Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Polda NTT Raih 2 Rekor MURI Lewat Terapi Kesehatan Mental USEFT
Program Terapi USEFT di Polda NTT torehkan dua Rekor MURI. (IDN Times/Putra Bali Mula)
  • Polda NTT meraih dua rekor MURI sebagai pelopor penerapan terapi kesehatan mental USEFT dan pelaksana dengan jumlah peserta terbanyak mencapai 11.663 orang di 22 wilayah kerja.

  • Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko menegaskan tujuan utama program USEFT adalah memperbaiki kesehatan mental anggota Polri dan masyarakat, bukan sekadar mengejar rekor atau penghargaan.

  • Polda NTT mendirikan Rumah Bahagia sebagai pusat terapi mental yang dikelola Bhayangkari Daerah NTT, melatih tenaga kesehatan bersertifikat untuk memberikan layanan USEFT secara berkelanjutan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Polda Nusa Tenggara Timur meraih dua Rekor Dunia MURI atas pelaksanaan terapi kesehatan mental Ultimate The Source Body, Mind & Soul Emotional Freedom Technique (USEFT) bagi anggota Polri dan masyarakat.
  • Who?
    Kapolda NTT Irjen Pol. Rudi Darmoko menerima penghargaan dari Direktur Operasional MURI Yusuf Ngadri, dengan dukungan Ketua Bhayangkari Daerah NTT Vily Rudi Darmoko serta tenaga kesehatan terlatih sebagai terapis.
  • Where?
    Penyerahan rekor berlangsung di Markas Polda NTT, Kupang, dan pelaksanaan terapi USEFT dilakukan di 22 satuan kerja wilayah Polda NTT termasuk Rumah Sakit Bhayangkara Kota Kupang.
  • When?
    Kegiatan penyerahan penghargaan dilakukan pada Sabtu, 4 Juli 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Program terapi USEFT telah dimulai sejak 12 Juni 2026.
  • Why?
    Penerapan terapi ditujukan untuk meningkatkan kesehatan mental anggota Polri dan masyarakat agar lebih stabil secara emosional serta mampu memberikan pelayanan yang humanis dan efektif kepada publik.
  • How?
    Polda NTT melaksanakan terapi USEFT secara berseri dengan pendekatan tubuh, pikiran, jiwa, dan emosi. Program ini menjangkau 11.663 peserta dan didukung fasilitas Rumah Bahagia sebagai pusat layanan kesehatan mental.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Polda NTT bikin terapi buat bantu orang supaya hatinya senang dan pikirannya tenang. Banyak polisi dan orang ikut, sampai lebih dari sebelas ribu. Karena itu mereka dapat dua rekor dari MURI. Pak Rudi dan Bu Vily yang pimpin tempat terapinya di Rumah Bahagia. Sekarang banyak orang jadi lebih tenang dan bisa bantu teman lain juga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kupang, IDN Times - Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) meraih dua rekor dari Museum Rekor Indonesia (MURI) melalui program terapi kesehatan mental Ultimate The Source Body, Mind & Soul Emotional Freedom Technique (USEFT). Penghargaan tersebut diserahkan langsung Direktur Operasional MURI, Yusuf Ngadri, kepada Kapolda NTT Irjen Pol. Rudi Darmoko di Markas Polda NTT, Sabtu (4/7/2026).

Penyerahan penghargaan itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Program terapi kesehatan mental tersebut dinilai sebagai inovasi yang tidak hanya menyasar personel Polri, tetapi juga masyarakat umum yang membutuhkan pendampingan psikologis.

1. Polda pertama terapkan USEFT

Kapolda NTT, Irjen Pol Rudi Darmoko, sempat tawari dr. Icha terapi kesehatan mental. (IDN Times/Putra Bali Mula)

Polda NTT mencatatkan dua rekor sekaligus, yakni sebagai polda pertama di Indonesia yang menerapkan terapi kesehatan mental USEFT bagi anggota Polri dan masyarakat. Selain itu, Polda NTT juga mendapat pengakuan sebagai pelaksana terapi kesehatan mental secara berseri dengan jumlah peserta terbanyak.

