Pulang dari Rantau, Warga Lotim Malah Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

Lombok Timur, IDN Times - Tragedi mengenaskan terjadi di Dusun Kokok Daya, Desa Teros, Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur Nusa Tenggara Barat (NTB). Pria paruh baya inisial M (54) ditemukan meninggal dunia gantung diri di plafon dapur pada Kamis 18 Januari 2024 pukul 20.45 Wita.
Meninggalnya M diketahui setelah anak kandungnya datang menjenguk dan menemukan rumah dalam keadaan terkunci. Anak tersebut bersama tetangga berusaha mencari korban, tetapi tak berhasil menemukan keberadaannya.
1. Korban mengunci pintu dapur saat bunuh diri

Setelah inisiatif dari salah satu warga yang mengintip ke dalam dapur melalui lubang ventilasi, korban ditemukan dalam keadaan tergantung.
"Korban sengaja mengunci seluruh pintu rumah dari dalam," ungkap Kasi Humas Polres Lotim Inspektur Satu Nicolas Usman.
2. Baru sebulan pulang dari rantauan

Dari informasi warga setempat, diketahui bahwa korban baru pulang dari rantau, yaitu daerah Riau, satu bulan sebelum kejadian. Setelah kembali, M tinggal sendirian karena istrinya telah meninggal dunia. Meskipun tidak terlihat tanda-tanda stres pada korban, warga sering melihatnya melamun sendirian.
"Meskipun keluarga menolak autopsi, kita menyarankan agar dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian. Namun, mereka menerima kematian korban sebagai takdir," tambah Nicolas.
3. Hotline RSJ Mutiara Sukma jika merasa ingin bunuh diri

Depresi adalah masalah serius. Jika anda atau seseorang yang anda kenal merasakan kecenderungan untuk melakukan tindakan bunuh diri, segera hubungi pihak terkait seperti psikolog, psikiater, atau klinik kesehatan jiwa.
Warga NTB dapat menghubungi hotline pencegahan bunuh diri RSJ Mutiara Sukma di nomor 087757972020 atau melalui aplikasi di Play Store. Aplikasi Mutiara Sukma RSJMS menyediakan layanan konsultasi gratis dengan dokter atau psikiater berpengalaman. Selain itu, konseling kesehatan jiwa juga tersedia di rumah sakit umum, puskesmas, biro psikologi, dan secara online.
Berbagai komunitas swadaya di Indonesia juga menyediakan layanan konseling sebaya dan kelompok dukungan online sebagai alternatif bantuan pencegahan bunuh diri serta membangun jejaring komunitas untuk mendukung gangguan kejiwaan tertentu.



















