MotoGP Mandalika: NTB Cabut Batas Tarif Hotel, Cegah Calo Merajalela

- Pemprov NTB mencabut Pergub Nomor 9 Tahun 2022 untuk menata ulang tarif hotel dan memperketat pengawasan terhadap broker yang memblokir lalu menjual kamar mahal.
- Aturan baru akan menghapus batas tarif atas-bawah serta syarat minimum menginap lima hari. Hotel atau asosiasi yang menaikkan harga di atas kewajaran akan dikenai sanksi.
- MotoGP Mandalika 2026 berlangsung 9–11 Oktober dengan target 145 ribu penonton. Penjualan tiket telah mencapai 50 persen, sementara persiapan transportasi, keamanan, dan layanan penonton dimatangkan.
Mataram, IDN Times - Pemprov NTB mencabut Peraturan Gubernur (Pergub) NTB Nomor 9 Tahun 2022 yang sebelumnya mengatur batasan tarif akomodasi hotel. Kebijakan ini diambil menyusul maraknya praktik percaloan atau broker kamar hotel yang sering memanfaatkan momentum perhelatan MotoGP Mandalika untuk meraup keuntungan secara tidak wajar.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB Lalu Moh. Faozal mengatakan para broker yang memborong atau memblokir ketersediaan kamar hotel terlebih dahulu, kemudian dijual kembali dengan harga yang melonjak drastis kepada penonton dan wisatawan kerap terjadi menjelang MotoGP Mandalika. Untuk itu, pengawasan akan diperketat dan menindak para broker yang bermain.
"Dia (broker), blok kamar hotel dulu kemudian dijual. Itu yang terjadi selama ini. Ini akan kita dalami, pemerintah harus hadir. Segera mungkin harus ada di lapangan mengecek supaya tidak ada praktik broker," kata Faozal di Mataram, Rabu (9/9/2026).
1. Cabut Pergub Nomor 9 Tahun 2022

Potret kamar hotel (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra) Faozal menegaskan bahwa Pergub Nomor 9 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Jasa Usaha Akomodasi dicabut. Pemprov NTB melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) akan menyesuaikan lagi pengaturan tarif jasa usaha akomodasi.
Sebelumnya, dalam Pergub Nomor 9 Tahun diatur mengenai kenaikan tarif akomodasi zonasi. Dalam Pergub tersebut diatur tarif kamar hotel yang berada di zona berlangsungnya event (zona satu) atau kawasan Mandalika dapat naik maksimal tiga kali lipat dari harga normal. Sedangkan zona dua (di luar lokasi event) yaitu Kota Mataram bisa naik dua kali lipat, dan zona tiga yaitu Lombok Barat dan sekitarnya hanya satu kali lipat.
Dia menambahkan, Pemprov NTB telah menjadwalkan rapat koordinasi dengan seluruh asosiasi perhotelan pada 12 September mendatang untuk membahas terkait penyesuaian pengaturan tarif akomodasi yang baru. Dalam regulasi yang baru nantinya, tidak ada lagi tarif batas atas dan bawah.
"Pak gubernur meminta supaya tidak main diambang batas atas dan bawah. Karena itu kadang-kadang menjadi alasan menaikkan tarif akomodasi. Kita sesuaikan betul-betul sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan bersama untuk suksesnya MotoGP," kata dia.
2. Hapus syarat minimum menginap

Bale Seccha di Mandalika. (IDN Times/Muhammad Nasir) Eks Kepala Disbudpar NTB itu menambahkan bahwa syarat minimum menginap yang selama ini dikeluhkan penonton saat MotoGP juga akan dihapus. Pada tahun-tahun sebelumnya, pelaku usaha perhotelan mewajibkan durasi minumum menginap selama lima hari bagi para pengunjung atau penonton MotoGP.
Dia menegaskan Pemda akan memberlakukan sanksi bagi pihak hotel maupun jaringan asosiasi yang terbukti melanggar batas kewajaran harga atau mencoba memanfaatkan momentum MotoGP untuk menaikkan tarif di atas kewajaran. Langkah ini dilakukan untuk menjawab persoalan akomodasi yang sering dikeluhkan penonton setiap penyelenggaraan MotoGP Mandalika.
3. Targetkan 145 ribu penonton MotoGP Mandalika 2026

Penonton MotoGP Mandalika, Sabtu (4/10/2025). (IDN Times/Muhammad Nasir) Tahun ini, penyelenggara menargetkan jumlah penonton MotoGP Mandalika 2026 sebanyak 145 ribu orang. MotoGP Mandalika 2026 akan berlangsung pada 9–11 Oktober di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah.
Pada 2025, event ini mencatat multiplier effect ekonomi nasional sebesar Rp4,96 triliun, mendorong aktivitas ekonomi lebih dari 600 UMKM, menyerap lebih dari 3.000 tenaga kerja lokal, serta menghadirkan 140.324 penonton selama tiga hari penyelenggaraan.
Chairman MotoGP Mandalika 2026, Troy Reza Warokka menyebut bahwa penjualan tiket MotoGP Mandalika 2026 telah mencapai 50 persen atau sekitar Rp6 miliar. Dia mengungkapkan, terjadi peningkatan penjualan tiket dibandingkan tahun lalu.
Meningkatnya penjualan tiket MotoGP 2026, karena adanya pembelian tiket dalam jumlah besar dari sejumlah perusahaan. Kemudian pihaknya juga menjalin kerja sama dengan beberapa bank BUMN, maskapai penerbangan dan travel agen.
Saat ini persiapan penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 terus dimatangkan melalui koordinasi intensif bersama seluruh stakeholder. Koordinasi mencakup berbagai aspek yang saling terintegrasi, mulai dari kesiapan di Sirkuit Mandalika hingga dukungan mobilitas, keamanan, infrastruktur, kesehatan, akomodasi, dan pelayanan bagi penonton.
Pada aspek mobilitas, antara lain dipersiapkan kebutuhan 130 unit shuttle bus di dalam kawasan Mandalika, serta dukungan transportasi pada jalur Selaparang-Bandara Internasional Lombok-Mandalika.
Koordinasi juga mencakup pengamanan mobilitas penonton dan area event, kesiapan layanan medis race dan non-race, infrastruktur jalan, penguatan promosi destinasi, hingga sinkronisasi Satgas Gabungan yang melibatkan unsur keamanan, penanggulangan bencana, kesehatan, dan kebersihan.



















