Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kasus Penikaman Anggota Brimob oleh TNI di Labuan Bajo Berakhir Damai
Ilustrasi polisi pelaku pelecehan seksual terhadap korban pemerkosaan di kantor polisi. (IDN Times/Putra F. D. Bali Mula)
  • Perselisihan antara anggota Brimob dan TNI di Labuan Bajo diselesaikan secara damai melalui pertemuan kekeluargaan di Polres Manggarai Barat, tanpa melanjutkan ke ranah pidana.
  • Kedua institusi menandatangani surat perdamaian yang berisi komitmen menjaga hubungan baik, memindahkan anggota terlibat keluar daerah, serta tetap melakukan pembinaan dan penegakan disiplin internal.
  • Kapolres Manggarai Barat mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi, demi menjaga keamanan serta citra Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super premium Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Penyelesaian damai dilakukan antara anggota TNI dan Brimob setelah insiden penikaman di Labuan Bajo, disertai penandatanganan surat pernyataan perdamaian dan kesepakatan untuk tidak membawa kasus ke ranah pidana.
  • Who?
    Anggota Kodim 1630/Manggarai Barat dan anggota Brimob Kompi 1 Yon B Pelopor Satbrimob Polda NTT, bersama Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang serta perwakilan pimpinan kedua institusi.
  • Where?
    Pertemuan berlangsung di Ruang Vicon Polres Manggarai Barat, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
  • When?
    Pertemuan digelar pada Selasa, 16 Juni 2026, beberapa hari setelah insiden penikaman yang terjadi Kamis dini hari, 11 Juni 2026.
  • Why?
    Kedua pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan untuk menjaga keamanan masyarakat serta keharmonisan hubungan TNI-Polri di daerah wisata super premium Labuan Bajo.
  • How?
    Penyelesaian dilakukan melalui pertemuan bersama yang menghasilkan surat pernyataan perdamaian, pembinaan internal terhadap anggota terlibat, dan pemindahan tugas mereka keluar dari Kabupaten Manggarai Barat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada seorang polisi Brimob ditusuk oleh tentara di Labuan Bajo dan dia dibawa ke rumah sakit. Setelah itu, para pemimpin polisi dan tentara bertemu dan sepakat untuk berdamai. Mereka tidak mau berkelahi lagi dan tidak bawa masalah ini ke pengadilan. Orang yang bertengkar akan dipindah kerja supaya tenang. Sekarang semua diminta tetap damai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kupang, IDN Times - Perselisihan antara oknum anggota Brimob Kompi 1 Yon B Pelopor Satbrimob Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) dan anggota Kodim 1630/Manggarai Barat di Labuan Bajo diselesaikan secara damai. Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan, tidak menempuh jalur pidana, serta memindahkan anggota yang terlibat ke luar Labuan Bajo.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Vicon Polres Manggarai Barat, Selasa (16/6/2026). Pertemuan digelar setelah seorang anggota Brimob menjadi korban penikaman oleh anggota TNI dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo. Penyelesaian kasus ini kemudian ditandai dengan penandatanganan Surat Pernyataan Perdamaian oleh kedua pihak.

1. Jaga keharmonisan

Propam Polda NTT dan Denpom AD usut kasus anggota TNI tikam Brimob di Labuan Bajo. (Dok Polda NTT)

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, dalam kesempatan itu menyebut penyelesaian secara kekeluargaan ini untuk menjaga keamanan masyarakat.

"Kami sepakat menjadikan momentum ini sebagai langkah bersama untuk terus menjaga situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif,” ujar Christian.

Menurutnya, keamanan dan keharmonisan di Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super premium menjadi prioritas utama.

“Labuan Bajo adalah etalase pariwisata Indonesia di mata dunia kerena itu, keamanan, kedamaian, dan persaudaraan harus terus kita jaga bersama,” tambahnya.

2. Isi kesepakatan damai

Pejabat Brimob Kompi 1 Yon B Pelopor Satbrimob Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) dan anggota Kodim 1630/Manggarai Barat di Labuan Bajo berdamai. (Dok Polres Manggarai Barat)

Pasi Intel Kodim 1630/Manggarai Barat, Kapten Inf. Gede Budi yang mewakili Dandim 1630/Mabar juga berkomitmen untuk memperkuat hubungan baik yang selama ini telah terjalin antara TNI dan Polri. Begitu pun Wadanyon B Pelopor Labuan Bajo, AKP Antonio Cortereal, ingin hubungan kekeluargaan dapat menjaga soliditas dan persatuan.

Inti kesepakatan ini antara lain menyelesaikan persoalan secara damai dan tidak menempuh jalur pidana. Selanjutnya, proses pembinaan dan penegakan disiplin terhadap anggota yang terlibat tetap dilakukan secara internal. Kemudian para anggota yang terlibat masalah ini akan dipindah tugaskan keluar dari Kabupaten Manggarai Barat.

"Sesuai aturan yang berlaku pada masing-masing institusi," jelas Christian.

3. Ingin warga tetap tenang

Tim khusus melakukan olah TKP kasus TNI tikam Brimob di Labuan Bajo. (Dok Polres Manggarai Barat)

Kapolres Manggarai Barat ini juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang bisa memicu kesalahpahaman, dan masyarakat diharapkan dapat tetap aman, terkendali, dan kondusif.

Sebelumnya, beberapa anggota Brimob mendapat luka tusukan pada saat menghadiri pelantikan seorang anggota Brimob berinisial Bripda JGR. Peristiwa ini terjadi di Dusun Waemata, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Kamis (11/6/2026) dini hari ini. Kasus ini diusut khusus oleh Tim Gabungan Bidang Propam Polda NTT dan Polisi Militer Angkatan Darat (POM AD).

Editorial Team

Related Article