Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dekarbonisasi Industri AMMAN melalui Energi Bersih dan Smart Grid Berbasis AI

Kota Mataram
Dekarbonisasi Industri AMMAN melalui Energi Bersih dan Smart Grid Berbasis AI
Pembangkit Listrik PT AMMAN Mineral. (Dok. AMMAN)
Intinya Sih
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • PLTS AMMAN berkapasitas 26,8 MWp menghasilkan 36.629 MWh listrik terbarukan sepanjang 2025 dan menghindari 34.794 ton CO₂e, menyumbang sekitar 13 persen konsumsi energi perusahaan.
  • AMMAN mengintegrasikan PLTS, Terminal LNG Benete Bay, dan CCPP 450 MW untuk memasok tambang, smelter, serta fasilitas pemurnian; CCPP memakai turbin SGT-800 berteknologi emisi rendah.
  • Smart Grid Team dengan SCADA, Intelligent Load Shedding, dan AI mengoptimalkan pengawasan serta distribusi listrik, sementara pelatihan bersertifikasi disiapkan bagi SDM lokal untuk mengoperasikan infrastruktur modern.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mataram, IDN Times - Matahari yang terbit di atas Teluk Benete setiap pagi bukan lagi sekadar penanda aktivitas harian di kawasan pertambangan Batu Hijau. Sinar terik yang membakar wilayah Sumbawa Barat kini diserap optimal oleh hamparan panel surya sebagai sumber energi terbarukan. Integrasi riset internal dan teknologi terapan terbukti berhasil mengubah potensi alam ini menjadi pilar utama transisi energi bersih pada perusahaan pertambangan.

Melalui riset internal yang berkesinambungan, AMMAN secara berkala merancang, mengevaluasi dan mengukur efektivitas penerapan teknologi energi bersih guna menjawab tantangan dekarbonisasi industri ekstraktif. Capaian nyata dari riset internal ini terlihat dari kinerja operasional Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 26,8 MWp sepanjang tahun 2025. Ini sukses memproduksi 36.629 MWh listrik terbarukan dan menghindarkan emisi sebesar 34.794 ton CO₂e secara konsisten.

Langkah strategis dekarbonisasi berbasis riset yang dilakukan AMMAN ini sejalan dengan temuan akademis independen karya Heriyanto, Dianto, dan Syamsul Bahtiar dari Universitas Teknologi Sumbawa. Penelitian berjudul "Dekarbonisasi Industri Sebagai Strategi Peningkatan Investasi di Kawasan Industri Maluk Kabupaten Sumbawa Barat" yang dipublikasikan dalam Jurnal Manajemen dan Budaya (Volume 5 Nomor 1, Januari 2025, halaman 21–35) menegaskan bahwa dekarbonisasi kawasan industri merupakan strategi krusial untuk meningkatkan daya saing di pasar global. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan efisiensi energi dan sumber daya terbukti berpotensi memangkas biaya produksi industri hingga 30%, mengurangi biaya bahan non-daur ulang hingga 66%, serta menghemat beban pajak karbon sekaligus menjaga kelestarian keanekaragaman hayati lokal.

Perubahan mendasar tersebut tidak terjadi secara instan tanpa adanya perencanaan strategis yang terukur. AMMAN menjawab tantangan besar ini dengan membangun ekosistem energi modern yang saling terhubung secara terpadu. Sumber energi surya dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), pasokan Liquefied Natural Gas/LNG (gas alam cair), serta Combined Cycle Power Plant/CCPP (Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap/PLTGU) menyatu menopang smelter.

Transformasi energi ini terus bergerak maju melalui pemanfaatan teknologi digital Artificial Intelligence/AI (kecerdasan buatan) berbasis Smart Grid Team (jaringan listrik pintar). Penggunaan sistem terkini menjadi kompas utama perusahaan dalam mewujudkan operasi pertambangan yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab.

"AMMAN terus mengeksplorasi dan mengembangkan pendekatan energi yang paling berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan bisnis sekaligus mengurangi jejak karbon operasional," kata Vice President Corporate Communication AMMAN, Kartika Octaviana dalam keterangannya yang diterima IDN Times pada Sabtu (1/8/2026).

