Ile Lewotolok Erupsi Beruntun Disertai Dentuman usai Lontarkan Lava

- Gunung Ili Lewotolok di Lembata, NTT, erupsi dua kali pada Rabu pagi, 9 September 2026, dalam selang kurang dari satu jam dan disertai dentuman sedang.
- Kolom abu erupsi mencapai 500 hingga 600 meter di atas puncak, condong ke barat laut; sebelumnya teramati lontaran pijar dan aliran lava di beberapa sektor.
- PVMBG mengimbau warga, pendaki, dan wisatawan menjauhi radius 2 kilometer, serta 3 kilometer di sektor selatan-tenggara, dan memakai pelindung dari abu vulkanik.
- Gunung Ili Lewotolok di Lembata mengalami dua erupsi beruntun pada Rabu pagi, pukul 05.03 dan 05.56 WITA, disertai dentuman sedang.
- Kolom abu erupsi mencapai 500-600 meter di atas puncak dan mengarah barat laut; sebelumnya teramati lontaran pijar serta aliran dan endapan lava di sejumlah sektor.
- PVMBG mengimbau warga tidak beraktivitas dalam radius 2 kilometer, serta 3 kilometer di sektor selatan-tenggara, dan memakai pelindung dari paparan abu vulkanik.
Kupang, IDN Times - Gunung Api Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami dua kali erupsi dalam waktu kurang dari satu jam pada Rabu (9/9/2026) pagi yang disertai dengan suara dentuman.
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi pertama terjadi pada pukul 05.03 WITA, lalu hampir sejam berikutnya, di pukul 05.56 WITA, terjadi kembali erupsi.
"Letusan disertai dentuman sedang," tulis Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ili Lewotolok, Stanislaus Ara Kian, dalam laporannya.
1. Dua erupsi kurang dari sejam

Erupsi Lewotolok pada 9 September 2026 pukul 05.04 WITA. (Dok Magma Indonesia) Pada erupsi pertama kolom abu teramati mencapai sekitar 500 meter di atas puncak atau sekitar 1.923 meter di atas permukaan laut. Erupsinya beramplitudo maksimum 40 milimeter dengan durasi sekitar 41 detik.
Kemudian erupsi kedua terjadi. Kolom abunya makin tinggi mencapai sekitar 600 meter di atas puncak atau sekitar 2.023 meter di atas permukaan laut. Erupsinya dengan amplitudo yang sama tapi durasinya 44 detik.
"Dua erupsi ini disertai dentuman sedang dan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut," jelas dia.
2. Sempat lontarkan lava

Erupsi Lewotolok pada 9 September 2026 pukul 05.56 WITA. (Dok Magma Indonesia) Petugas juga mengamati adanya lontaran material pijar ke sektor tenggara sejauh sekitar 200 meter dari bibir kawah selama periode pengamatan Selasa (8/9/2026). Hasil pengamatan Pos PGA juga mencatat 442 kali letusan pada gunung api yang berstatus Level II atau Waspada ini.
"Aliran lava baru sektor timur laut sekitar 500 meter dari bibir kawah," demikian laporan aktivitas Gunung Ili Lewotolok.
Endapan lava di sektor timur laut tercatat mencapai sekitar 1.100 meter dari bibir kawah, sedangkan endapan lava sektor selatan-tenggara mencapai sekitar 1.800 meter.
Selain letusan, tercatat 60 kali hembusan, lima kali tremor non-harmonik, satu kali tremor harmonik, dan dua kali gempa tektonik jauh.
3. Paparan abu vulkanik

Ilustrasi abu vulkanik (pexels.com/Roman Kirienko) Petugas mengimbau masyarakat di sekitar gunung baik itu pengunjung, pendaki, dan wisatawan, agar tidak memasuki atau beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok.
"Termasuk juga dalam radius 3 kilometer pada sektor selatan dan tenggara," tegasnya.
Warga diimbau untuk menggunakan masker pelindung mulut dan hidung, serta pelindung mata dan kulit.
"Untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik. Penampungan air bersih agar tidak terpapar abu vulkanik.," tukasnya lagi.



















