Foto peserta pawai rimpu saat masuk ke halaman Kantor Wali Kota Bima (IDN Times/Juliadin)
Peserta pawai rimpu bernama Hartati kepada IDN Times mengaku cukup semangat mengikuti pawai rimpu budaya tahun 2022. Setelah dua tahun terakhir ditunda karena pengaruh pandemik Covid-19.
"Alhamdulilah, tahun ini bisa dilaksanakan kembali. Semangat sudah pasti, kalau gak tidak mungkin bisa seramai ini pesertanya," ungkap dia saat ditemui di lokasi, Sabtu (27/8/2022).
Warga Kelurahan Dara Kecamatan Rasana'e Barat ini berharap kepada pemerintah agar tidak hanya sekali gelar pawai rimpu. Paling tidak ia minta dihelat dua hingga tiga kali dalam setahun, supaya budaya ini tetap melekat pada generasi muda.
"Kalau gak, khawatirnya kami budaya rimpu tertelan oleh budaya asing. Makanya perlu dilestarikan secara terus-menerus," akunnya.
Senada juga disampaikan peserta lain, Samsidawati. Pawai rimpu tahun ini diakui cukup ramai peserta yang ikut terlibat. Halaman Kantor Wali Kota hingga sejumlah ruas jalan disesaki para peserta dari berbagai kelurahan.
"Luar biasa pokoknya pawai rimpu tahun ini. Lihat saja massa yang ikut, ramai kan. Ini baru di halaman Kantor Wali Kota, belum lagi yang di luar sana sedang jalan menuju di sini," terangnya.
Dia berharap, dengan adanya kegiatan pawai rimpu ini dapat memantik semangat warga Kota Bima untuk terus melestarikan budaya. Tidak hanya saat kegiatan pawai seperti ini, tapi juga diharapkan mengenakan rimpu dalam kehidupan sehari-hari.
"Malah menurut sy lebih nyaman pakai rimpu begini, ketimbang pakai jilbab modern sekarang ini," beber ibu dua anak ini.