Benda Mirip Torpedo di Gili Trawangan Tidak Mengandung Bahan Peledak

Mataram, IDN Times - Benda mirip torpedo yang ditemukan nelayan di perairan Gili Trawangan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Senin (6/4/2026), tidak mengandung bahan peledak. Hal itu dipastikan setelah dilakukan pengecekan oleh personel Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda NTB.
Sebelumnya, Polres Lombok Utara menerima laporan dari masyarakat terkait penemuan benda yang menyerupai torpedo di perairan Gili Trawangan. Mengingat potensi bahaya yang dapat ditimbulkan, Polres Lombok Utara kemudian meminta bantuan tim Satuan Brimob Polda NTB untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
1. Polisi sebut bukan bom atau bahan peledak

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Mohammad Kholid menjelaskan, setelah dilakukan pengecekan secara mendalam oleh Tim Gegana, benda tersebut dipastikan tidak mengandung bahan berbahaya.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa benda tersebut bukan bom atau bahan peledak maupun radioaktif. Itu merupakan alat pengukur arus air laut di kedalaman tertentu,” kata Kholid di Mataram, Selasa (7/4/2026).
2. Digunakan untuk kepentingan penelitian atau pemantauan kondisi laut

Dia menjelaskan alat tersebut umumnya digunakan untuk kepentingan penelitian atau pemantauan kondisi laut. Alat tersebut biasanya dipasang pada pelampung atau di dasar laut.
Meski tidak berbahaya, benda tersebut tetap diamankan oleh aparat kepolisian guna menghindari kesalahpahaman di masyarakat serta untuk kepentingan identifikasi lebih lanjut.
“Saat ini benda tersebut telah diamankan di Polres setempat,” tambahnya.
Kholid mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan segera melaporkan kepada pihak berwajib apabila menemukan benda mencurigakan di lingkungan sekitar, terutama di kawasan perairan wisata.
3. Kronologi penemuan benda mencurigakan mirip torpedo

Sebelumnya, seorang nelayan menemukan benda mencurigakan menyerupai torpedo saat menjaring ikan di perairan sekitar 16 kilometer utara Gili Trawangan pada Senin (6/4/2026). Benda tersebut dipastikan tidak mengandung bahan peledak maupun radioaktif, namun masih didalami terkait asal-usul dan fungsinya.
Benda tersebut pertama kali ditemukan oleh nelayan bernama Arianto sekitar pukul 10.00 WITA saat menjaring ikan di perairan Gili Trawangan. Karena mencurigakan, benda itu kemudian ditarik dan dibawa ke pesisir, tepatnya di kawasan pantai dekat salah satu hotel.
Saat dilakukan pemeriksaan awal, petugas menemukan label “CSIC” di bagian badan benda serta tulisan beraksara Cina di bagian bawah, yang menguatkan dugaan sebagai perangkat teknologi kelautan.
Secara fisik, benda tersebut memiliki spesifikasi mencolok dengan panjang sekitar 3,7 meter dan diameter 70 sentimeter. Benda asing itu berbentuk silinder menyerupai torpedo yang merupakan ciri yang lazim pada perangkat observasi atau survei bawah laut.
















![[QUIZ] Sudah Tersakiti tapi Masih Bertahan? Cari Tahu Alasannya dari Kuis Ini!](https://image.idntimes.com/post/20251113/pexels-gustavo-fring-4173140_8317ea12-c705-4b40-9e7b-c03fd3b3b51d.jpg)
![[QUIZ] Bagaimana Kepribadianmu saat Sendirian? Cari Tahu di Sini!](https://image.idntimes.com/post/20260404/1000013396_7125005e-5677-451a-8d3d-0ba37705bec5.jpg)
