Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Antrean Pertalite "Mengular" di Sejumlah SPBU Lombok, Ada Apa?
Antrean masyarakat membeli BBM di SPBU Kota Mataram, Selasa (4/8/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)
  • Antrean Pertalite mengular hingga ratusan meter di sejumlah SPBU Kota Mataram selama sekitar sepekan, membuat sebagian pekerja memilih membeli BBM eceran seharga Rp13.000 per liter.
  • Pertamina Patra Niaga menyatakan pasokan BBM di NTB tetap terjaga melalui pengoperasian lebih awal Integrated Terminal Ampenan, tambahan suplai, dan optimalisasi mobil tangki.
  • Dua kapal membawa total 4.100 KL Pertalite, 500 KL Pertamax, dan 3.000 KL Biosolar ke Lombok; Pertamina juga berkoordinasi dengan aparat untuk menjaga ketertiban antrean SPBU.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
dalam sepekan terakhir

Antrean pembelian Pertalite terjadi di SPBU Kota Mataram. Sebagian warga memilih membeli BBM eceran karena lama mengantre.

sejak seminggu terakhir

Seorang pegawai swasta berhenti membeli BBM di SPBU dan beralih ke pengecer akibat antrean panjang.

Senin (3/8/2026)

Pertamina menyatakan mengoptimalkan distribusi BBM di NTB, termasuk mengoperasikan lebih awal IT Ampenan dan memanfaatkan armada mobil tangki.

Saat ini

Kapal pertama tiba di IT Ampenan membawa 2.100 KL Pertalite dan 500 KL Pertamax. Stok di sejumlah SPBU Lombok dilaporkan aman.

malam hari

Kapal berikutnya tiba dengan muatan 2.000 KL Pertalite dan 3.000 KL Biosolar untuk segera didistribusikan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Antrean pembelian Pertalite mengular hingga ratusan meter di sejumlah SPBU di Pulau Lombok, sementara Pertamina menyatakan pasokan BBM tetap tersedia dan distribusi dioptimalkan.
  • Who?
    Masyarakat pengguna Pertalite, termasuk pegawai swasta Umaera dan Yamin, serta PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus dan aparat penegak hukum terlibat dalam penanganan situasi.
  • Where?
    Antrean terlihat di SPBU Kota Mataram, termasuk SPBU Karang Jangkong dan Mayura, serta wilayah lain di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.
  • When?
    Antrean telah berlangsung sekitar sepekan terakhir. Pertamina menyampaikan langkah penguatan distribusi pada Senin, 3 Agustus 2026.
  • Why?
    Penyebab antrean panjang per saat ini masih belum diketahui. Pertamina menyatakan penyaluran BBM tetap berjalan dan pasokan diperkuat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
  • How?
    Pertamina mengoperasikan lebih awal IT Ampenan, menambah pasokan melalui dua kapal, mengoptimalkan mobil tangki, mendistribusikan BBM ke penyalur, serta berkoordinasi dengan aparat untuk menjaga ketertiban antrean.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Orang-orang di Lombok mengantre panjang untuk membeli Pertalite di SPBU. Antreannya sampai ratusan meter. Umaera dan Yamin memilih beli di penjual eceran karena tidak mau menunggu lama, walau lebih mahal. Pertamina bilang bensin masih ada. Dua kapal membawa banyak BBM ke Lombok, lalu BBM sedang dibagikan ke SPBU.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mataram, IDN Times - Antrean masyarakat membeli bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite mengular pada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Di Kota Mataram, antrean panjang masyarakat membeli BBM terlihat di sejumlah SPBU.

SPBU yang berada di jalur utama Kota Mataram seperti SPBU Karang Jangkong dan SPBU Mayura. Antrean masyarakat mencapai ratusan meter. Sementara, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) mengeklaim pasokan BBM tetap terjaga.

1. Pekerja swasta lebih memilih beli BBM eceran karena lama mengantre di SPBU

Antrean masyarakat membeli BBM di SPBU Kota Mataram, Selasa (4/8/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Salah seorang pegawai swasta di Kota Mataram, Umaera mengaku antrean pembelian BBM sudah terjadi dalam sepekan terakhir. Dia lebih memilih membeli Pertalite di pedagang eceran dengan harga Rp13.000 per liter ketimbang lama mengantre di SPBU.

Hal yang sama diungkapkan pegawai swasta lainnya, Yamin. Dia mengaku sejak seminggu terakhir tidak lagi membeli BBM di SPBU karena panjangnya antrean. Yamin mengatakan lebih memilih membeli BBM eceran meskipun harganya lebih mahal daripada mengantre cukup lama di SPBU.

2. Pertamina pastikan pasokan terjaga

Antrean pengisian BBM di SPBU Kota Mataram, Selasa (4/8/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Sementara, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memastikan penyaluran BBM di Provinsi NTB terus berjalan. Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan pihaknya terus melakukan berbagai langkah optimalisasi distribusi untuk menjaga ketersediaan pasokan dan memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.

Untuk memperkuat pasokan BBM di wilayah NTB, Pertamina Patra Niaga mengoperasikan lebih awal Integrated Terminal (IT) Ampenan, Kota Mataram. Selain itu, mengoptimalkan pemanfaatan armada mobil tangki yang berada di wilayah NTB agar penyaluran BBM kepada masyarakat dapat berlangsung secara optimal.

"Kami terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia, mulai dari pengoperasian lebih awal IT Ampenan, kedatangan tambahan suplai BBM, hingga pemanfaatan armada mobil tangki di wilayah NTB. Langkah ini kami lakukan untuk memastikan distribusi berjalan lancar sehingga kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi," kata Ahad, Senin (3/8/2026).

3. Dua kapal Pertamina angkut BBM ke Lombok

Antrean masyarakat membeli BBM di SPBU Kota Mataram, Selasa (4/8/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi, kata Ahad, pasokan BBM ke Pulau Lombok terus diperkuat. Saat ini, kapal pertama telah tiba di Integrated Terminal (IT) Ampenan dengan membawa 2.100 KL Pertalite dan 500 KL Pertamax.

Sementara itu, kapal berikutnya tiba pada malam hari dengan muatan 2.000 KL Pertalite dan 3.000 KL Biosolar. Pasokan tersebut segera didistribusikan ke seluruh lembaga penyalur sesuai kebutuhan agar layanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, stok BBM pada sejumlah lembaga penyalur di wilayah Lombok masih dalam kondisi aman dan siap melayani masyarakat. Ketersediaan stok antara lain berada di SPBU 54.836.09 Lenek Lombok Timur sebanyak 8 KL, SPBU 54.836.11 Masbagik Lombok Timur 16 KL, SPBU 54.836.04 Sekarteja Lombok Timur 8 KL, dan SPBU 54.836.15 Rempung Lombok Timur 8 KL.

Kondisi tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa pasokan BBM di wilayah Lombok tetap tersedia dan distribusi terus dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Ahad menjelaskan Pertamina terus mengoptimalkan seluruh infrastruktur dan sarana distribusi untuk menjaga keandalan pasokan energi di wilayah NTB.

Selain melakukan optimalisasi distribusi, Pertamina Patra Niaga juga terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum (APH) dan pemangku kepentingan setempat guna menjaga ketertiban antrean di SPBU. Sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.

Ahad mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan. Dia juga memastikan seluruh upaya terus dilakukan agar penyaluran BBM di wilayah NTB tetap berjalan dengan baik dan pasokan energi bagi masyarakat tetap terjaga.

Curated For You

Editorial Team

Related Article