Mataram, IDN Times - Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menemukan perencanaan penanganan kemiskinan ekstrem di NTB masih belum optimal menggunakan data Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE). Temuan tersebut berdasarkan hasil audit yang dilakukan BPKP Perwakilan NTB pada semester II 2023.
"Terkait kemiskinan ekstrem, pemanfaatan data P3KE belum optimal digunakan untuk perencanaan penerima manfaat maupun alokasi program dan kegiatan," ungkap Kepala BPKP Perwakilan NTB Sidi Purnomo usai menyerahkan laporan hasil pemeriksaan ke Penjabat Gubernur NTB Lalu Gita Ariadi di Mataram, Rabu (31/1/2024).
