Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ile Lewotolok Erupsi Beruntun Disertai Dentuman usai Lontarkan Lava
Erupsi Lewotolok pada 8 September 2026 pukul 22.31 WITA. (Dok Magma Indonesia)
  • Gunung Ili Lewotolok di Lembata, NTT, erupsi dua kali pada Rabu pagi, 9 September 2026, dalam selang kurang dari satu jam dan disertai dentuman sedang.
  • Kolom abu erupsi mencapai 500 hingga 600 meter di atas puncak, condong ke barat laut; sebelumnya teramati lontaran pijar dan aliran lava di beberapa sektor.
  • PVMBG mengimbau warga, pendaki, dan wisatawan menjauhi radius 2 kilometer, serta 3 kilometer di sektor selatan-tenggara, dan memakai pelindung dari abu vulkanik.
  • Gunung Ili Lewotolok di Lembata mengalami dua erupsi beruntun pada Rabu pagi, pukul 05.03 dan 05.56 WITA, disertai dentuman sedang.
  • Kolom abu erupsi mencapai 500-600 meter di atas puncak dan mengarah barat laut; sebelumnya teramati lontaran pijar serta aliran dan endapan lava di sejumlah sektor.
  • PVMBG mengimbau warga tidak beraktivitas dalam radius 2 kilometer, serta 3 kilometer di sektor selatan-tenggara, dan memakai pelindung dari paparan abu vulkanik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Gunung Api Ili Lewotolok mengalami dua erupsi disertai dentuman sedang, dengan kolom abu setinggi 500 meter dan 600 meter di atas puncak yang condong ke arah barat laut.
  • Who?
    Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Ili Lewotolok, Stanislaus Ara Kian, melaporkan aktivitas erupsi. Masyarakat, pengunjung, pendaki, dan wisatawan di sekitar gunung diminta mematuhi batas aman.
  • Where?
    Erupsi terjadi di Gunung Api Ili Lewotolok, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, dengan lontaran material pijar sebelumnya teramati di sektor tenggara dan aliran lava baru di sektor timur laut.
  • When?
    Dua erupsi terjadi pada Rabu, 9 September 2026, pukul 05.03 WITA dan 05.56 WITA. Aktivitas lontaran lava diamati dalam periode pengamatan Selasa, 8 September 2026.
  • Why?
    Hingga saat ini belum ada keterangan resmi mengenai penyebab dua erupsi tersebut. Gunung Ili Lewotolok berstatus Level II atau Waspada berdasarkan pemantauan aktivitas vulkanik.
  • How?
    Erupsi pertama berlangsung sekitar 41 detik dan kedua 44 detik, masing-masing beramplitudo maksimum 40 milimeter. Petugas mengimbau warga menjauhi radius 2 kilometer, serta 3 kilometer di sektor selatan dan tenggara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Gunung Ili Lewotolok di Lembata meletus dua kali pada Rabu pagi. Letusannya berbunyi dentuman dan mengeluarkan abu kelabu tinggi. Sebelumnya, gunung ini juga melontarkan lava panas. Sekarang warga, pendaki, dan wisatawan diminta tidak dekat-dekat gunung. Mereka juga diminta memakai masker dan melindungi mata dari abu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kupang, IDN Times - Gunung Api Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami dua kali erupsi dalam waktu kurang dari satu jam pada Rabu (9/9/2026) pagi yang disertai dengan suara dentuman.

Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi pertama terjadi pada pukul 05.03 WITA, lalu hampir sejam berikutnya, di pukul 05.56 WITA, terjadi kembali erupsi.

"Letusan disertai dentuman sedang," tulis Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ili Lewotolok, Stanislaus Ara Kian, dalam laporannya.

1. Dua erupsi kurang dari sejam

Erupsi Lewotolok pada 9 September 2026 pukul 05.04 WITA. (Dok Magma Indonesia)

Pada erupsi pertama kolom abu teramati mencapai sekitar 500 meter di atas puncak atau sekitar 1.923 meter di atas permukaan laut. Erupsinya beramplitudo maksimum 40 milimeter dengan durasi sekitar 41 detik.

Kemudian erupsi kedua terjadi. Kolom abunya makin tinggi mencapai sekitar 600 meter di atas puncak atau sekitar 2.023 meter di atas permukaan laut. Erupsinya dengan amplitudo yang sama tapi durasinya 44 detik.

"Dua erupsi ini disertai dentuman sedang dan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut," jelas dia.

2. Sempat lontarkan lava

Erupsi Lewotolok pada 9 September 2026 pukul 05.56 WITA. (Dok Magma Indonesia)

Petugas juga mengamati adanya lontaran material pijar ke sektor tenggara sejauh sekitar 200 meter dari bibir kawah selama periode pengamatan Selasa (8/9/2026). Hasil pengamatan Pos PGA juga mencatat 442 kali letusan pada gunung api yang berstatus Level II atau Waspada ini.

"Aliran lava baru sektor timur laut sekitar 500 meter dari bibir kawah," demikian laporan aktivitas Gunung Ili Lewotolok.

Endapan lava di sektor timur laut tercatat mencapai sekitar 1.100 meter dari bibir kawah, sedangkan endapan lava sektor selatan-tenggara mencapai sekitar 1.800 meter.

Selain letusan, tercatat 60 kali hembusan, lima kali tremor non-harmonik, satu kali tremor harmonik, dan dua kali gempa tektonik jauh.

3. Paparan abu vulkanik

Ilustrasi abu vulkanik (pexels.com/Roman Kirienko)

Petugas mengimbau masyarakat di sekitar gunung baik itu pengunjung, pendaki, dan wisatawan, agar tidak memasuki atau beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok.

"Termasuk juga dalam radius 3 kilometer pada sektor selatan dan tenggara," tegasnya.

Warga diimbau untuk menggunakan masker pelindung mulut dan hidung, serta pelindung mata dan kulit.

"Untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik. Penampungan air bersih agar tidak terpapar abu vulkanik.," tukasnya lagi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article