Wisatawan tujuan Gili Trawangan menunggu public boat di Pelabuhan Bangsal. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB Lalu Moh. Faozal mengatakan penerapan one gate system memang masih butuh persiapan, terkait dengan kesiapan transportasi lokal atau public boat yang dikelola Koperasi Karya Bahari di Pelabuhan Bangsal. Standarisasi transportasi lokal ini, kata Faozal, butuh investasi.
Untuk itu, pihaknya akan membahas apakah one gate system segera diberlakukan atau opsi lainnya yaitu one gate payment. "Jadi, satu tiket bisa dia meng-cover beberapa aktivitas. Sekarang yang dikeluhkan Lombok Utara itu soal retribusi. Nanti dalam one gate payment, dia dapat retribusi, passenger (penumpang) tidak bingung," jelas Faozal.
Dengan opsi penerapan one gate payment, maka akan sama seperti di pelabuhan penyeberangan. Penumpang atau turis tidak lagi membayar di banyak loket tetapi cukup dalam satu tiket ketika memasuki kawasan Gili Tramena. Namun, Pemda juga mendapatkan retribusi begitu juga transportasi lokal yang dikelola Koperasi Karya Bahari.
"Tapi untuk membuat pembagian kuenya merata karena ini persoalan kue, transportasi lokal jadi penonton. Maka one gate payment, salah satu opsinya. Koperasi karya Bahari tidak ngangkut tapi dapat porsi. Porsinya Koperasi Karya Bahari jadi organizer tiket, porter, air untuk kapal dia ngurus, BBM untuk kapal dia ngurus, itu bagian dari pembagian kue," terangnya.