1. Riset menjadi pondasi transisi energi AMMAN

ilustrasi magang di tambang (dok. PT Amman Mineral Nusa Tenggara)
Ilustrasi pekerja melakukan pengecekan di tambang. (Dok. AMMAN)

Transisi energi pada sektor industri ekstraktif skala besar tidak cukup dilakukan hanya dengan mengganti jenis bahan bakar konvensional. Diperlukan riset komprehensif yang mampu memetakan kebutuhan operasional sekaligus menghitung dampak lingkungan dari setiap penerapan teknologi baru secara presisi.

Melalui berbagai kajian strategis internal, perusahaan memastikan keandalan pasokan listrik bagi fasilitas tambang, smelter tembaga, hingga precious metal refinery/PMR (fasilitas pemurnian logam mulia). Keseimbangan antara produktivitas dan target dekarbonisasi menjadi titik temu dari setiap keputusan investasi energi terbarukan.

"Diversifikasi energi merupakan bagian dari upaya tersebut dengan mempertimbangkan berbagai sumber energi dan teknologi yang dapat memenuhi kebutuhan operasional secara andal, efisien dan bertanggung jawab terhadap lingkungan," jelas Kartika.

Keberhasilan strategi ini diukur secara berkala melalui indikator utama seperti penurunan emisi gas rumah kaca dan keandalan pasokan listrik. Meskipun tingkat radiasi fluktuatif sepanjang tahun, fasilitas PLTS tetap mampu menyumbang sekitar 13 persen dari total konsumsi energi perusahaan.

Perspektif senada disampaikan oleh Akademisi Pertambangan Universitas Muhammadiyah Mataram, Ariyanto. Ia menilai pemanfaatan PLTS skala besar sangat efektif mengurangi ketergantungan bahan bakar fosil pada siang hari. Meski efisien, tantangan besarnya adalah sifat intermittent (fluktuatif) dari energi surya, sementara operasi tambang berjalan 24 jam.

"Investasi awal energi bersih memang relatif tinggi, tetapi ini adalah investasi jangka panjang. Biaya operasional PLTS relatif rendah karena tidak membutuhkan bahan bakar dan harganya lebih stabil dibanding fosil. Namun, karena operasi tambang berlangsung 24 jam, PLTS perlu dikombinasikan dengan sistem penyimpanan energi (Battery Energy Storage System/BESS) atau pembangkit lain agar keandalannya terjaga," ujar Ariyanto kepada IDN Times pada Sabtu (1/8/2026).

2. Menghubungkan LNG, PLTS dan CCPP dalam satu ekosistem energi

Smelter PT Amman Mineral. (Dok. AMMAN)
Smelter PT Amman Mineral. (Dok. AMMAN)

Tantangan terbesar dalam transformasi energi industri adalah menyatukan berbagai sumber daya listrik agar dapat bekerja sebagai satu kesatuan yang efisien. Riset AMMAN berfokus pada perancangan arsitektur energi terintegrasi untuk menjamin kontinuitas operasional dari area penambangan hingga fasilitas pemurnian.

Ekosistem terpadu ini berpusat di Terminal LNG Benete Bay yang meregasifikasi gas alam cair untuk memasok bahan bakar CCPP berkapasitas 450 MW. Listrik efisien yang dihasilkan kemudian didistribusikan menuju smelter tembaga, PMR, serta fasilitas pengolahan Batu Hijau. Pada saat bersamaan, unit PLTS hadir melengkapi portofolio bersih sebagai penyedia listrik terbarukan yang secara aktif mengurangi jejak karbon.

"Yang membedakan AMMAN adalah pendekatan energi yang terintegrasi dan berorientasi jangka panjang," ungkap Kartika.

Keberadaan infrastruktur energi mandiri ini juga mendapat apresiasi dari pemerintah daerah. Sebelumnya, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal sempat meninjau fasilitas milik AMMAN dalam kunjungannya pada 2025 lalu. Ia mengapresiasi langkah AMMAN yang melengkapi fasilitas dan teknologinya demi mencapai kemandirian energi.

