Tidak semua anak mampu dengan mudah mengatakan apa yang ia rasakan. Sebagian anak tumbuh dengan kebiasaan memendam perasaan, memilih diam saat sedih, atau menghindari percakapan emosional. Kesulitan ini sering kali bukan karena anak tidak mau bicara, melainkan karena ia belajar sejak dini bahwa perasaannya tidak aman untuk diungkapkan.
Dalam psikologi perkembangan, kemampuan mengekspresikan emosi sangat dipengaruhi oleh respons orang tua. Pola asuh yang minim validasi, terlalu mengkritik, atau tidak hadir secara emosional dapat membuat anak menutup diri.
Berikut 5 tanda umum bahwa anak mungkin kesulitan mengungkapkan perasaan akibat pola asuh orangtua.
