Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Sah! Menpora Ketuk Palu NTB, NTT dan Jakarta Tuan Rumah PON 2028

Sah! Menpora Ketuk Palu NTB, NTT dan Jakarta Tuan Rumah PON 2028
Menpora Erick Thohir resmi menyerahkan SK Penetapan Tuan Rumah PON 2028 kepada Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, Selasa (23/6/2026). (dok. Istimewa)
Share Article

Mataram, IDN Times - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir ketuk palu menetapkan Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Jakarta menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028. Erick menyerahkan SK Penetapan Tuan Rumah PON 2028 kepada Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dalam rapat koordinasi di Kantor Kemenpora Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Penyerahan SK tersebut menandai dimulainya persiapan penyelenggaraan PON 2028 yang akan digelar bersama Provinsi NTT dengan dukungan Provinsi DKI Jakarta sebagai daerah penopang sesuai kesiapan infrastruktur dan cabang olahraga yang ditetapkan. Rapat koordinasi dihadiri Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat, serta jajaran Kementerian Pemuda dan Olahraga dan para pemangku kepentingan terkait.

1. Momentum bersejarah bagi NTB

GOR 17 Desember Turida Cakranegara Kota Mataram. (Instagram.com/asprovntb)
GOR 17 Desember Turida Cakranegara Kota Mataram. (Instagram.com/asprovntb)

Juru Bicara Pemprov NTB Ahsanul Khalik mengatakan penyerahan SK tersebut sebagai kabar menggembirakan. Sekaligus momentum bersejarah bagi NTB yang kini secara resmi mengemban kepercayaan sebagai salah satu tuan rumah PON 2028.

“Kepercayaan ini merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar yang harus dijawab dengan persiapan yang matang dan kerja bersama seluruh elemen masyarakat,” kata Khalik, Rabu (24/6/2026).

Dia menjelaskan, kehadiran Gubernur NTB dalam penyerahan SK tersebut merupakan bentuk penerimaan tanggung jawab secara resmi atas mandat pemerintah pusat untuk menyelenggarakan pesta olahraga nasional terbesar di Indonesia. Penetapan ini juga mencerminkan keyakinan pemerintah terhadap pengalaman dan kapasitas NTB dalam menggelar berbagai ajang olahraga berskala nasional maupun internasional.

2. Pembagian cabang olahraga disesuaikan kesiapan venue PON

IMG-20260617-WA0080.jpg
Kepala Diskominfotik NTB Ahsanul Khalik. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Penyelenggaraan PON 2028 mengusung pola kolaboratif antara NTB dan NTT dengan memanfaatkan keunggulan fasilitas yang dimiliki masing-masing daerah. Pembagian cabang olahraga akan disesuaikan dengan kesiapan venue, sementara DKI Jakarta berperan sebagai daerah penopang untuk cabang-cabang tertentu yang memerlukan fasilitas berstandar khusus.

“Konsep ini memungkinkan penyelenggaraan PON berlangsung lebih efisien karena mengoptimalkan infrastruktur yang sudah tersedia. Fokus pemerintah adalah melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas venue yang ada, bukan membangun fasilitas baru dalam skala besar,” jelasnya.

Setelah penyerahan SK, Pemprov NTB akan mempercepat berbagai langkah persiapan, mulai dari penataan dan peningkatan kualitas venue, penguatan koordinasi lintas sektor, penyusunan rencana operasional, hingga penyiapan sumber daya manusia untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan.

Di saat yang sama, pemerintah juga akan mendorong partisipasi aktif masyarakat agar PON 2028 menjadi kebanggaan bersama. Keramahtamahan masyarakat, kesiapan pelayanan, serta dukungan dunia usaha, komunitas olahraga, dan pelaku UMKM diyakini akan menjadi bagian penting dalam menyukseskan penyelenggaraan sekaligus menghadirkan pengalaman terbaik bagi atlet, ofisial, dan tamu dari seluruh Indonesia.

3. Ajang mempercepat pertumbuhan ekonomi dan memperkuat sektor pariwisata

IMG-20260423-WA0028.jpg
Ketua KONI DKI Jakarta Hidayat Humaid ke NTB meninjau kesiapan infrastruktur dan akomodasi PON Nusa Tenggara 2028. (dok. Istimewa)

Kepala Diskominfotik NTB ini menyampaikan bahwa Gubernur NTB menyambut penetapan tersebut dengan penuh rasa syukur dan optimisme. Menurutnya, PON 2028 bukan hanya ajang kompetisi olahraga, tetapi juga peluang strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat sektor pariwisata, menggerakkan UMKM, menarik investasi, dan semakin memperkenalkan NTB secara luas.

Pengalaman NTB menjadi tuan rumah berbagai kegiatan berskala besar, termasuk event olahraga nasional dan internasional, menjadi modal penting dalam mempersiapkan penyelenggaraan PON 2028. Dengan dukungan infrastruktur yang telah dimiliki dan semangat kolaborasi lintas sektor, NTB optimistis mampu menghadirkan penyelenggaraan yang profesional, akuntabel, dan berkesan.

Dia menambahkan, Pemprov NTB komit menjalankan arahan pemerintah pusat agar PON 2028 diselenggarakan secara efisien, transparan, dan berorientasi pada peningkatan prestasi olahraga nasional, sembari memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat. Penerimaan SK ini menjadi awal dari kerja bersama untuk menghadirkan PON 2028 yang sukses penyelenggaraan, sukses administrasi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Dengan semangat gotong royong, kami optimistis NTB mampu menjadi tuan rumah yang membanggakan Indonesia,” kata dia.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono

Latest Sport NTB

See More

Sah! Menpora Ketuk Palu NTB, NTT dan Jakarta Tuan Rumah PON 2028

24 Jun 2026, 10:04 WIBSport