyarakat, seluruh jemaah yang akan menjadi calon jamaah haji kita ke depan," kata Amin dikonfirmasi di Mataram, Jumat (1/5/2026).

1. Ditolak masuk Arab Saudi karena alasan keamanan

Kepala Kanwil Kemenhaj NTB Lalu Muhammad Amin. (IDN Times/Muhammad Nasir))

Amin mengungkapkan alasan satu jemaah haji asal Kota Mataram tersebut dilarang masuk Arab Saudi. Otoritas Arab Saudi melarang jemaah haji tersebut karena alasan keamanan (security reason).

Dia menjelaskan MR pernah melaksanakan ibadah umrah pada 2017. Namun, dia melebihi izin tinggal hingga memasuki musim haji sehingga dicekal masuk ke Arab Saudi. Selain itu, ada perbedaan identitas yang bersangkutan.

"Sehingga ternyata ada dari jemaah itu terjadi perbedaan identitas. Dengan adanya perbedaan identitas itu, ketika sekarang (musim haji 2026) dengan identitas yang sebenarnya, identifikasi sidik jarinya itu terbaca," ungkap Amin.

2. Kemenhaj NTB minta calon jemaah haji jujur sampaikan rekam jejak

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal melepas keberangkatan jemaah haji kloter I asal Lombok Timur, Selasa malam (21/4/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Untuk mencegah peristiwa serupa terulang kembali, Amin mengimbau masyarakat khususnya calon jemaah haji untuk jujur menyampaikan rekam jejak, terutama yang pernah dideportasi dari Arab Saudi. Sehingga apa yang dialami satu jemaah haji asal Kota Mataram yang ditolak masuk ke Arab Saudi, tidak terjadi lagi ke depannya.

"Hasil pemeriksaan otoritas dari Arab Saudi menyatakan bahwa jemaah kita itu dilarang masuk ke Arab Saudi dengan alasan security reason. Memang kasihan juga dan sudah kita layani, kita bantu proses kepulangannya, dan sekarang sudah tiba kembali di Mataram," jelas Amin.

3. Sebanyak 2.772 jemaah haji NTB sudah tiba di Arab Saudi

Jemaah haji kloter 1 Embarkasi Lombok menaiki bus untuk dibawa ke BIZAM Lombok, Selasa malam (21/4/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Amin menyebutkan hingga Kamis (30/4/2026), sebanyak 2.722 jemaah haji asal NTB telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari tujuh kloter yang diberangkatkan secara bertahap ke Arab Saudi.

Seluruh jemaah diberangkatkan bersama 28 petugas pendamping, sehingga total keseluruhan mencapai 2.750 orang. “Sampai hari ke-10, sebanyak tujuh kloter dengan total 2.722 jemaah telah diberangkatkan ke Tanah Suci,” sebut Amin.

PPIH Embarkasi Lombok juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi jemaah secara berkelanjutan guna memastikan kesehatan dan keselamatan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Sementara itu, jumlah jemaah yang telah tiba di Asrama Haji Embarkasi Lombok hingga Kamis (30/4/2026) tercatat sebanyak 3.143 orang, yang terbagi dalam delapan kloter.

Editorial Team