Direktur Operasional MURI, Yusuf Ngadri, mengatakan program yang dimulai sejak 12 Juni 2026 itu telah menjangkau 11.663 peserta. Mereka terdiri dari anggota Polri dan masyarakat yang tersebar di 22 satuan kerja wilayah hukum Polda NTT.

Yusuf menjelaskan, tim MURI telah melakukan verifikasi langsung terhadap pelaksanaan terapi USEFT yang digelar secara berkelanjutan di seluruh wilayah kerja Polda NTT. Berdasarkan hasil verifikasi itu, MURI menetapkan program tersebut sebagai rekor dunia.

"Sehingga metode terapi USEFT di Polda NTT ini kami catat sebagai Rekor Dunia," ujarnya.

2. Kapolda sebut rekor bukan tujuan utama

Program Terapi USEFT di Polda NTT torehkan dua Rekor MURI. (Humas Polda NTT)

Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko menegaskan pencapaian rekor MURI bukan tujuan utama dari penerapan terapi tersebut. Menurutnya, fokus utama program itu adalah membantu memperbaiki kesehatan mental anggota Polri yang kerap menghadapi tekanan tugas, serta masyarakat yang membutuhkan pendampingan.

Rudi menilai beban kerja aparat kepolisian sering kali memunculkan tekanan psikologis yang tidak terlihat. Karena itu, ia ingin terapi USEFT menjadi salah satu jalan untuk mengubah energi negatif menjadi hal yang lebih positif.

"Semua energi negatif itu ingin kami ubah menjadi lebih berwarna dan penuh harapan," ujarnya.

Ia berharap kesehatan mental yang lebih stabil dapat membuat pelayanan anggota Polri menjadi lebih humanis dan maksimal. Menurutnya, polisi tidak hanya bertugas mengayomi, tetapi juga hadir sebagai pendengar dan penolong bagi masyarakat.

"Karena pengabdian terbaik adalah ketika kita mampu memberikan manfaat bagi orang lain," tandasnya.

3. Rumah Bahagia jadi pusat terapi mental

Program Terapi USEFT di Polda NTT torehkan dua Rekor MURI. (Humas Polda NTT)

Sebagai bentuk keseriusan menjalankan program ini, Polda NTT mendirikan Rumah Bahagia di lingkungan Mapolda NTT. Fasilitas itu menjadi pusat layanan terapi kesehatan mental bagi personel Polri maupun masyarakat umum.

Rumah Bahagia ditangani langsung Ketua Bhayangkari Daerah NTT, Vily Rudi Darmoko, yang juga terlibat dalam pembinaan dan praktik terapi USEFT. Metode ini menggabungkan pendekatan tubuh, pikiran, jiwa, dan emosi untuk membantu seseorang mengatasi tekanan psikologis.

Rudi mengatakan sejumlah tenaga kesehatan kini juga telah mendapatkan sertifikat sebagai terapis USEFT. Mereka sebelumnya menjalani pelatihan di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Kupang agar bisa memberikan pelayanan yang lebih optimal.

"Sehingga mereka bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi pasien yang dimulai dari kesehatan mental mereka terlebih dahulu," ungkap Rudi.

Sementara itu, Vily Rudi Darmoko mengatakan tantangan terbesar dalam terapi ini justru terletak pada kesiapan klien untuk menyadari masalahnya. Menurut dia, keberhasilan terapi sangat bergantung pada kemauan seseorang untuk pulih.

"Kuncinya yang bersangkutan atau klien menyadari dulu ada masalah yang menggangu hidupnya dan ada keinginan untuk sembuh. Kita sebagai terapis akan membimbing dan kalau ditanya tantangan tentunya tidak ada karena kembali pada yang bersangkutan mau atau tidak untuk sembuh," jelas dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article