- Citilink (QG 603): Kupang (KOE) – Jakarta (CGK)
- Batik Air (ID 6541): Kupang (KOE) – Jakarta (CGK)
- Super Air Jet (IU 797): Kupang (KOE) – Jakarta (CGK)
- Nam Air (IN 661): Kupang (KOE) – Maumere (MOF) (Rotasi pesawat dari CGK)
- Nam Air (IN 631): Kupang (KOE) – Tambolaka (TMC) (Rotasi pesawat dari CGK).
10 Penerbangan Kupang-Jakarta Dibatalkan Inbas Erupsi Gunung Anak Krakatau

- Erupsi dan letupan Gunung Anak Krakatau membatalkan 10 penerbangan dari dan menuju Bandara El Tari Kupang pada Minggu, terdiri dari lima keberangkatan dan lima kedatangan.
- Pembatalan mencakup rute Jakarta, Maumere, dan Tambolaka akibat penyesuaian operasional serta rotasi pesawat; maskapai menyediakan opsi penjadwalan ulang atau pengembalian biaya tiket.
- Angkasa Pura El Tari berkoordinasi dengan pihak terkait demi keselamatan penerbangan, sementara BMKG melaporkan intensitas erupsi sejak 4 September mulai meluruh dan frekuensi letusan diprediksi menurun.
Kupang, IDN Times - Erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan 10 penerbangan yang terdampak pembatalan dari dan menuju Bandara El Tari Kupang pada Minggu (6/9/2026).
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara El Tari, Teguh Darmawan Saiman, menyebut 10 penerbangan yang dibatalkan melingkupi rute penerbangan langsung ke Jakarta (CGK) serta rute regional seperti Maumere (MOF) dan Tambolaka (TMC) akibat rotasi pesawat.
"Terdiri dari lima penerbangan keberangkatan dan lima penerbangan kedatangan," kata dia.
1. Daftar penerbangan yang terdampak

Suasana Bandara Soekarno Hatta di terminal domestik Minggu (6/9/2026) pukul 03.29 WIB. Sebanyak 33 penerbangan internasional dan domestik terganggu akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. (IDN Times/Sunariyah) Bandara El Tari juga telah membuat pengumuman resmi terkait hal tersebut. Rincian jadwal 5 keberangkatan (departure) yang batal mengudara dalam pengumumannya tersebut ialah :
Kemudian 5 penerbangan kedatangan (arrival) menuju Bandar Udara El Tari Kupang yang turut terdampak meliputi:
- Citilink (QG 602): Jakarta (CGK) – Kupang (KOE)
- Batik Air (ID 6540): Jakarta (CGK) – Kupang (KOE)
- Super Air Jet (IU 796): Jakarta (CGK) – Kupang (KOE)
- Nam Air (IN 630): Tambolaka (TMC) – Kupang (KOE) (Rotasi pesawat dari CGK)
- Nam Air (IN 660): Maumere (MOF) – Kupang (KOE) (Rotasi pesawat dari CGK)
Teguh menyampaikan dampak terhadap penerbangan tersebut merupakan bagian dari penyesuaian operasional penerbangan sehubungan dengan kondisi aktivitas Gunung Krakatau.
2. Minta penumpang memantau status terbaru

General Manager Bandara Internasional El Tari Kupang Teguh Darmawan Saiman. (IDN Times/Putra Bali Mula) Terhadap penumpang yang terdampak, tegasnya, pihak maskapai telah memberikan penanganan berupa penjadwalan ulang penerbangan (reschedule) dan atau pengembalian biaya tiket (refund) sesuai dengan ketentuan dan kebijakan masing-masing maskapai.
Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat dan calon penumpang untuk terus memantau perkembangan penerbangan melalui kanal informasi resmi maskapai.
"Serta memastikan status penerbangan sebelum menuju bandara," ungkapnya.
Penumpang dapat menghubungi layanan customer service masing-masing maskapai melalui nomor berikut :
- Batik Air & Super Air Jet: 0811 1938 0888
- Citilink: 0804 1080808
- Nam Air: 0804 1777 777
- Contact Center InJourney Airports: 172
3. Akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait

General Manager Bandara Internasional El Tari Kupang Teguh Darmawan Saiman. (IDN Times/Putra Bali Mula) Saat ini pihak manajemen PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara El Tari Kupang akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait mengenai situasi terkini yang berdampak pada penerbangan.
"Guna mendukung kelancaran dan keselamatan operasional penerbangan pasca erupsi Gunung Anak Krakatau," tukasnya.
Sementara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang meningkat secara intens sejak Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB kini mulai menunjukkan peluruhan. Frekuensi letusan diprediksi akan terus mengalami penurunan dibandingkan puncak intensitas erupsi beberapa hari sebelumnya.



















