Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
98,28 Hektare Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani Ludes Terbakar
Proses pemadaman kawasan Savana Propok Taman Nasional Gunung Rinjani yang terbakar. (dok. BTNGR)
  • Kebakaran melanda kawasan Savana Propok di Taman Nasional Gunung Rinjani, membakar sekitar 98,28 hektare hutan sebelum berhasil dipadamkan pada 3 Juni 2026 siang.
  • Puluhan personel gabungan dari BTNGR, aparat desa, dan masyarakat dikerahkan dengan peralatan pemadaman untuk menanggulangi api serta memastikan tidak ada bara tersisa.
  • BTNGR mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran demi menjaga kelestarian ekosistem Rinjani.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mataram, IDN Times - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) menyebutkan seluas 98,28 hektare hutan di kawasan Savana Propok, Resor Aikmel, Lombok Timur yang ludes terbakar pada Selasa (2/6/2026). Api berhasil dipadamkan oleh tim gabungan pada Rabu (3/6/2026) pukul 12.40 WITA.

"Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kebakaran berhasil dinyatakan padam total pada pukul 12.40 WITA. Luas area terdampak diperkirakan mencapai sekitar 98,28 hektare. Vegetasi yang terbakar didominasi oleh hamparan savana dengan karakteristik kebakaran permukaan (surface fire)," kata Kepala BTNGR Budhy Kurniawan, Rabu (3/6/2026) sore.

1. Libatkan puluhan personel padamkan api

Proses pemadaman kawasan Savana Propok Taman Nasional Gunung Rinjani yang terbakar. (dok. BPBD NTB)

Budhy menjelaskan kegiatan penanganan kebakaran melibatkan tim gabungan yang terdiri dari 10 personel TNGR, 9 personel Seksi III Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Jabalnusra Mataram, 1 personel Bhabinkamtibmas Desa Bebidas, 1 personel Babinsa Desa Bebidas, serta 21 orang gabungan Masyarakat Peduli Api (MPA), Masyarakat Mitra Polhut (MMP), dan pengelola Savana Propok.

Dikatakan, Kepala Resor Aikmel memimpin briefing awal yang dilaksanakan di Pos Pesugulan pada Rabu (3/6/2026) pukul 08.00 WITA untuk memberikan arahan teknis terkait upaya pemadaman dan pengamanan kawasan. Selanjutnya, tim bergerak menuju lokasi dengan membawa peralatan pemadaman seperti jet shooter dan gepyok.

2. Bagi tim pemadaman menjadi dua kelompok

Hutan di kawasan Savana Propok SPTN Wilayah II Taman Nasional Gunung Rinjani yang terbakar pada Selasa (2/6/2026). (dok. BTNGR)

Setibanya di lokasi, kata Budhy, tim dibagi menjadi dua kelompok. Tim pertama melakukan pengecekan dan pemadaman di area terdampak, sedangkan tim kedua melakukan penjagaan di pintu masuk Savana Propok serta memberikan imbauan kepada pengunjung agar tidak memasuki area kebakaran demi menjaga keselamatan.

Pada pukul 10.15 WITA, tim gabungan tiba di titik kebakaran dan melakukan pemantauan menyeluruh. Hasil pengamatan menunjukkan tidak terdapat lagi titik panas (hotspot) maupun api aktif. Tim kemudian melaksanakan kegiatan mop up untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

"Setelah memastikan kondisi aman, seluruh personel kembali ke Pos Registrasi Savana Propok dan selanjutnya melaksanakan briefing evaluasi serta penyusunan laporan di Pos Pesugulan Resor Aikmel," kata dia.

3. Tingkatkan kewaspadaan kebakaran hutan

Kawasan Savana Propok Taman Nasional Gunung Rinjani yang ludes terbakar. (dok. BPBD NTB)

Budhy menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam upaya penanganan kebakaran ini, termasuk personel pemadam, aparat TNI-Polri, masyarakat, dan relawan yang telah bekerja sama secara cepat dan efektif dalam mengendalikan kebakaran. Seiring memasuki musim kemarau, BTNGR mengimbau seluruh masyarakat, pengunjung, dan pelaku aktivitas di sekitar kawasan hutan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.

Masyarakat diminta untuk tidak melakukan pembakaran terbuka, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

Menurutnya, partisipasi aktif seluruh pihak sangat penting dalam menjaga kelestarian ekosistem Taman Nasional Gunung Rinjani dan mencegah terjadinya kebakaran hutan yang dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan serta mengancam keselamatan masyarakat.

Editorial Team

Related Article