Mataram, IDN Times - Kekisruhan internal yang melanda Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) merembet ke Nusa Tenggara Barat (NTB). Kekisruhan di Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP NTB kian memanas, antara Ketua DPW PPP NTB Muzihir dengan Ketua Fraksi PPP DPRD NTB Akri.
Kekisruhan elit PPP NTB kian memanas setelah munculnya aksi saling "pecat" dan penonaktifan pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) di DPRD NTB. Muzihir menunjuk dirinya sendiri sebagai Ketua Fraksi PPP DPRD NTB menggantikan Akri.
Selain itu, Akri juga digeser dari anggota Badan Anggaran (Banggar) menjadi anggota Badan Musyawarah (Banmus) DPRD NTB. Sementara Akri, menyampaikan surat masuk ke pimpinan DPRD NTB untuk menonaktifkan Muzihir sebagai Wakil Ketua DPRD NTB. Surat masuk dari kedua elit PPP NTB itu dibacakan dalam rapat paripurna DPRD NTB, Senin (25/5/2026).
