Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Bentrok Kampung di Bima Kembali Pecah, 1 Orang Tertembak

Bentrok Kampung di Bima Kembali Pecah, 1 Orang Tertembak
Foto personel saat mencegah perang antara warga Desa Renda dan Cenggu (Dok/Istimewa)
Share Article

Bima, IDN Times - Bentrokan antara warga Desa Cenggu dan Renda di Kecamatan Belo Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali memanas, Minggu (31/12/2023) siang. Seorang warga bernama M Saleh (40) tertembak senjata api di bagian kaki dan langsung dilarikan ke RSUD Bima.

Belum diketahui siapa yang menembak korban, apakah senjata api aparat atau senjata api rakitan milik warga. "Kejadianya kemarin siang. Korban yang kena tembakan warga Desa Runggu, namun domisili di Desa Renda," kata Camat Belo Ruyani dikonfirmasi Senin (1/1/2024).

1. Korban tertembak pada bagian kaki

ilustrasi senjata api (pexels.com/Karolina Grabowska)
ilustrasi senjata api (pexels.com/Karolina Grabowska)

Ruyani mengatakan, bentrokan antar warga kampung bertetangga ini kembali terjadi di perbatasan Desa Renda dan Cenggu pada Minggu siang itu. Dalam peristiwa tersebut, salah seorang di antaranya mendadak jatuh tertembak hingga dilarikan ke RSUD Bima.

"Dia tertembak pada bagian kaki dan langsung dilarikan ke RSUD Bima. Saya juga kaget terjadi kembali bentrokan, karena beberapa hari lalu mereka sudah komitmen untuk damai," bebernya.

Ruyani pun belum berani memastikan peluru yang mengenai M Saleh. Apakah anak peluru dari senjata pihak kepolisian ataupun senjata rakitan milik warga yang terlibat bentrok.

"Itu yang saya gak tahu apakah senjata milik polisi atau warga. Yang jelas korban dilarikan ke RSUD usai tertembak," jelasnya.

2. Saling serang jika ada kesempatan

Tangkapan layar saat polisi dari Polres Bima turun ke TKP antara Desa Renda dan Cenggu (Dok/Istimewa)
Tangkapan layar saat polisi dari Polres Bima turun ke TKP antara Desa Renda dan Cenggu (Dok/Istimewa)

Ruyani menyatakan, aparat sudah berulang kali berusaha mendamaikan dua kampung bertetangga ini dari aksi tawuran. Para warga melakukan tawuran menggunakan pelbagai jenis senjata tajam hingga peralatan lainnya. 

Pemerintah daerah sudah berulang kali mendamaikan keduanya hingga mendatangi para tokoh masyarakat berkonflik. "Belum lagi upaya yang dilakukan pihak kepolisian. Tapi tetap saja gak berhasil," terangnya.

Masyarakat ini akan tawuran kembali setiap kali ada kesempatan. Padahal, di lokasi disiagakan personel dari Polsek Belo dan Polres Bima.

"Mereka masih berani saling serang padahal ada polisi yang jaga. Bagi mereka, polisi itu gak ada nilainya," pungkas Ruyani.

3. Sebelumnya, 1 warga tewas tertembak dan 3 rumah dibakar

Ilustrasi seseorang yang meninggal dunia. (IDN Times/istimewa)
Ilustrasi seseorang yang meninggal dunia. (IDN Times/istimewa)

Informasi yang dihimpun, usai M Saleh jatuh tertembak, warga dua desa ini kembali saling serang menggunakan senjata tajam pada Minggu malam. Puluhan personel dikerahkan ke lokasi untuk meredamkan perang antar kampung tersebut.

Diberitakan sebelumnya, dalam kasus ini dua orang warga tertembak, satu di antaranya meninggal dunia ketika hendak dilarikan ke puskesmas terdekat. Kemudian tiga rumah milik warga di Desa Cenggu yang berada di wilayah perbatasan dengan Desa Renda dibakar massa. 

Konflik antar kampung tersebut berawal seorang warga Desa Renda dipanah oleh OTK saat melintas di jalan Desa Cenggu Senin malam (4/12/2023) lalu.

Warga Renda yang keberatan saat itu melakukan blokade jalan hingga berbuntut panjang dan terjadi saling serang menggunakan senjata tajam.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Juliadin JD
Sri Gunawan Wibisono
Juliadin JD
EditorJuliadin JD

Latest News NTB

See More

Digelar 9-11 Oktober, ITDC Ungkap Fokus Utama MotoGP Mandalika 2026

18 Jun 2026, 15:02 WIBNews