Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gempa M 5,2 Kembali Guncang Flores pada Selasa Siang

Kota Kupang
Gempa M 5,2 Kembali Guncang Flores pada Selasa Siang
Ilustrasi gempa bumi. (IDN Times/Esti Suryani)
  • Gempa tektonik M5,1 berkedalaman 10 kilometer mengguncang wilayah 57 kilometer timur laut Ruteng, NTT, Selasa siang; pembaruan dari informasi awal M5,4 dan tidak berpotensi tsunami.
  • BMKG menyebut gempa dangkal dipicu Flores Back-Arc Thrust dengan mekanisme sesar naik. Guncangan intensitas IV MMI terasa di Lamba Leda, Reok, Reok Barat, Labuan Bajo, hingga Pulau Palue.
  • Gempa ini bagian dari susulan M7,7 Flores sejak 15 Agustus 2026, dengan 13.591 kejadian tercatat. BMKG memperkirakan aktivitas berlanjut 3–4 minggu dan meminta warga mengikuti informasi resmi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kupang, IDN Times - Gempa tektonik berkekuatan magnitudo M5,1 dengan kedalaman 10 kilometer terjadi pukul 11.40.30 WIB atau 12.40.30 WITA, pada Selasa (8/9/2026) siang. Gempa ini terjadi sekitar 57 kilometer timur laut Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Direktur Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menyebut angka ini pembaharuan dari informasi kekuatan gempa sebelumnya M5,4.

"Sementara dari hasil pemodelan tsunami menunjukkan gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," kata Wijayanto dalam keterangan resminya, Selasa (8/9/2026).

  1. 1. Gempa akibat Flores Back-Arc Thrust

    Ilustrasi Gempa Bumi. (IDN Times/Aditya Pratama)
    Ilustrasi Gempa Bumi. (IDN Times/Aditya Pratama)

    Gempa ini, jelas dia, merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas Flores Back-Arc Thrust dan dari analisis mekanisme sumber diketahui gempa ini memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.

    "Meski tidak berpotensi tsunami, guncangan gempa dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah termasuk Pulau Palue," tukasnya.

    Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan atau shakemap, gempa dirasakan dengan intensitas IV MMI di Lamba Leda, Manggarai Timur; Reok, Manggarai; serta Reok Barat, Manggarai hingga Labuan Bajo. Pada skala IV MMI, guncangan pada siang hari dapat dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah.

  2. 2. Masih berlangsung hingga 3-4 minggu

    Tabel informasi gempa susulan setelah gempa Flores hingga 8 September 2026 yang disusun dalam beberapa baris data.
    Tabel gempa susulan gempa Flores hingga 8 September 2026. (IDN Times/Putra Bali Mula)

    Gempa tersebut merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan setelah gempa besar M7,7 mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 pukul 04.58.23 WIB - Selasa (8/9/2026) pukul 11.00 WIB.

    "Tercatat sudah 13.591 aktivitas gempa susulan di wilayah tersebut dengan magnitudo terbesar tercatat mencapai M6,2. Sebanyak 36 gempa susulan memiliki magnitudo di atas 5, dan 180 gempa susulan dilaporkan dirasakan masyarakat," ungkap dia.

    Pihaknya memperkirakan rangkaian gempa masih dapat berlangsung sekitar 3-4 minggu meski aktivitas gempa susulan mulai menunjukkan pola penurunan berdasarkan grafik peluruhan.

  3. 3. BMKG minta warga tidak panik

    Tampak depan kantor BMKG NTT. (IDN Times/ Putra F. D. Bali Mula)
    Tampak depan kantor BMKG NTT. (IDN Times/ Putra F. D. Bali Mula)

    BMKG memastikan akan terus memantau perkembangan terbaru dan mengimbau masyarakat untuk tenang dan tidak mudah terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

    "Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," ujar Wijayanto.

    Pasca terjadinya gempa tadi sejumlah warga mengaku panik termasuk yang berada di wilayah Pulau Palue, Kabupaten Sikka hingga Nagekeo.

    "Pulau Palue juga rasa," kata Citos salah satu wartawan media nasional yang meliput di sana.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More