Turun 14 Persen, Investasi Asing di NTB Triwulan I 2026 Capai Rp2,1 T

- Realisasi investasi asing di NTB triwulan I 2026 mencapai Rp2,1 triliun, turun 14 persen dibanding tahun sebelumnya atau berkurang sekitar Rp350 miliar.
- Pemerintah daerah menegaskan penurunan investasi tidak terkait isu geopolitik dan optimis peningkatan akan terjadi pada triwulan II melalui sektor pariwisata serta perhubungan.
- Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menjadi penyumbang terbesar investasi asing senilai Rp968,3 miliar, disusul sektor Energi dan Sumber Daya Mineral sebesar Rp961,4 miliar.
Mataram, IDN Times - Realisasi investasi asing atau Penanaman Modal Asing (PMA) pada triwulan I 2026 di Nusa Tenggara Barat (NTB) mencapai Rp2,1 triliun. Geliat investasi asing secara tahunan (year on year/YoY) mengalami penurunan sebesar 14 persen atau berkurang sekitar Rp350 miliar.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB Irnadi Kusuma mengatakan bahwa memang pihaknya punya pekerjaan rumah (PR) untuk menggenjot realisasi investasi asing pada triwulan berikutnya.
"Sebetulnya bukan menurun tapi memang belum beranjak dari posisi kemarin. Jadi memang perlu kita push (dorong) investasi PMA ini. Kita punya pekerjaan rumah untuk menggenjot PMA," kata Irnadi dikonfirmasi IDN Times di Mataram, Rabu (17/6/2026).
1. Penurunan investasi asing disebut tidak ada kaitan dengan geopolitik

Menurut Irnadi, penurunan investasi asing di NTB pada triwulan I 2026, tidak ada kaitannya dengan masalah geopolitik. Dia juga menepis penurunan investasi asing pada triwulan I 2026 akibat investor asing yang kabur dari Indonesia.
"Jadi tidak ada kaitan dengan situasi geopolitik segala macam. Memang kita sedang perjuangkan untuk up, naik lagi (realisasi investasi asing). Tidak ada hubungan dengan itu (investor asing kabur), itu kan cerita berbeda," terang Irnadi.
2. Sektor pariwisata dan perhubungan berpeluang meningkat di triwulan II 2026

Dia optimis pada triwulan II 2026, realisasi investasi asing di NTB akan terjadi peningkatan. Investasi asing di sektor pariwisata dan perhubungan diyakini akan meningkat pada triwulan II 2026.
Di sektor perhubungan, saat ini sedang berproses untuk perizinan pembangunan pangkalan pesawat amfibi (seaplane) di Bendungan Batujai, Lombok Tengah oleh investor asal Kanada melalui konsorsium PT Abadi Mega Angkutan Nusantara (Aman Air) bersama ODISI Wilderness North Group. Irnadi menyebut nilai investasinya mencapai ratusan miliar.
"Di triwulan II ini, PMA bisa meningkat pada sektor pariwisata dan lain-lain. Sektor pariwisata yang berpeluang dan konektivitas atau sektor perhubungan. Investasi seaplane sedang berproses di dinas teknis," tandasnya.
3. Sektor Parekraf dan ESDM penyumbang terbesar investasi asing di triwulan I 2026

Dari realisasi investasi asing sebesar Rp2,1 triliun pada triwulan I 2026, didominasi dua sektor terbesar. Yaitu, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) serta sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM).
Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menempati peringkat pertama sebagai penyumbang terbesar dengan nilai realisasi mencapai Rp968,3 miliar. Jumlah proyek yang dikerjakan sebanyak 3.040 proyek. Disusul peringkat kedua, sektor ESDM mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp961,4 miliar, dengan jumlah 32 proyek.
Sektor Perdagangan menyusul di peringkat ketiga sebesar Rp100,4 miliar dari 388 proyek. Selanjutnya, Perindustrian dengan nilai Rp31,9 miliar dari 52 proyek, sektor Kesehatan sebesar Rp23,02 miliar dari 13 proyek, sektor PUPR senilai Rp22,6 miliar dari 169 proyek.
Kemudian sektor Kelautan dan Perikanan yang mencatatkan realisasi Rp21,5 miliar dari 76 proyek dan sektor Ketenagakerjaan sebesar Rp16,7 miliar dari 55 proyek. Berikutnya, aektor Transportasi dengan nilai investasi sebesar Rp5,47 miliar dari 7 proyek, disusul sektor Telekomunikasi senilai Rp1,6 miliar dari 45 proyek, sektor Pendidikan sebesar Rp970 juta dari 41 proyek serta sektor Peternakan, Pertanian dan Perkebunan sebesar Rp552 juta dari 10 proyek.


















