Zulkieflimansyah Diperiksa Kejati NTB soal Dugaan Korupsi LSMC 2023

- Zulkieflimansyah diperiksa Kejati NTB terkait dugaan korupsi dana Rp24 miliar untuk event Lombok Sumbawa Motocross Competition 2023 yang awalnya dialokasikan bagi MXGP 2023.
- Usai pemeriksaan, Zulkieflimansyah mengaku hanya menjelaskan kronologi pengajuan dana dan tidak mengetahui teknis pelaksanaan LSMC karena sudah tidak menjabat sebagai Gubernur NTB.
- Penyidik juga telah memeriksa sejumlah pejabat dan mantan pejabat Pemprov NTB guna menelusuri penggunaan dana bantuan pemerintah dari Kemenparekraf untuk penyelenggaraan LSMC 2023.
Mataram, IDN Times - Eks Gubernur NTB Zulkieflimansyah memenuhi panggilan penyidik pidana khusus (Pidsus) Kejati NTB, Rabu (22/7/2026). Dia diperiksa terkait penyidikan kasus dugaan korupsi penyelenggaraan event Lombok Sumbawa Motocross Competition (LSMC) 2023.
Penyelenggaraan LSMC 2023 mendapatkan dukungan anggaran yang merupakan bantuan pemerintah (banper) melalui Kemenparekraf sebesar Rp24 miliar. Sementara, Zulkieflimansyah mengatakan bahwa anggaran sebesar Rp24 miliar itu awalnya diperuntukkan untuk gelaran event internasional Motocross Grand Prix (MXGP) 2023.
"Pertanyaan (penyidik) ke kami tidak banyak, hanya kronologi. Karena bagaimanapun dulu yang melobi, yang mengusahakan dana Rp24 miliar yang awalnya memang diperuntukkan untuk MXGP. Tapi karena hal tertentu, tidak bisa dicairkan waktu itu, akhirnya cair setelah saya tidak menjadi gubernur," kata Zulkieflimansyah usai pemeriksaan di Kantor Kejati NTB, Rabu (22/7/2026) sore.
1. Zulkieflimansyah mengaku tidak tahu teknis pelaksanaan LSMC 2023

Setelah dia tidak menjabat sebagai Gubernur NTB, kemudian dilaksanakan event LSMC 2023. Zulkieflimansyah mengaku tidak mengetahui teknis pelaksanaan LSMC 2023.
"Gimana teknis Lombok Sumbawa Motocross saya nggak ngerti karena saya tidak lagi mengikuti. Saya ditanya (penyidik) bagaimana proses mencarikan dananya, bagaimana MXGP dan lain-lain. Tapi kalau detail Lombok Sumbawa Motocross nggak ngerti," jelas Zulkieflimansyah.
2. Alasan beberapa kali tidak memenuhi panggilan penyidik

Zulkieflimansyah menyebutkan dia ditanya penyidik sekitar 14 sampai 15 pertanyaan. Pemeriksaan agak lama dari lagi sampai sore, kata dia, karena penyidik lama mengetik keterangan yang disampaikan.
Dia juga mengungkapkan alasan beberapa kali tidak memenuhi panggilan penyidik Pidsus Kejati NTB dalam penyidikan kasus dugaan korupsi LSMC 2023. Komisaris PT Semen Gresik itu mengatakan hanya miskomunikasi saja.
"Karena miskomunikasi saja. Undangannya itu saya tidak terima, ini sebenarnya panggilan yang kedua. Tapi karena undangannya awalnya dikirim ke Semen Gresik, komisaris di sana. Sedangkan kita komisaris kan nggak tiap hari masuk," kata dia.
3. Sejumlah pejabat dan mantan pejabat Pemprov NTB telah diperiksa penyidik

Sebelumnya, penyidik Pidsus Kejati NTB telah memeriksa sejumlah pejabat dan mantan pejabat Pemprov NTB. Antara lain, eks Pj Gubernur NTB Lalu Gita Ariadi, eks Kepala Dinas Pariwisata NTB yang sekarang menjadi Kepala Biro Pemerintahan Setda NTB Jamaludin Maladi. Kemudian eks Inspektur Inspektorat NTB Ibnu Salim dan eks Kepala BPKAD NTB Samsul Rizal.
Eks Pj Gubernur NTB Lalu Gita Ariadi menjelaskan terkait anggaran penyelenggaraan event LSMC 2023. Dia menjelaskan kepada penyidik terkait anggaran Rp24 miliar yang merupakan bantuan pemerintah (banper) melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk mendukung penyelenggaraan LSMC 2023.
Event LSMC digelar pada bulan November 2023. Penyidik Pidsus Kejati NTB menanyakan soal penyelenggaraan LSMC dan kaitannya dengan event internasional Motocross Grand Prix (MXGP). Dia juga ditanya penyidik terkait sumber anggaran dan proses pelaksanaannya.
"Sumber anggaran dari bantuan pemerintah (banper) berupa bantuan program. Program dukungan event yang ada di Kementerian Pariwisata nilainya Rp24 miliar. Nah, itulah yang kita jelaskan kronologinya. Sejarahnya bagaimana, itu yang kita jelaskan," kata Gita.
Eks Sekda NTB itu menjelaskan awalnya diajukan proposal ke Kemenparekraf untuk mendukung MXGP 2023 yang digelar di Sirkuit Samota Sumbawa dan Sirkuit Selaparang, Kota Mataram pada bulan Juni dan Juli 2023. Namun, tidak ada anggaran pada APBN murni 2023 di Kemenparekraf.
Kemudian sekitar bulan September 2023, tersedia anggaran sebesar Rp24 miliar. Oleh pelaksana teknis di Kemenparekraf, tidak bisa melakukan pembayaran event yang sudah berlangsung, karena MXGP 2023 dilaksanakan pada bulan Juni.
Kemudian anggaran sebesar Rp24 miliar digunakan untuk penyelenggaraan LSMC 2023. Gita mengatakan dia dipanggil Kemenparekraf terkait dengan penyelenggaraan LSMC 2023, setelah semua pihak terkait lainnya setuju dilaksanakan LSMC 2023.
"Dan waktu itu saya meng-ACC (menyetujui) karena ada rangkaian memeriahkan HUT NTB supaya ada keramaian. Kita bersyukur ada anggaran waktu itu," terangnya.
Terkait teknis administratif, dia membuat surat pendelegasian kewenangan kepada Kepala Dinas Pariwisata NTB Jamaludin Maladi. Kepala Dinas Pariwisata NTB yang menandatangani perjanjian kerjasama dan pelaksanaan teknis penyelenggaraan LSMC berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Nomor 556-660 Tahun 2023 tanggal 3 Oktober 2023.















![[BREAKING] KPK Segel Ruang Kerja Bupati Lombok Barat](https://image.idntimes.com/post/20260720/upload_6d308a1ce2363b6b6e96193a77d2bb9d_8f192c10-09dc-4b7f-b618-e27207e6d823_watermarked_idntimes-1.jpeg)


