Muntahkan Lava, Gunung Lewotolok di NTT Erupsi Setinggi 600 Meter

- Gunung Ili Lewotolok di Lembata, NTT, berstatus Waspada, erupsi Minggu pagi dengan kolom abu kelabu setinggi 600 meter mengarah tenggara dan terekam selama 82 detik.
- Erupsi berulang juga terjadi pukul 06.11 WITA setinggi 400 meter. Masyarakat dan wisatawan dilarang beraktivitas dalam radius 2 kilometer, serta 3 kilometer di sektor selatan-tenggara.
- PVMBG mencatat ratusan letusan pada 5 dan 1 September, disertai aliran serta endapan lava di sektor timur laut dan selatan-tenggara hingga sekitar 1,8 kilometer dari kawah.
Kupang, IDN Times - Gunung Api Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), menunjukkan aktivitas vulkanis yang kembali meningkat. Gunung api berstatus Level II atau Waspada itu kembali mengalami erupsi pada Minggu (6/9/2026) pagi.
Petugas Pos Pemantauan Gunung Api Ili Lewotolok, Khairul Imam Tarmizi, dalam keterangannya menyampaikan letusan terkuat terjadi pada pukul 06.41 WITA. Kolom letusan mencapai sekitar 600 meter di atas puncak.
Kolom abu berwarna kelabu dengan ketebalan yang cukup padat tersebut condong mengarah ke tenggara dan terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 40 mm berdurasi 82 detik.
Aktivitas ini terjadi setelah erupsi yang disertai dengan aliran lava yang terus-menerus terjadi sejak beberapa hari terakhir.
1. Tak boleh ada aktivitas sekitar 2-3 kilometer dari puncak gunung

Erupsi Gunung Lewotolok pada 1 September 2026. (Dok Magma Indonesia) Ia menjelaskan erupsi terjadi berulang kali dengan intensitas yang bervariasi setelah erupsi terjadi beberapa menit sebelumnya. . Gunung Api Ili Lewotolok sempat erupsi pada pukul 06.11 WITA dengan tinggi letusan 400 meter dan abu kelabu tebal bergerak ke arah barat yang berlangsung selama 40 detik.
Khairul menegaskan masyarakat dan wisatawan tidak boleh melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas gunung.
"Serta radius 3 kilometer pada sektor selatan dan tenggara," tegasnya.
Semua pihak diminta mewaspadai potensi guguran atau longsoran lava dan awan panas di sejumlah sektor.
"Serta menggunakan masker untuk mengantisipasi gangguan pernapasan akibat abu vulkanik," tambahnya.
2. Ada aliran dan endapan lava baru

Gunung Lewotolok keluarkan lava pada 4 September 2026. (Dok Magma Indonesia) Sementara pada Sabtu (5/9/2026) aktivitas erupsi Gunung Ili Lewotolok tercatat mengalami 311 kali letusan selama pukul 00.00-24.00 WITA.
"Teramati 311 kali letusan dengan tinggi 300-500 meter dan warna asap putih dan kelabu. Erupsi disertai gemuruh dan dentuman lemah," demikian laporan PVMBG yang disusun Khairul.
Aktivitas tersebut juga ditandai dengan munculnya aliran lava baru di sektor timur laut. PVMBG mencatat aliran lava baru itu telah mencapai sekitar 500 meter dari bibir kawah.
Endapan lava di sektor timur laut itu juga telah mencapai sekitar 1.100 meter dari bibir kawah. Endapan lava lainnya di sektor selatan-tenggara tercatat sekitar 1.800 meter dari bibir kawah.
3. Sebelumnya dua aliran lava

Gunung Ile Lewotolok alami erupsi atau gempa letusan sebanyak 284 kali dalam sehari. (Dok Magma Indonesia) Gunung Lewotolok sendiri mengalami aktivitas letusan yang tinggi 1 September 2026 yaitu sebanyak 454 kali letusan. Hal itu tercatat dalam periode pengamatan 1 September 2026 pukul 00.00-24.00 WITA.
"Teramati 454 kali letusan dengan tinggi 400-700 meter dan warna asap kelabu. Erupsi disertai gemuruh dan dentuman lemah," tulis laporan Pos Pengamatan Gunung Api Ili Lewotolok.
Aktivitas vulkanik juga ditandai dengan aliran lava di dua sektor. Aliran lava di sektor selatan-tenggara tercatat mencapai sekitar 1,8 kilometer dari bibir kawah, sedangkan aliran lava di sektor timur laut mencapai sekitar 1,1 kilometer dari bibir kawah.


















