Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Lahan Transmigrasi di Lombok Tengah Dibuatkan Sertifikat oleh BPN

Lahan Transmigrasi di Lombok Tengah Dibuatkan Sertifikat oleh BPN
Kepala BPN Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Lalu Suharly (ANTARA/Akhyar)
Share Article

Lombok Tengah, IDN Times - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan, ratusan hektare lahan transmigrasi di Desa Mekarsari dan Batujangkih, Kecamatan Praya Barat yang dikuasai warga akan dibuatkan sertifikat secara gratis.

"Hari ini kita melakukan rapat koordinasi dalam rangka program sertifikat lahan transmigrasi di Lombok Tengah," kata Kepala BPN Lombok Tengah, Lalu Suharly seperti dilansir Antara pada Selasa (30/8/2022).

1. Sebanyak 367 bidang akan dibuatkan sertifikat

Foto udara pantai Tanjung An di kawasan pantai selatan Lombok di Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Kamis (11/7/2019). Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Mataram Agus Riyanto mengatakan dari hasil simulasi dan pemodelan tsunami (Tsunami Modeling) yang dilakukan di wilayah selatan Lombok menyimpan gempa megathrust berkekuatan 8,5 magnitudo dan gelombang tsunami hingga lima kilometer dengan ketinggian mencapai 20 meter (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)
Foto udara pantai Tanjung An di kawasan pantai selatan Lombok di Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Kamis (11/7/2019). Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Mataram Agus Riyanto mengatakan dari hasil simulasi dan pemodelan tsunami (Tsunami Modeling) yang dilakukan di wilayah selatan Lombok menyimpan gempa megathrust berkekuatan 8,5 magnitudo dan gelombang tsunami hingga lima kilometer dengan ketinggian mencapai 20 meter (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)

Dari data sementara, total lahan transmigrasi yang akan dibuatkan sertifikat itu sebanyak 367 bidang yang tersebar di dua desa tersebut. Luas lahan di masing-masing desa itu sekitar 200 hektare lahan usaha, dan sebelumnya 100 bidang lahan perkarangan telah dibuatkan sertifikat dan sisanya yang dilanjutkan di 2022 ini.

Program tersebut ditargetkan tuntas di akhir tahun ini, sedangkan anggaran dalam program ini berasal dari pemerintah pusat. "Program ini ditargetkan tuntas di 2022," katanya

2. Sudah diukur

Ilustrasi sertifikat tanah (IDN Times/Istimewa)
Ilustrasi sertifikat tanah (IDN Times/Istimewa)

Kenapa lahan tersebut belum diterbitkan sertifikat, karena pada saat program transmigrasi 2001 kewenangan ada di pemerintah pusat. Setelah diserahkan kepada pemerintah daerah pada 2015, sehingga baru bisa diberikan sertifikat sesuai dengan aturan.

"Proses pengukuran telah dilaksanakan, tinggal menunggu SK, baru kemudian penerbitan sertifikat," katanya

3. Dimanfaatkan dengan baik

ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Dengan adanya program sertifikat tersebut bisa memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. Program sertifikasi lahan transmigrasi tersebut diberikan secara gratis kepada masyarakat.

"Program ini diberikan secara gratis," katanya.

Ia berharap dengan adanya program ini, masyarakat bisa memanfaatkan dengan baik dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi keluarga.

"Kita berharap warga bisa memanfaatkan program ini dengan baik," katanya.

4. Tentang transmigrasi

Ilustrasi Transmigrasi (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi Transmigrasi (IDN Times/Mardya Shakti)

Transmigrasi adalah perpindahan penduduk, dari daerah padat ke wilayah yang penduduknya masih jarang. Program transmigrasi sudah dilakukan di Indonesia beberapa tahun lalu.

Program pemerintah ini bermanfaat untuk meningkatkan taraf hidup terutama di bidang pertanian. Masyarakat bisa memanfaatkan sumber daya alam dan menciptakan lapangan kerja baru.

5. Tujuan transmigrasi

Ilustrasi Transmigrasi (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi Transmigrasi (IDN Times/Mardya Shakti)

Tujuan transmigrasi untuk membuka daerah dari yang padat ke yang kurang penduduknya dan meningkatkan suatu potensi ekonomi daerah itu. Selain itu juga bertujuan untuk meningkatkan produksi hasil pertanian dengan cara memperluas lahan pertanian.

Secara sosial budaya untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa. Bertujuan juga untuk memeratakan persebaran penduduk. Kemudian untuk memperkuat pertahanan dan keamanan nasional. Terakhir, untuk meningkatkan taraf hidup rakyat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -

Latest News NTB

See More

Polda NTB Sita 15,4 Kg Sabu dan Ganja, 574 Tersangka Diringkus

26 Jun 2026, 18:07 WIBNews