Comscore Tracker

Pekerja Migran Asal Lombok Ditabrak dan Meninggal di Arab Saudi

Keluarga minta jenazah segera dipulangkan

Lombok Tengah, IDN Times - Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Lingkungan Montong Gamang, Kelurahan Tiwu Galih, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah, NTB meninggal dunia di Arab Saudi.

Laporan meninggalnya PMI atas nama Rohani Salbiyah Samsudin itu, diketahui pertama kali oleh keluarga korban dari majikannya di Arab Saudi.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB I Gede Putu Aryadi mengungkapkan, pihaknya telah menyurati KJRI di Jeddah untuk segera memulangkan jenazah Rohani, yang dalam paspor tertulis lahir pada 31 Desember 1970.

"Kami dari NTB sudah kirim surat ke pihak Perwakilan KJRI Jeddah Sabtu (2/10/2021) kemarin, untuk membantu dalam memfasilitasi pemulangan Jenazah PMI Ibu Rohani," kata Aryadi, Selasa (5/10/2021).

Baca Juga: Menaker Jelaskan Alur Pemulangan Pekerja Migran Indonesia dari Taiwan 

1. Meninggal karena ditabrak saat membuang sampah

Pekerja Migran Asal Lombok Ditabrak dan Meninggal di Arab Saudi(Ilustrasi ditabrak) IDN Times/Sukma Shakti

Anak korban, SW, kepada IDN Times mengungkapkan, kabar duka tersebut diterima dari penuturan salah seorang keluarga Ali Mohy Al-Shamrani, majikan korban.

"Berita duka mulai terdengar oleh keluarga di Indonesia sekitar pukul 04.30 WITA, Selasa (27 September 2021) kemarin," kata SW saat ditemui Sabtu (2/10/2021) malam.

Mengutip keterangan majikan korban, Rohani ditabrak mobil pada pukul 12.30 (waktu Arab Saudi) 27 September 2021, saat membuang sampah.

"Korban tidak kunjung kembali ke rumah tempat bekerja. Setelah 1 jam pihak keluarga Ali Mohy Al-Shamrani ditelepon oleh kepolisian Arab Saudi," kata SW.

2. Keluarga minta jenazah segera dipulangkan

Pekerja Migran Asal Lombok Ditabrak dan Meninggal di Arab SaudiIlustrasi jenazah (IDN Times/Sukma Shakti)

Rohani merupakan PMI yang dikenal ramah oleh majikannya di Arab Saudi. Dia menjadi PMI di keluarga Ali Mohy Al-Shamrani kurang lebih 21 tahun. 

"Keluarga di Lombok kaget dengan berita duka yang diterima, bahwa Ibu Rohani ditabrak mobil pukul 12.15 (waktu Arab)," kata SW.

Usai kejadian, korban pun dinyatakan meninggal oleh rumah sakit di Jeddah. "Jenazah korban kita cari info saat ini berada dalam lemari es rumah sakit di Arab Saudi," kata anak korban.

Mendengar berita duka ini, keluarga menangis. Korban, kata SW, bekerja sebagai PMI di wilayah Tabuk, di Distrik Al-Morouj, Arab Saudi.

"Kami pun menanyakan perihal kepulangan jenazah Ibu Rohani. Namun dari keluarga Ali Mohy Al-Shamrani sedang mengurus semua surat-surat yang menjadi prosedur pemulangannya," kata SW.

3. Majikan korban sanggup membayar berapa pun untuk memulangkan jenazah

Pekerja Migran Asal Lombok Ditabrak dan Meninggal di Arab SaudiSuasana duka menyelimuti rumah korban di Lombok Tengah IDN Times/Ahmad Viqi Wahyu Rizki

SW mengungkapkan, pada Kamis (30/9/2021) pukul 15.30 WITA, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Arab Saudi memberikan informasi soal kematian Rohani kepada keluarganya di Lombok.

KJRI, kata SW, menanyakan alamat dan pihak keluarga meminta jenazah dipulangkan ke Lombok.

"Hanya saja pihak KJRI menanyakan kesanggupan keluarga untuk membiayai kepulangan jenazah Ibu Rohani," kata SW.

"KJRI menelepon kembali untuk meminta surat pernyataan bermaterai jika ingin memulangkan atau memilih menguburkan jenazah di Arab Saudi," kata SW.

Namun, pihak keluarga mengirim surat pernyataan kepada KJRI Jeddah meminta jenazah dipulangkan ke alamat asal di Lombok.

"Dari pihak majikannya Ali Mohy Al-Shamrani sudah sanggup untuk membayar berapapun biaya yang dibutuhkan untuk mengantarkan kepulangan jenazah korban," kata SW.

Bahkan, sang majikan akan memastikan setiap prosedurnya berjalan dengan baik dan dipercepat. Tapi, hingga Selasa (5/10/2021) ini, kepulangan jenazah Rohani masih belum dapat dipastikan. Sebab, proses hukum atas penabrakan tersebut sedang berlangsung sampai saat ini.

"Informasinya jenazah sudah berada di kantor kepolisian Arab di Jeddah," kata SW. 

Pihak keluarga pun khawatir karena setelah berkonsultasi dengan KJRI masih belum ada kepastian kapan jenazah akan dipulangkan untuk dimakamkan, terlebih tenggat waktu 1 hingga 2 minggu.

"Kita pihak keluarga semakin cemas. Kami harap jenazah bisa dikirim lebih cepat dan dimakamkan di kediaman asalnya, yakni Lombok Tengah," kata SW.

4. Disnakertrans NTB minta KJRI mengurus dokumen pemulangan jenazah korban

Pekerja Migran Asal Lombok Ditabrak dan Meninggal di Arab SaudiDisnakertrans NTB surati Perwakilan KJRI di Jeddah Saudi Arabia IDN Times/Ahmad Viqi Wahyu Rizki di

Terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB I Gede Putu Aryadi meminta KJRI mengurus dokumen pemulangan jenazah korban.

"Memang agak panjang waktunya, karena beberapa harus disiapkan," kata Aryadi.

Ada pun kelengkapan berkas yang harus disiapkan KJRI adalah exit permit, surat keterangan dari kepolisian setempat, surat perizinan dari gubernur atau kepala daerah wilayah Tabuk - Arab Saudi, dan surat keterangan dari pihak perwakilan atau majikan.

"Kita harap jenazah korban segera dipulangkan, kita minta keluarga tetap tabah dan sabar," kata Aryadi kepada IDN Times.

Topic:

  • Sunariyah

Berita Terkini Lainnya