Antrean masyarakat membeli BBM di SPBU Kota Mataram, Selasa (4/8/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)
Untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi, kata Ahad, pasokan BBM ke Pulau Lombok terus diperkuat. Saat ini, kapal pertama telah tiba di Integrated Terminal (IT) Ampenan dengan membawa 2.100 KL Pertalite dan 500 KL Pertamax.
Sementara itu, kapal berikutnya tiba pada malam hari dengan muatan 2.000 KL Pertalite dan 3.000 KL Biosolar. Pasokan tersebut segera didistribusikan ke seluruh lembaga penyalur sesuai kebutuhan agar layanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, stok BBM pada sejumlah lembaga penyalur di wilayah Lombok masih dalam kondisi aman dan siap melayani masyarakat. Ketersediaan stok antara lain berada di SPBU 54.836.09 Lenek Lombok Timur sebanyak 8 KL, SPBU 54.836.11 Masbagik Lombok Timur 16 KL, SPBU 54.836.04 Sekarteja Lombok Timur 8 KL, dan SPBU 54.836.15 Rempung Lombok Timur 8 KL.
Kondisi tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa pasokan BBM di wilayah Lombok tetap tersedia dan distribusi terus dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Ahad menjelaskan Pertamina terus mengoptimalkan seluruh infrastruktur dan sarana distribusi untuk menjaga keandalan pasokan energi di wilayah NTB.
Selain melakukan optimalisasi distribusi, Pertamina Patra Niaga juga terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum (APH) dan pemangku kepentingan setempat guna menjaga ketertiban antrean di SPBU. Sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.
Ahad mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan. Dia juga memastikan seluruh upaya terus dilakukan agar penyaluran BBM di wilayah NTB tetap berjalan dengan baik dan pasokan energi bagi masyarakat tetap terjaga.