Jadwal Libur dan Masuk Sekolah Pelajar SMA/SMK di NTB Selama Ramadan

- Pelajar SMA/SMK dan SLB di NTB libur nasional dan cuti bersama tanggal 16-21 Februari. Masuk sekolah mulai 23 Februari hingga 14 Maret.
- Pembelajaran pukul 08.00-12.30 WITA diakhiri dengan salat dzuhur berjamaah dan kultum. Aktivitas fisik ditiadakan, giatkan agenda takjil dan spiritual camp.
- SMA/SMK dan SLB di NTB libur nasional dan cuti bersama tanggal 16-28 Maret
Mataram, IDN Times - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengeluarkan surat edaran kepada seluruh Kepala SMA/SMK dan SLB terkait penyesuaian kegiatan belajar mengajar selama bulan Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Selama bulan Ramadan, pelajar SMA/SMK dan SLB masuk sekolah selama 20 hari, mulai 23 Februari hingga 14 Maret 2026.
Plt Kepala Dinas Dikpora NTB Surya Bahari di Mataram, Rabu (18/2/2026) menjelaskan penyesuaian itu dalam rangka efektivitas pelaksanaan kegiatan belajar mengajar selama bulan Ramadan. Proses belajar mengajar di SMA/SMK dan SLB di NTB selama bulan Ramadan dimulai pukul 08.00 - 12.30 WITA.
1. Libur awal Ramadan hingga 21 Februari

Surya menjelaskan libur awal bulan puasa Ramadan 1447 Hijriah bagi pelajar SMA/SMK dan SLB di NTB diintegrasikan dengan libur nasional dan cuti bersama yaitu tanggal 16 sampai 21 Februari 2026. Kemudian para pelajar SMA/SMK dan SLB masuk sekolah pada 23 Februari hingga 14 Maret 2026.
"Selama bulan Ramadan, proses belajar mengajar setiap hari 15 menit pertama sebelum mulai pembelajaran diisi dengan tadarus Alquran di dalam kelas. Sedangkan pendidik dan peserta didik non muslim menyesuaikan dengan agenda sesuai ajaran agamanya," kata Surya.
2. Tiadakan pembelajaran yang melibatkan aktivitas fisik selama Ramadan

Surya menambahkan pembelajaran selama Ramadan berlangsung pukul 08.00 sampai pukul 12.30 WITA diakhiri dengan salat dzuhur berjamaah dan kultum. Bagi pendidik dan peserta didik yang non muslim, menyesuaikan agenda spiritual sesuai jadwal tersebut, sehingga waktu meninggalkan sekolah diatur bersamaan.
Selama Ramadan, pembelajaran yang melibatkan aktivitas fisik seperti olahraga, praktik yang membutuhkan energi lebih, dan sejenisnya ditiadakan. Kemudian, selama Ramadan, Kepala SMA/SMK dan SLB di NTB diminta menguatkan implementasi pendidikan karakter melalui berbagai aktivitas.
Antara lain, menggiatkan agenda takjil untuk warga sekolah maupun masyarakat. Kemudian menggiatkan agenda spiritual camp yang disesuaikan dengan kondisi sekolah. Selain itu, membuat resume aktivitas harian peserta didik selama bulan Ramadan terutama agenda malam bulan Ramadan, yang dapat berupa lembar kegiatan siswa.
Resume aktivitas peserta didik diserahkan kepada wali kelas atau guru mata pelajaran dan dapat dijadikan sebagai penilaian afektif maupun psikomotorik untuk mata pelajaran yang relevan. Selanjutnya, menyelenggarakan hari besar agama sesuai dengan jadwal dan agenda yang telah ditetapkan pemerintah.
3. Libur lebaran mulai 16-28 Maret 2026

Dalam surat edaran itu juga diimbau kepada warga sekolah untuk mengeluarkan zakat fitrah melalui sekolah untuk disalurkan kepada yang berhak menerima. Atau dapat bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) di tempat masing-masing.
Untuk libur lebaran atau hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah, kata Surya diintegrasikan dengan libur nasional dan cuti bersama mulai 16 - 28 Maret 2026. Proses belajar mengajar di SMA/SMK dan SLB se-NTB akan aktif secara normal mulai 30 Maret 2026.


















