Puncak Arus Mudik Lebaran di Bandara Lombok Diprediksi 17 Maret 2026

- Bandara Internasional Lombok membuka Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran 2026 yang beroperasi 13–30 Maret, dengan puncak arus mudik diprediksi pada 17 Maret dan arus balik pada 29 Maret.
- Trafik pesawat diproyeksikan naik 28,2 persen menjadi 1.454 pergerakan, penumpang mencapai 136.255 orang, dan kargo meningkat menjadi 702 ton dibanding periode Lebaran sebelumnya.
- Posko melibatkan berbagai instansi seperti TNI, Polri, BMKG, dan maskapai untuk memantau operasional bandara secara intensif demi menjaga keselamatan, keamanan, serta kenyamanan penumpang selama periode Lebaran.
Lombok Tengah, IDN Times - PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) atau Bandara Internasional Lombok resmi membuka Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi yang akan beroperasi selama 18 hari kedepan, mulai 13 hingga 30 Maret 2026.
Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-4 Lebaran atau Selasa, 17 Maret 2026 dengan proyeksi jumlah penumpang mencapai sekitar 9.096 penumpang. Sedangkan puncak arus balik diperkirakan terjadi pada H+7 Lebaran atau Minggu, 29 Maret 2026 dengan proyeksi jumlah penumpang mencapai sekitar 9.808 penumpang.
1. Trafik pergerakan pesawat diproyeksikan 1.454 pergerakan

General Manager Bandara Internasional Lombok, Aidhil Philip Julian mengungkapkan berdasarkan data operasional, pada periode Posko Angkutan Udara Lebaran tahun sebelumnya, Bandara Lombok mencatat sebanyak 1.134 pergerakan pesawat, 130.883 penumpang, serta 660 ton kargo.
Sementara itu, pada periode Angkutan Udara Lebaran 2026, diproyeksikan terdapat peningkatan trafik pergerakan pesawat yang mencapai 1.454 pergerakan atau meningkat 28,2 persen. Kemudian, pergerakan penumpang mencapai 136.255 orang atau meningkat 4,1 persen, serta kargo yang mencapai 702 ton atau meningkat 6,4 persen dibandingkan periode sebelumnya.
2. Pantau bandara secara intensif

Pembukaan posko ditandai dengan pelaksanaan apel bersama pada Jumat (13/3/2026) melibatkan seluruh pemangku kepentingan di lingkungan bandara. Antara lain Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV, TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Basarnas, BMKG, Perum LPPNPI, Bea Cukai, Imigrasi, Badan Karantina Indonesia, Balai Kekarantinaan Kesehatan, maskapai penerbangan, ground handling, serta komunitas bandara lainnya.
Aidhil menyampaikan pembentukan posko ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor IR-DJPU 01 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Angkutan Udara Lebaran Tahun 2026. Melalui Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran ini, pihaknya melakukan pemantauan operasional bandara secara intensif serta memperkuat koordinasi lintas instansi guna memastikan kelancaran operasional selama periode Angkutan Lebaran.
"Dalam pelaksanaannya, kami tetap mengedepankan prinsip 3S + 1C yaitu Safety, Security, Service, dan Compliance, demi menjaga keselamatan, keamanan, serta kenyamanan seluruh pengguna jasa bandara,” ujarnya.
3. Arus mudik dan balik lebaran diharapkan berjalan lancar

Aidhil menyatakan Bandara Internasional Lombok bersama seluruh stakeholder berkomitmen untuk memastikan seluruh rangkaian operasional selama periode angkutan Lebaran berjalan dengan lancar, aman, dan tertib. Serta dapat memberikan pengalaman perjalanan udara yang nyaman bagi seluruh pengguna jasa.
"Dengan dukungan sinergi seluruh stakeholder, kami berharap pelaksanaan Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran 2026 dapat berlangsung optimal serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang melakukan perjalanan melalui BIZAM," kata dia.


















