Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

10 Warga Meninggal Akibat Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di NTT

10 Warga Meninggal Akibat Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di NTT
Erupsi Gunung Lewatobi Laki-Laki di Flores Timur, NTT. (dok. BNPB)
Share Article

Kupang, IDN Times - Gunung Api Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali erupsi pada Senin (4/11/2024) sekitar pukul 00.05 WITA. Erupsi Gunung Lewatobi Laki-Laki mengeluarkan hujan material termasuk lava pijar, bongkahan bebatuan, hujan kerikil dan debu abu vulkanik.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Supriyanto Ridwan mengatakan 20 Personel Rescuer Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere diberangkatkan pascakejadian erupsi tersebut. Pihaknya mendapatkan informasi bahwa ada 10 warga yang meninggal dunia.

"Perjalanan tim ke lokasi tidaklah mudah karena terhalang debu vulkanik pasca erupsi serta beberapa pohon tumbang akibat erupsi dan sesampainya tim di lokasi pada pukul 11.00 WITA, langsung dilakukan koordinasi dengan Tim SAR Gabungan Flores Timur guna pendataan jumlah korban yang meninggal sebanyak 10 orang dan akan difokuskan pada pencarian korban erupsi di bangunan rerutuntuhan," kata Ridwan, Senin (4/11/2024).

1. Kerahkan personel membantu evakuasi korban

Personel yang dikerahkan untuk evakuasi korban. (Dok SAR Maumere)
Personel yang dikerahkan untuk evakuasi korban. (Dok SAR Maumere)

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan status Gunung Lewatobi Laki-Laki merupakan erupsi level IV atau awas yang sebelumnya berada di leveil III. Dari hasil pemantauan, banyak masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi laki-laki terdampak erupsi.

"Bahkan beberapa masyarakat meninggal dunia sehingga kami kerahkan personel menuju lokasi kejadian guna membantu proses evakuasi korban dan masyarakat," jelasnya.

2. Sebanyak 14 desa terdampak di tiga kecamatan

Personel yang dikerahkan untuk evakuasi korban. (Dok SAR Maumere)
Personel yang dikerahkan untuk evakuasi korban. (Dok SAR Maumere)

Dia menyebut sebanyak 14 desa di tiga kecamatan terdampak erupsi Gunung Lewatobi Laki-Laki. Adapun wilayah terdampak erupsi Gunung Lewotobi laki-laki sebagai berikut :

Kecamatan Wulanggitang (6 Desa), yaitu Desa Pululera, Desa Nawokote, Desa Hokeng Jaya, Desa, Klatanlo, Desa Boru dan Desa Boru Kedang.

Kecamatan Ile Bura (4 Desa), yaitu Desa Dulipali, Desa Nobo, Desa Nurabelen, Desa Riang Rita. Sedangkan di Kecamatan Titehena (4 Desa) yaitu Desa Konga, Desa Kobasoma, Desa Bokang Wolomatang dan Desa Watowara.

3. Rekomendasi PVMBG

lustrasi aktivitas gunung (Dok. PVMBG)
lustrasi aktivitas gunung (Dok. PVMBG)

Dengan kenaikan status aktivitas vulkanik level IV, PVMBG merekomendasikan sebagai berikut:

  • Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 7 km dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki serta sektoral 7 km pada arah Utara-Timur Laut dan 7 Km pada sektor Timur Laut.
  • Masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan pemda serta tidak mempercayai isu-isu yan tidak jelas sumbernya.
  • Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
  • Masyarakat yang terdampak hujan abu Gunung Lewotobi Laki-laki memakai masker/penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.
  • Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Folres Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Becana Geologi, Badan Geologi di Bandung.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aria Hamzah
Linggauni -
3+
Aria Hamzah
EditorAria Hamzah

Latest News NTB

See More

Polemik KDMP di NTT, Direktur Agrinas Tegaskan Koperasi Bukan Proyek

14 Jun 2026, 21:56 WIBNews