Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

29 Warga Diduga Keracunan MBG di Bima, Dinkes Lakukan Investigasi

29 Warga Diduga Keracunan MBG di Bima, Dinkes Lakukan Investigasi
Salah satu balita yang dirawat di Puskesmas Wera Kabupaten Bima diduga keracunan MBG. (dok. Istimewa)
Intinya Sih
  • Sebanyak 29 warga di Nangawera, Bima, NTB diduga keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis dan langsung dirawat intensif di Puskesmas Wera.
  • Korban terdiri dari balita hingga orang dewasa dengan gejala muntah, sakit perut, dan diare setelah mengonsumsi menu nasi, telur ceplok berbumbu, nugget, timun, kemangi, serta jeruk santang.
  • Dinkes NTB dan Kabupaten Bima melakukan investigasi menyeluruh dengan pengamanan sampel makanan dan uji laboratorium sambil memantau kondisi korban yang kini telah dipulangkan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Mataram, IDN Times - Sebanyak 29 warga di wilayah Nangawera, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) diduga keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Sabtu (4/4/2026). Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi NTB melakukan Koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bima terkait dugaan keracunan makanan MBG tersebut.

"Hingga laporan sementara ini disusun, tercatat sebanyak 29 orang menjadi korban dan langsung mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas Wera," kata Kepala Dinkes NTB dr. Lalu Hamzi Fikri dikonfirmasi di Mataram, Senin (6/6/2026).

1. Gejala awal muntah dan diare

1775463593472.jpg
Salah satu korban yang dirawat di Puskesmas Wera diduga keracunan MBG. (dok. Istimewa)

Dia menjelaskan kronologi kejadian tersebut bahwa kasus pertama dilaporkan pada Sabtu (4/4/2026) pukul 15.00 WITA, saat seorang anak menunjukkan gejala muntah dan diare. Pasien lain mulai meningkat secara signifikan pada pukul 17.00 hingga 22.00 WITA.

Kemudian disusul dua orang pasien pada Minggu (5/4/2026) yang dirawat di puksesmas sekitar pukul 23.00 WITA. Berdasarkan identifikasi petugas, seluruh korban memiliki riwayat mengonsumsi makanan dari dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan melalui posyandu setempat.

2. Korban mulai dari balita hingga orang dewasa

IMG_20250819_121940_154.jpg
Kepala Dinkes NTB dr. Lalu Hamzi Fikri. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Dari total 29 korban yang dirawat di Puskesmas Wera, mayoritas adalah anak usia dini, dengan rincian Balita (TK/PAUD) 24 orang, Siswa SMP 1 orang, Ibu Hamil 1 orang dan dewasa 3 orang

Gejala berupa muntah, sakit perut, dan diare muncul setelah korban mengonsumsi menu yang terdiri dari nasi, telur ceplok berbumbu, nugget, timun, kemangi, dan jeruk santang. Makanan tersebut dimasak pada pukul 02.00 dini hari dan didistribusikan ke penerima manfaat antara pukul 08.00 hingga 09.00 WITA.

"Variasi waktu konsumsi oleh warga antara pagi hingga sore hari diduga memengaruhi waktu munculnya gejala pada tiap korban," jelasnya.

3. Lakukan investigasi menyeluruh

IMG_20260119_172127_146.jpg
Ilustrasi siswa mendapatkan MBG pada salah satu sekolah di Kota Mataram. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Dia menjelaskan langkah penanganan yang dilakukan adalah dengan perawatan medis bagi korban, pengamanan sampel, dan uji laboratorium sampel. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Wera untuk mencegah dehidrasi dan perburukan kondisi.

Saat ini, seluruh pasien telah dipulangkan dan dalam kondisi baik. Tim Surveilans Dinkes Kabupaten Bima mengamankan sampel makanan dari lokasi kejadian dan dikirim ke Labkesda Kabupaten Bima untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Saat ini, otoritas kesehatan masih menunggu hasil resmi laboratorium untuk memastikan penyebab pasti keracunan. Pihak Puskesmas Wera bersama dinas terkait terus memantau perkembangan kondisi korban dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang sambil menunggu hasil investigasi menyeluruh.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us

Latest News NTB

See More