Mabes TNI AL Investigasi Benda Mirip Torpedo yang Ditemukan di Lombok

- Benda mirip torpedo bertuliskan aksara Cina ditemukan nelayan di perairan utara Gili Trawangan dan kini diamankan di Lanal Mataram untuk dikirim ke Mabes TNI AL guna investigasi mendalam.
- Hasil pemeriksaan awal Tim Gegana Polda NTB memastikan benda tersebut bukan rudal, tidak mengandung bahan peledak maupun radioaktif, dan saat ini dijaga ketat oleh Polisi Militer Lanal Mataram.
- TNI AL akan meneliti asal usul serta fungsi benda itu melalui tim ahli, sambil mengimbau masyarakat pesisir tetap tenang dan segera melapor jika menemukan benda asing serupa di laut.
Mataram, IDN Times - Banda asing mirip torpedo yang ditemukan nelayan bernama Harianto (28) saat menjaring ikan di perairan Utara Gili Trawangan pada Senin (6/4/2026), telah diamankan ke Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Mataram. Selanjutnya benda asing bertuliskan aksara Cina itu akan dikirim ke Jakarta untuk investigasi mendalam oleh Tim Ahli Mabes TNI AL.
"Saat ini, benda asing itu telah diamankan di Lanal Mataram di bawah pengawasan ketat Polisi Militer jajaran Lanal Mataram. Posisi saat ini dalam kemasan yang segera dikirim ke Mabes AL," kata Komandan Lanal Mataram Kolonel Laut (P) Asep Tri Prabowo di Mataram, Rabu (8/4/2026).
1. Beratnya diperkirakan 2 ton

Dia menjelaskan benda asing tersebut l memiliki panjang 3,7 meter dengan diameter 65 centimeter. Sedangkan beratnya sesuai dengan yang tertulis di benda itu seberat 2.000 kg atau 2 ton.
Asep mengatakan pihaknya berkoordinasi Mabes TNI AL untuk investigasi mendalam terkait spesifikasi teknis benda asing tersebut. Nantinya, Tim Ahli Mabes TNI AL akan mengidentifikasi secara teknis untuk mengetahui fungsi dari cara kerja benda asing mirip torpedo tersebut.
"Sejalan dengan arahan Kepala Staf TNI AL, menegaskan bahwa TNI AL beserta jajarannya berkomitmen menjaga setiap jengkal kedaulatan dan keamanan wilayah laut NKRI serta tidak akan mentolerir segala bentuk aktivitas tanpa izin termasuk penggunaan perangkat bawah air oleh pihak yang tidak berkepentingan," tegasnya.
2. Dipastikan barang tersebut bukan rudal

Asep memastikan benda asing mirip torpedo itu bukan rudal. Karena hasil investigasi awal yang dilakukan Tim Gegana Brimob Polda NTB menggunakan alat yang dimiliki, barang tersebut tidak mengandung bahan radioaktif dan tidak mengandung bahan peledak.
"Dari hasil pemeriksaan awal Tim Gegana Polda NTB bahwa objek atau benda asing ini tidak mengandung bahan peledak atau tidak mengandung bahan radioaktif. Kita yakin keprofesionalan mereka," tegasnya.
Terkait temuan awal, Asep mengatakan pihaknya belum mendapatkan data awal. Pihaknya hanya melakukan pengamanan benda asing tersebut dari pantai hingga Mako Lanal Mataram dengan hati-hati mengantisipasi kerusakan akibat pergeseran.
Kondisinya mengapung saat ditemukan. Beratnya kalau tertulis di situ sekitar 2.000 kg, namun teknisnya kita belum tahu. Untuk melihat lamanya (benda asing) itu nanti tim ahli Mabes TNI AL. Kita hanya mengamankan dan menyerahkan ke tim ahli TNI AL," terangnya.
Asep menambahkan pihaknya belum bisa berspekulasi apakah benda asing itu membahayakan atau tidak dari sisi kedaulatan wilayah maritim. Namun, dia menegaskan bahwa semua kegiatan di wilayah maritim Indonesia baik untuk kepentingan pariwisata dan penelitian akademis semuanya harus berdasarkan izin dari Kementerian Pertahanan (Kemhan).
3. Teliti asal usul benda asing mirip torpedo

Asep mengatakan secara kasat mata ada tulisan aksara Cina pada benda asing mirip torpedo tersebut. Namun untuk memastikan apakah benar benda itu dari Cina, akan diteliti lebih dalam oleh Tim Ahli Mabes TNI AL.
Begitu juga saat ditanya apakah ada kamera atau perangkat elektronik yang ditemukan di benda tersebut, Asep mengatakan pihaknya tidak meneliti sejauh itu. "Secara kasat mata dari luar tidak ada (perangkat elektronik). Tidak membedah lebih dalam, nanti diserahkan ke tim ahlinya," tandasnya.
TNI AL mengimbau seluruh masyarakat pesisir di NTB, tetap tenang, tidak berspekulasi, beraktivitas seperti biasa, serta segera melaporkan jika ada anomali atau benda asing yang sekiranya bisa membahayakan navigasi atau hal yang tidak lazim di wilayah NTB. Benda asing itu ditemukan seorang nelayan bernama Harianto (28), pada Senin (6/4/2026) pukul 08.00 WITA di perairan Utara Gili Trawangan, atau jaraknya 10 mil dari Gili Trawangan.
Kemudian Harianto menghubungi anggota Pospol Gili Trawangan, selanjutnya benda mencurigakan itu dibawa ke pinggir pantai Gili Trawangan pukul 10.00 WITA. Benda tersebut berhasil dievakuasi ke Gili Trawangan, selanjutnya dipasang police line dengan tujuan memastikan kegiatan investigasi awal berjalan dengan prosedur yang berlaku.
"TNI AL menyampaikan apresiasi kepada saudara Harianto karena dengan berani, peduli dan mengapresiasi kewaspadaan masyarakat pesisir," kata dia.
Hal ini menunjukkan masyarakat pesisir di NTB memiliki ketanggapan dan respons terhadap hal-hal yang sekiranya menjadi anomali di wilayah perairan. Di samping itu, hal ini menunjukkan sinergi yang kuat antara masyarakat, TNI AL dan kepolisian dalam menjaga keamanan dan kedaulatan wilayah maritim di NTB.

















