Kupang, IDN Times - Jarak ribuan kilometer antara pedalaman Papua Pegunungan dan Pulau Rote kini dihubungkan oleh selubung duka yang kelam. Di sebuah rumah di Busalangga, Kabupaten Rote Ndao, air mata Selvi Mbuik belum juga kering. Keponakan tersayangnya, Wili Mbuik atau yang akrab disapa Nona Wili telah pergi untuk selamanya. Ia menjadi korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya.
Bagi Selvi, kepergian Nona Wili bukanlah sekadar berita duka di layar kaca, melainkan hilangnya separuh nyawa keluarga. Tinggal di rumah yang saling berdekatan di Busalangga, Selvi adalah saksi hidup perjalanan Nona Wili sejak belia. Ia mengenal betul bagaimana pembawaan gadis itu. Di matanya, Nona Wili tumbuh menjadi anak perempuan yang hangat, penuh kasih sayang, dan tak pernah sekali pun melupakan akar dari mana ia berasal.
Meskipun takdir membawanya merantau jauh melintasi lautan hingga ke tanah Papua Pegunungan, Nona Wili tidak pernah benar-benar pergi. Baginya, keluarga selalu menjadi prioritas nomor satu. Kesibukan di tanah rantau tak pernah menjadi alasan untuk memutus silaturahmi.
Ada satu hal yang paling menyayat hati di balik kepergiannya, yaitu kedekatan Nona Wili dengan sang ayah. Sejak ibundanya berpulang bertahun-tahun silam, ikatan antara ayah dan anak perempuan ini tumbuh begitu kuat. Nona Wili adalah pelipur lara bagi ayahnya. Di sela-sela hari yang berat di Papua, ia tak pernah absen menghubungi ayahnya, sekadar memastikan pahlawan hidupnya itu dalam keadaan baik dan tidak merasa kesepian.
Namun, kehangatan itu kini dirampas paksa. Sebuah insiden keji yang tak pernah terlintas dalam benak siapa pun merenggut Nona Wili dari pelukan orang-orang yang mencintainya. Kabar duka dari Muliama itu tiba-tiba memecah ketenangan Busalangga, membawa kenyataan pahit yang tak pernah mereka inginkan.
Kini, keluarga besar di Rote Ndao harus menghadapi ujian terberat mereka. Terpukul dan hancur oleh kehilangan yang teramat dalam, mereka hanya bisa memeluk erat kenangan tentang Nona Wili, sang anak, sang keponakan, dan sang gadis penyayang yang kini telah berpulang ke pangkuan Sang Pencipta.
