Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Putri Mahkota Victoria Kepincut Produk Kain Tenun dan Mutiara Lombok

Kota Mataram
Putri Mahkota Victoria Kepincut Produk Kain Tenun dan Mutiara Lombok
Putri Mahkota Victoria melihat produk kerajinan mutiara Lombok di Bale Kita NTB, Sabtu (5/9/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)
  • Putri Mahkota Swedia Victoria mengunjungi Bale Kita Mataram, tertarik pada tenun NTB berpewarna alami dan serat nanas, serta memesan produk mutiara dan kain tenun.
  • Bale Kita menaungi 300 UMKM. Disperindag NTB akan mengajukan proposal UNDP 2027 untuk membina 100–200 perajin ketak demi meningkatkan kapasitas produksi dan pasokan bahan baku.
  • UNDP mendampingi pemulihan Lombok pascagempa 2018, termasuk petani mete. Produk UMKM kini dipasarkan melalui Bale Kita, Hypermart, UNIQLO, Bandara Lombok, dan MotoGP Mandalika.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mataram, IDN Times - Putri Mahkota Kerajaan Swedia, Victoria mengunjungi pusat promosi dan pemasaran produk unggulan daerah NTB, Bale Kita di Kota Mataram, Sabtu (5/9/2026). Dia melihat produk-produk UMKM lokal seperti kriya, hasil olahan pangan dan produk mutiara Lombok.

Duta Kehormatan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United Nations Development Programme (UNDP) itu kepincut dengan produk kriya NTB berupa kain tenun pewarna alami. Selain itu, dia juga tertarik dan membeli produk kerajinan mutiara Lombok.

​Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB, Lalu Wiranata, mengungkapkan bahwa Putri Mahkota Victoria memborong sejumlah produk khas daerah, seperti kain tenun dan mutiara Lombok. "Ada yang dia pesan tadi produk UMKM, seperti mutiara dan kain tenun. Belum kita cek berapa total belanjaannya," kata Wiranata.

  1. 1. Tertarik kain tenun pewarna alami dan serat nanas

    IMG-20260905-WA0033.jpg
    Produk kain tenun khas Lombok dengan pewarna alami. (IDN Times/Muhammad Nasir)

    Wiranata mengungkapkan bahwa Putri Mahkota Victoria sangat tertarik dengan produk kain tenun tradisional yang menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan. Dia terkesan karena kain tenun NTB memanfaatkan pewarna alami.

    Dia juga sempat menanyakan kain tenun yang terbuat dari serat alam seperti serat nanas. Karena keterbatasan waktu kunjungan, kata Wiranata, Disperindag NTB akan mengirimkan katalog produk-produk unggulan daerah ke Putri Mahkota Victoria.

    "Dia tertarik karena kain tenun itu menggunakan pewarna alami, mereka wajib punya kalau di Eropa. Kemudian dari serat alam nanas dia tanyakan tadi. Tapi karena mungkin belum ada barangnya nanti diorder belakangan," kata dia.

  2. 2. Ajukan proposal pembinaan ratusan perajin ketak ke UNDP

    IMG-20260905-WA0035.jpg
    Putri Mahkota Victoria melihat produk kerajinan mutiara Lombok di Bale Kita NTB, Sabtu (5/9/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

    Wiranata menyebut Bale Kita menaungi sebanyak 300 UMKM dengan daftar tunggu yang terus bertambah untuk bergabung. Pihaknya akan memperkuat sinergi dengan UNDP pada 2027 mendatang.

    Disperindag NTB akan membuat proposal ke UNDP untuk pembinaan sekitar 100 hingga 200 perajin ketak karena saat ini permintaan pasar ekspor cukup tinggi. "Disperindag NTB akan mengajukan proposal untuk pembinaan 100 hingga 200 perajin ketak mengatasi keterbatasan kapasitas produksi serta memastikan ketersediaan pasokan bahan baku," kata dia.

  3. 3. UNDP lakukan pembinaan petani mete untuk pemulihan pascagempa Lombok 2018

    IMG-20260905-WA0027.jpg
    Gedung Bale Kita yang menjadi pusat promosi dan pemasaran produk unggulan daerah NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)

    Wiranata menjelaskan kunjungan Putri Mahkota Victoria itu untuk meninjau program yang telah dilaksanakan sejak gempa Lombok 2018. Sejak masa pemulihan pascagempa, UNDP aktif mendampingi masyarakat khususnya di Lombok Utara terkait pembangunan infrastruktur fisik seperti irigasi dan air bersih, hingga pembinaan petani jambu mete.

    ​Para petani jambu mete kini mampu mengolah dan menghasilkan beragam produk olahan bernilai jual tinggi yang dipasarkan langsung di Bale Kita NTB. Dia menjelaskan kehadiran Bale Kita untuk membantu UMKM yang kesulitan akses pemasaran.

    ​Disperindag NTB kini memperluas jaringan distribusi melalui berbagai kolaborasi dengan sektor swasta dan BUMN. Produk UMKM NTB kini telah menembus Hypermart dan gerai global UNIQLO. Selain itu, pemasaran juga diperluas melalui Bandara Internasional Lombok serta ajang internasional MotoGP di Sirkuit Mandalika bekerja sama dengan MGPA.

    ​"Selama ini keluhan UMKM termasuk binaan UNDP adalah marketing atau pemasaran yang kesulitan. Sekarang kita bukakan pintu pemasaran di Bale Kita. Sekarang kita bantu juga soal kemasan. Kita siapkan peralatan, desain dan lainnya nanti dibantu. Karena mete ini juga salah satu produk unggulan NTB yang besar kuantitasnya," tandas Wiranata.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More