Sepeda motor korban yang dipreteli tersangka HP. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Dari rekonstruksi, Anton mengungkapkan pelaku membunuh korban dengan kejam dan biadab. Korban NDR pingsan setelah dibekap dan dicekik oleh pelaku. Dalam kondisi pingsan, pelaku mengeksekusi korban hingga meninggal dunia.
"Kami hadir menyaksikan proses rekonstruksi, pelaku ini sangat kejam dan biadab. Saya lihat bahwa pada saat adegan pertama dia membekap dan mencekik, korban sempat pingsan. Berarti korban sempat pingsan itu kan dia cek dan memastikan bahwa yang bersangkutan masih hidup apa tidak, lagi dieksekusi korban ini sampai meninggal," tuturnya.
Untuk itu, keluarga korban berharap pelaku dihukum seberat-beratnya. Penyidik juga diminta mendalami keterlibatan orang lain dalam kasus ini. "Hanndpone itu salah satu alat bukti juga, menyembunyikan hendpone itu juga menghalangi-halangi penyidikan," tandasnya.
Dalam rekonstruksi yang dilakukan di sejumlah tempat kejadian perkara (TKP), tersangka inisial HP (17), memperagakan 44 adegan. Tersangka memperagakan adegan di kawasan dan kamar kos korban dengan lancar. Tersangka menghilangkan nyawa korban pada adegan 17 hingga 28. Pada adegan ke-17, tersangka melakukan pembekapan kepada korban hingga lemas.
Tersangka kemudian mengecek kembali korban dengan tangannya mendekati hidung. Tersangka kembali mengambil bantal dan mencekik leher korban sampai meninggal dunia pada adegan 28. Kemudian tersangka mengambil dua HP dan sepeda motor korban.
Mahasiswi asal Kabupaten Sumbawa Barat tesebut ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Jalan Sakura, Kelurahan Gomong, Kota Mataram pada 17 Mei 2026. Setelah melalui penyelidikan intensif, Tim Unit Reaksi Cepat Satreskrim Polresta Mataram menangkap pelaku inisial HP (17), warga Kelurahan Punia, Kecamatan Mataram.
Peristiwa pembunuhan tersebut terjadi pada Sabtu dini hari, 16 Mei 2026, di kamar kos korban di kawasan Gomong, Kota Mataram. Namun, jasad korban baru ditemukan keesokan harinya, Minggu (17/5/2026) sekitar pukul 19.00 WITA, oleh seorang rekannya yang datang ke kos karena korban tidak dapat dihubungi sepanjang hari.