"Sudah ada power plant (pembangkit Listrik) yang dibangun, sehingga bisa self-sufficient (mandiri energi). Paling tidak, bisa memenuhi kebutuhan dayanya sendiri," ujar Iqbal saat berkunjung ke AMMAN pada 2025 lalu.

Salah satu terobosan penting dari riset ini adalah keputusan memilih teknologi turbin gas SGT-800 pada fasilitas CCPP yang sedang difinalisasi. Teknologi canggih berkelas dunia ini memiliki tingkat efisiensi combined cycle (siklus gabungan) sangat tinggi mencapai kisaran 57 hingga 59 persen. Turbin ini juga dilengkapi sistem Dry Low Emission/DLE (sistem ruang bakar rendah emisi) yang mampu menekan emisi nitrogen oksida tanpa membutuhkan injeksi air.

"AMMAN membangun sistem energi terintegrasi untuk memastikan pasokan listrik yang andal dan efisien bagi operasionalnya, sekaligus memperkuat upaya perusahaan dalam mengurangi intensitas emisi," ujar Kartika.

Langkah integrasi sumber energi dan pengadaan lahan untuk PLTS berskala besar ini dinilai tepat oleh Ariyanto. Menurutnya, untuk fasilitas vital seperti smelter yang membutuhkan daya raksasa tanpa toleransi gangguan, integrasi beberapa sumber energi adalah keharusan.

"Smelter membutuhkan beban listrik yang sangat besar dan tidak boleh mengalami gangguan. PLTS idealnya dipadukan dengan pembangkit lain yang mampu memberikan daya stabil secara kontinu," terang Ariyanto.

3. Data dan kecerdasan buatan menjadi mitra

ilustrasi pengolahan data (dok. PT Amman Mineral Nusa Tenggara)
Ilustrasi pengolahan data (Dok. AMMAN)

Pemanfaatan teknologi digital modern menjadi akselerator penting dalam menciptakan operasional pertambangan yang efisien, responsif dan ramah lingkungan. AMMAN memadukan pembangunan infrastruktur energi bersih dengan pengembangan perangkat lunak pintar untuk mengoptimalkan pengawasan serta pengelolaan konsumsi listrik secara menyeluruh.

Inovasi ini diwujudkan melalui pembentukan Smart Grid Team yang bertugas mengawasi transmisi dan distribusi energi di seluruh area operasional. Jaringan ini diperkuat oleh teknologi Supervisory Control and Data Acquisition/SCADA (sistem pengendalian dan akuisisi data) serta sistem Intelligent Load Shedding/ILS (sistem pelepasan beban pintar) berbasis Artificial Intelligence/AI (kecerdasan buatan).

"AMMAN memanfaatkan berbagai teknologi digital dan sistem pemantauan operasional untuk meningkatkan efisiensi, keandalan serta pengambilan keputusan berbasis data," kata Kartika.

Menanggapi implementasi Smart Grid dan AI ini, Ariyanto menekankan pentingnya digitalisasi dalam industri pertambangan modern. Kehadiran AI dan sistem pintar terbukti menjadi kunci utama dalam mencegah pemborosan energi.

"Smart Grid memungkinkan distribusi energi otomatis sesuai kebutuhan, sementara AI mampu memprediksi beban listrik, produksi energi surya, hingga kondisi cuaca secara real-time (waktu nyata)," kata Ariyanto.

Kendati demikian, penerapan teknologi canggih ini tetap membutuhkan keahlian SDM yang mumpuni. AMMAN menyertakan program peningkatan kapasitas sumber daya manusia lokal melalui pelatihan terstruktur dan bersertifikasi agar tenaga kerja daerah mampu mengoperasikan infrastruktur pertambangan modern.

"AMMAN meyakini bahwa transformasi energi harus memberikan manfaat yang tidak hanya bersifat lingkungan, tetapi juga sosial dan ekonomi," ujar Kartika.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More