Polda NTB Berikan Perhatian Khusus pada Penyerangan di Meninting

Mataram, IDN Times - Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) memberikan perhatian khusus pada kasus penyerangan yang menimpa warga Montong Buwuh, Desa Meninting, Lombok Barat, pada Jumat malam (10/5/2024) pekan lalu.
Polda NTB memastikan bahwa Polres Lombok Barat segera mengambil tindakan cepat untuk menegakkan hukum dan menjaga situasi tetap kondusif.
Berbagai upaya penyelesaian dengan kehati-hatian terus dilakukan, dengan harapan kejadian serupa tidak terulang kembali. Terlebih beberapa bulan ke depan, Indonesia, termasuk NTB, akan menggelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak.
1. Back up Polres Lombok Barat tangani kasus penyerangan warga Meninting

Kabid Humas Polda NTB Komisaris Besar Pol Rio Indra Lesmana membantah informasi beredar di lapangan, di mana pihaknya mengambil alih proses penyidikan kasus penyerangan ini. Kasus penyerangan warga Montong Buwuh Meninting ini masih dalam penanganan Polres Lombok Barat.
"Kami ingin menjelaskan bahwa tidak ada pemindahan kasus ke Polda NTB. Namun demikian, kami tetap memberikan dukungan dan mem-back-up Polres Lombok Barat dalam penanganan kasus ini," tegas Rio di Mataram, Rabu (15/5/2024).
2. Warga diminta tidak blokir jalan

Rio mengimbau masyarakat tidak terprovokasi dengan isu yang beredar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing emosi.
Menurut Rio, tindakan blokir atau penutupan jalan atau perilaku anarkis tidak akan ditoleransi. "Kami sangat menentang penutupan jalan raya karena hal itu mengganggu aktivitas masyarakat lain," tandasnya.
Untuk itu, pihaknya sangat mengharapkan kerja sama antara masyarakat dan kepolisian, untuk menjaga keamanan dan ketertiban bersama. Pada Rabu (15/5/2024), warga Meninting memblokir jalan menuju Senggigi, untuk mendesak Polres Lombok Barat segera menangkap pelaku penyerangan terhadap warga Dusun Montong Buwuh Desa Meninting.
3. Dua warga Meninting luka-luka diserang pakai sajam

Sebelumnya, dua warga Dusun Buwuh, Desa Meninting, Lombok Barat mengalami luka-luka akibat diserang dengan senjata tajam (sajam) oleh massa yang datang dari salah satu desa di Lombok Tengah pada Jumat malam (10/5/2024). Penyerangan tersebut menyebabkan keributan di Desa Meninting, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat sekitar pukul 23.00 WITA.
Kapolres Lombok Barat Ajun Komisaris Besar Pol Bagus Nyoman Gede Junaedi mengatakan, pihaknya menangani kasus ini dengan serius. Berdasarkan informasi yang dihimpun, keributan ini bermula dari kesalahpahaman di jalan raya antara warga setempat dan warga yang diduga berasal dari salah satu desa di Kabupaten Lombok Tengah.
Massa yang diduga berasal dari Lombok Tengah kemudian mendatangi Desa Meninting dengan membawa sajam dan melakukan penyerangan. Akibatnya, dua warga Dusun Montong Buwuh mengalami luka-luka, yakni inisial S (34), mengalami luka robek di telapak tangan kiri dan MM (65), mengalami luka tebas di bagian belakang kepala. Massa pun merusak warung pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang jalan Montong Buwuh.



















