Jemaah haji lansia di kloter 15 Embarkasi Lombok. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Selain jemaah haji yang dirawat di RS Arab Saudi, terdapat empat jemaah haji Debarkasi Lombok yang masih menjalani perawatan di RSUD Provinsi NTB. Data per Minggu, 21 Juni 2026, seorang jemaah haji berinisial M asal Aikmual, Lombok Tengah, dari Kloter 7 masih dirawat akibat penurunan kesadaran yang diduga berkaitan dengan gangguan intrakranial atau metabolik.
Kemudian, jemaah hani berinisial R asal Mpunda, Kota Bima, dari Kloter 11 menjalani perawatan karena mengalami penurunan kesadaran akibat dehidrasi dan kurang asupan. Selanjutnya, jemaah haji berinisial J asal Lunyuk, Kabupaten Sumbawa, dari Kloter 14 masih menjalani perawatan akibat dugaan pneumonia komunitas atau community acquired pneumonia (CAP).
Selain itu, jemaah haji berinisial LB asal Muncan, Lombok Tengah, dari Kloter 15 dirawat karena dugaan pneumonia komunitas yang disertai hipoglikemia. Sebelumnya, kata Herman, jumlah jemaah haji yang dirawat di RSUD NTB mencapai 14 orang.
Namun jumlah tersebut terus berkurang setelah sebagian pasien membaik dan diperbolehkan pulang, sementara ada pula yang pulang atas permintaan sendiri serta terdapat jemaah yang meninggal dunia. Dia menegaskan seluruh jemaah haji yang masih menjalani perawatan akan terus dipantau hingga kondisi kesehatannya memungkinkan untuk dipulangkan atau kembali ke daerah asal masing-masing.