Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tebing Pemisah Kawah Danau Tiga Warna Longsor, Ini Penyebabnya!
Longsor di tebing kawah Danau Kelimutu alami longsor. (Dok istimewa)
  • PVMBG memastikan longsor pada dinding selatan pemisah Kawah I dan Kawah II Danau Kelimutu bukan akibat peningkatan aktivitas vulkanik, melainkan pelapukan batuan dan rekahan.
  • Gunung Kelimutu berstatus Level I atau Normal hingga 5 Agustus 2026; kegempaan, warna air, dan suhu kawah tidak menunjukkan perubahan signifikan.
  • PVMBG mengimbau pengunjung tidak melewati pagar, mendekati kawah atau sumber gas, maupun bermalam di area kawah, serta meminta pemantauan terkoordinasi dengan pemerintah daerah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Longsor terjadi pada sebagian dinding sisi selatan tebing pemisah Kawah I Tiwu Ata Polo dan Kawah II Tiwu Koofai Nuwamuri di Danau Kelimutu.
  • Who?
    PVMBG, dipimpin Kepala PVMBG Siti Sumilah Rita Susilawati, memeriksa kondisi longsoran; masyarakat, wisatawan, Pemerintah Kabupaten Ende, dan BPBD Ende mendapat imbauan keselamatan.
  • Where?
    Di tebing pemisah dua kawah Danau Tiga Warna, kawasan Gunung Kelimutu, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.
  • When?
    PVMBG menyampaikan keterangan pada Kamis, 6 Agustus 2026. Hingga 5 Agustus 2026, tidak terdeteksi peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Kelimutu.
  • Why?
    Longsoran kemungkinan dipicu pelapukan batuan dan rekahan yang membuat dinding tebing tidak stabil, bukan akibat peningkatan aktivitas vulkanik.
  • How?
    PVMBG meminta pengunjung tidak melewati pagar, mendekati bibir kawah atau titik gas, maupun bermalam di area kawah; Pemkab Ende dan BPBD diminta terus berkoordinasi untuk pemantauan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Tebing di antara dua danau kawah Kelimutu di Ende longsor. PVMBG bilang ini karena batuannya sudah rapuh dan retak, bukan karena gunungnya makin aktif. Gunung Kelimutu masih normal. Orang yang datang diminta jangan melewati pagar, jangan dekat kawah atau gas, dan jangan tidur di sana.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kupang, IDN Times - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah memastikan longsoran yang terjadi pada tebing pemisah dua kawah Danau Tiga Warna atau Danau Kelimutu, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kepala PVMBG, Siti Sumilah Rita Susilawati, dalam keterangan persnya menyebut longsor yang terlihat sebagaimana video yang beredar di media sosial terjadi pada sebagian dinding sisi selatan yang memisahkan Kawah I (Tiwu Ata Polo) dan Kawah II (Tiwu Koofai Nuwamuri).

"Penyebab pastinya bukan akibat peningkatan aktivitas vulkanik. Longsoran tersebut kemungkinan disebabkan oleh proses pelapukan batuan dan adanya rekahan yang mengakibatkan dinding menjadi tidak stabil," kata Rita, Kamis (6/8/2026).

1. Dalam status Level I

Danau Kelimutu pasca longsor pada tebing kawah 5 Agustus 2026. (Dok PVMBG)

Untuk aktivitas vulkanik sendiri tidak terdeteksi hingga 5 Agustus 2026 pada danau yang merupakan bagian dari gunung vulkanik ini. Saat ini Gunung Kelimutu masih berstatus Level I atau Status Normal.

"Sampai saat ini tidak terjadi peningkatan yang signifikan dari aktivitas kegempaan, warna maupun suhu kawah," ujarnya.

Berdasarkan pemeriksaan lapangan tim PVMBG juga mengungkap aktivitas kegempaan, perubahan warna air kawah, maupun suhu kawah Danau Tiga Warna masih berada dalam kondisi normal.

2. Imbauan untuk pengunjung, masyarakat dan pemerintah

Danau Kelimutu pasca longsor pada tebing kawah 5 Agustus 2026. (Dok PVMBG)

Kendati dalan status Normal aktivitas vulkaniknya, PVMBG mengingatkan masyarakat dan wisatawan agar tidak melewati pagar pembatas, tidak mendekati bibir kawah maupun titik-titik keluarnya gas, serta tidak bermalam di area kawah karena berpotensi terpapar gas beracun.

"Pengunjung wajib mematuhi aturan keselamatan selama berada di kawasan wisata Kelimutu," tegas Rita.

Selanjutnya PVMBG meminta Pemerintah Kabupaten Ende dan Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Ende untuk terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Kelimutu di Desa Waturaka serta PVMBG di Bandungm

"Untuk terus memantau perkembangan aktivitas gunung ini," tandasnya.

3. Longsor pernah terjadi pada Januari 2026

Danau Kelimutu (unsplash.com/Yub 12)

Tebing Danau Kelimutu sebelumnya juga sempat longsor hingga menyebabkan gelombang dalam Kawah II (Tiwu Koofai Nuwamuri) pada pertengahan Januari 2026. Kejadian pada tebing di sisi timur laut kawah ini pun sempat menghebohkan jagat maya setelah video peristiwa itu ramai beredar.

PVMBG pada saat itu menjelaskan longsornya tebing kawah Danau Kelimutu ini akibat curah hujan dengan intensitas tinggi, bukan karena peningkatan aktivitas vulkanik.

Gunung Kelimutu merupakan gunung api tipe strato dengan ketinggian 1.384,5 meter di atas permukaan laut yang memiliki tiga danau kawah, yakni Tiwu Ata Polo, Tiwu Koofai Nuwamuri, dan Tiwu Ata Bupu. Ketiga danau tersebut dikenal sebagai Danau Tiga Warna dan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di NTT.

Curated For You

Editorial Team

Related Article