Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pemda Koordinasi dengan Kemenlu untuk Evakuasi Mahasiswa NTB di Sudan
Sekda NTB, H. Lalu Gita Ariadi (IDN Times/Muhammad Nasir)

Mataram, IDN Times - Sekretaris Daerah Nusa Tenggara Barat (Sekda NTB) Lalu Gita Ariadi menyatakan Pemerintah Provinsi NTB terus berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Luar Negeri untuk proses evakuasi puluhan mahasiswa asal NTB  di Sudan.

Menurut Sekda, apa yang dilakukan Pemprov pada dasarnya sama saat terjadinya bencana gempa bumi di Turki beberapa bulan lalu. Di mana Pemprov NTB ketika itu membuka posko pengaduan, maka kali ini pun sama sehingga bisa lebih memudahkan masyarakat yang ingin mencari tahu informasi keluarganya di Sudan.

"Jadi apa yang kami lakukan saat gempa bumi Turki, juga kami lakukan untuk Sudan ini. Kalau dulu dengan Disnakertrans karena ada terkait PMI kita dan BPBD NTB soal kebencanaan, kali ini kita minta Dikbud dan Brida," kata Sekda seperti dikutip dari Antara pada Kamis (27/4/2023).

1. Serahkan ke Pemerintah Pusat

Situasi yang terjadi di Sudan usai terjadinya penangkapan para pemimpin Sudan pada Senin, 25 Oktober 2021, waktu setempat. (Twitter.com/AmichaiStein1)

Meski demikian, lanjut Sekda NTB, mengingat persoalan ini hubungan negara antarnegara,  maka pihaknya sepenuhnya menyerahkan kepada pemerintah pusat.

"Intinya kami di daerah persoalan evakuasi kepada pemerintah pusat," katanya.

Dilaporkan sebanyak 28 mahasiswa asal NTB berada di daerah perang antara pasukan militer dengan paramiliter Rappid Support Forces (RSF) di Ibu Kota Khartoum Sudan.

2. Perang saudara di Sudan

ANTARA FOTO/REUTERS/Mohamed Nureldin Abdallah

Sebelumnya pemerintah menyelamatkan 542 warga negara Indonesia (WNI) pada tahap pertama evakuasi dari Sudan, yang dilanda konflik militer sejak 15 April lalu.

"Sebanyak 542 WNI sedang dalam perjalanan dari Port Sudan menuju Jeddah, Arab Saudi," kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha melalui pesan singkatnya, Selasa.

Ia mengemukakan, Jeddah akan menjadi tempat singgah para WNI yang dievakuasi dari Sudan sebelum mereka diterbangkan ke Tanah Air.

3. Jumlah yang dievakuasi

Warga sipil berjalan melewati tulisan grafiti dalam bahasa Arab "Freedom, Peace, Justice and Civilian" di Khartoum, Sudan, pada 10 Juli 2020. ANTARA FOTO/REUTERS/Mohamed Nureldin Abdallah/File Photo

Jumlah WNI yang dievakuasi pada tahap pertama diketahui bertambah dari 538 orang, menurut angka yang diumumkan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi pada Senin (24/4/2023), menjadi 542 orang.

Judha menjelaskan bahwa tambahan angka tersebut adalah mahasiswa Indonesia yang bergabung dengan tim KBRI Khartoum dan WNI evakuasi lainnya di Port Sudan melalui jalur lain.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article