Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Waspada Kenaikan Harga, Gubernur NTT Ingatkan Dampak Konflik Global dan El Nino

Waspada Kenaikan Harga, Gubernur NTT Ingatkan Dampak Konflik Global dan El Nino
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka disambut Gubernur NTT Melki Laka Lena. (Dok Humas Setda Provinsi NTT)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengimbau warga waspada dan bijak berbelanja akibat kenaikan harga sembako yang dipicu konflik global serta kondisi ekonomi yang menantang.
  • Melki menyoroti keterbatasan fiskal daerah namun tetap memprioritaskan bantuan bagi masyarakat rentan, sambil mengingatkan petani agar hemat air menghadapi ancaman El Nino yang lebih panjang.
  • Data Bank Indonesia NTT mencatat lonjakan harga komoditas strategis seperti cabai, minyak goreng, gula, dan telur, dengan kenaikan tertinggi pada cabai rawit merah mencapai Rp90 ribu per kilogram.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kupang, IDN Times - Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul adanya tren kenaikan harga kebutuhan pokok di wilayah tersebut. Ia menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh dampak konflik global yang mulai terasa serta ancaman fenomena El Nino terhadap sektor pertanian lokal.

Pernyataan tersebut disampaikan Melki saat melangsungkan pertemuan dengan warga di Gereja Katolik Paroki Bunda Orang Miskin, Noelmina, pada Senin (6/4/2026). Dalam kunjungan ke Kabupaten Kupang tersebut, ia berharap masyarakat dapat mengantisipasi tantangan ekonomi dan pangan yang mungkin terjadi di masa mendatang.

1. Imbau warga bantu warga

IMG-20260407-WA0019.jpg
Gubernur NTT saat bertemu umat di Gereja Katolik Paroki Bunda Orang Miskin Kupang. (Dok Humas Setda Provinsi NTT)

Melki mengimbau masyarakat agar lebih bijak mengatur pengeluaran karena kenaikan harga kebutuhan pokok yang sudah mulai tampak sejak sebulan lalu.

“Kondisi dunia tidak sedang baik-baik saja dan dampaknya sudah mulai terasa, harga-harga mulai naik. Karena itu kita harus lebih bijak membelanjakan uang,” ujarnya.

Selain itu ia meminta masyarakat saling memperhatikan, membantu, terutama terhadap warga yang berpotensi mengalami kesulitan ekonomi.

Ia bahkan mendorong peran aktif komunitas, gereja, hingga pemerintah desa untuk mendeteksi secara dini warga yang membutuhkan bantuan agar intervensi bisa tepat sasaran.

“Jangan sampai ada tetangga yang kesulitan makan tapi kita tidak tahu. Kita tidak boleh bersikap apatis,” tegasnya.

2. Keterbatasan fiskal dan ancaman El Nino

Ilustrasi finansial (unsplash.com/Emil Kalibradov)
Ilustrasi finansial (unsplash.com/Emil Kalibradov)

Melki juga mengakui kapasitas fiskal pemerintah daerah memiliki keterbatasan namun ia tetap memprioritaskan bantuan bagi masyarakat rentan selama data penerima manfaat jelas.

“Kalau terdeteksi lebih awal, kita bisa bantu lewat desa, kabupaten, provinsi, bahkan melalui Gereja,” katanya.

Masyarakat pun dimintanya untuk bersiap akan adanya potensi dampak El Nino yang diperkirakan lebih panjang dan lebih panas tahun ini. Untuk itu, kata dia, para petani harus mengelola air secara efisien guna menjaga produktivitas pertanian di tengah ancaman kekeringan.

“El Nino ini biasanya lima tahunan, tapi sekarang bisa lebih cepat dan dampaknya lebih panjang. Karena itu kita harus hemat air dan jaga tanaman yang sudah ada,” ujarnya.

3. Harga beberapa komoditas mengalami kenaikan

IMG-20260205-WA0016.jpg
Polda NTT lakukan inspeksi harga pangan di Pasar Naikoten Kota Kupang. (Dok Humas Polda NTT)

Data Bank Indonesia Kantor Perwakilan NTT sendiri menunjukkan lonjakan harga pada komoditas strategis terutama kelompok cabai, minyak goreng, gula, hingga telur. Data ini dihimpun dari Pasar Oeba dan Pasar Naikoten di Kota Kupang pada Maret lalu dengan kenaikan paling mencolok terjadi pada komoditas cabai.

Harga cabai rawit merah sudah mencapai Rp90 ribu per kilogram. Sementara harga cabai rawit hijau naik ke angka Rp57.500 per kilogram. Keduanya mengalami kenaikan dibanding periode sebelumnya.

Sementara itu, cabai merah besar berada di harga Rp55 ribu per kilogram dan cabai merah keriting Rp56.250 per kilogram. Kenaikan cabai merah bahkan menjadi yang paling tinggi dalam periode bulanan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us

Latest News NTB

See More