Perempuan Terseret Air Bah Ditemukan Tewas, Evakuasi hingga Dini Hari

- Lisa Pratiwi, warga Ampenan, ditemukan meninggal dunia setelah tiga hari hilang terseret air bah di Air Terjun Tibu Ijo, Lombok Barat.
- Proses evakuasi berlangsung hingga dini hari karena medan sulit dan jasad korban terjepit batu besar, melibatkan berbagai tim SAR dan instansi terkait.
- Peristiwa bermula saat korban berwisata bersama temannya; hujan deras memicu air bah yang menyeret keduanya, namun hanya rekannya berhasil selamat.
Mataram, IDN Times - Perempuan asal Ampenan, Kota Mataram bernama Lisa Pratiwi (25) yang hilang terseret air bah saat berwisata di Air Terjun Tibu Ijo, Desa Kekait, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat pada Minggu (5/4/2026), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Selasa (7/4/2026). Proses evakuasi jenazah korban membutuhkan waktu yang cukup lama hingga Rabu (8/4/2026) dini hari.
Koordinator Lapangan Kantor SAR Mataram, Ida Bagus Netra Adnyana, mengatakan korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah upaya pencarian memasuki hari ketiga. Jasad korban ditemukan di aliran sungai sekitar 200 meter dari lokasi kejadian.
1. Kondisi medan membuat proses evakuasi berlangsung hingga dini hari

Netra mengungkapkan kondisi medan yang sulit membuat proses evakuasi berlangsung hingga dini hari. Korban ditemukan terjepit di antara bebatuan sehingga menjadi kendala utama proses evakuasi di lapangan.
"Korban ditemukan dalam posisi terjepit batu besar di aliran sungai. Karena kondisi tersebut, tim di lapangan harus berkoordinasi untuk menggunakan ekskavator guna memudahkan proses evakuasi jasad korban dari himpitan batu," jelas Netra.
2. Waspada beraktivitas di aliran sungai

Setelah berhasil dievakuasi pada pukul 00.15 WITA, jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara menggunakan ambulans untuk penanganan lebih lanjut. Netra mengimbau masyarakat untuk selalu waspada saat beraktivitas di area aliran sungai, terutama saat cuaca mendung dan cuaca ekstrem.
Operasi SAR pencarian korban melibatkan koordinasi erat antara berbagai pihak. Di antaranya, Tim Rescue Kantor SAR Mataram, Polres Kota Mataram, Koramil Gunung Sari, BPBD Lombok Barat, Camat Gunung Sari, Polsek Gunung Sari, Tim Medis Rumah Sakit Bhayangkara, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, perangkat desa, relawan, serta masyarakat setempat.
3. Kronologi korban terseret air bah saat berwisata ke Air Terjun Tibu Ijo

Peristiwa bermula saat korban datang bersama temannya ke lokasi wisata air terjun Tibu Ijo pada Minggu (5/4/2026) sekitar pukul 13.00 WITA. Saat hendak kembali, cuaca di lokasi berubah mendung disertai hujan.
Korban bersama rekannya menyeberangi sungai saat kondisi mulai hujan, kemudian datang air bah dengan arus sangat deras. Berdasarkan keterangan teman korban, keduanya sempat bertahan dengan berpegangan pada batu besar. Teman korban bahkan mencoba mengikat tangan korban menggunakan jaket agar tidak terlepas.
Upaya tersebut tidak bertahan lama karena arus semakin kuat, hingga keduanya terseret dan terpisah. Teman korban berhasil selamat setelah mendapat bantuan warga sekitar. Sementara korban hilang terbawa arus dan tidak terlihat lagi. Teman korban sempat mencari, namun tidak menemukan keberadaan korban.

















