Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Waspada Bencana Hidrometeorologi, NTB Masuki Awal Puncak Musim Hujan
Curah hujan yang tinggi menyebabkan air sungai meluap di wilayah Kota Bima, NTB, Jumat (9/2/2024). (dok. BPBD NTB)

Mataram, IDN Times - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengumumkan bahwa awal periode puncak musim hujan telah tiba.

Dalam menghadapi kondisi ini, BMKG mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan hujan deras yang dapat disertai angin kencang.

1. Curah hujan pada dasarian I Februari 2024

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi NTB Cakra Mahasurya Atmojo Pamungkas. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi NTB Cakra Mahasurya Atmojo Pamungkas menjelaskan, sebagian besar wilayah NTB sudah memasuki musim hujan 2023/2024. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk waspada terhadap kemungkinan terjadinya hujan lebat yang disertai angin kencang, yang bisa terjadi secara tiba-tiba dan bersifat lokal, serta potensi banjir dan tanah longsor.

“Selain itu, masyarakat dapat memanfaatkan hujan yang turun untuk mengisi penampungan air seperti embung, waduk, atau penampungan air hujan lainnya,” kata Cakra di Mataram, Sabtu (10/2/2024).

Cakra menjelaskan bahwa curah hujan di wilayah NTB pada dasarian I Februari 2024 (1 - 10 Februari) umumnya berada dalam kategori rendah 0-50 mm/dasarian hingga tinggi 151-300 mm/dasarian.

Sifat hujan pada dasarian I Februari 2024 di wilayah NTB didominasi oleh kategori bawah normal di Pulau Lombok, sedangkan di Pulau Sumbawa didominasi oleh kategori atas normal.

2. Peluang curah hujan pada dasarian II Februari 2024

ilustrasi hujan disertai angin kencang (IDN Times/Muhammad Nasir)

Ada juga sebagian kecil wilayah dengan sifat hujan normal. Curah hujan tertinggi tercatat di pos hujan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, dengan jumlah 275 mm/dasarian.

Untuk dasarian II Februari 2024 (11-20 Februari 2024), Cakra memperkirakan curah hujan dengan intensitas di atas 20-50 mm/dasarian, dengan probabilitas kejadian di atas 90 persen, berpeluang terjadi di sebagian besar wilayah Provinsi NTB.

Selain itu, peluang curah hujan di atas 100 mm/dasarian berpotensi terjadi di sebagian wilayah Pulau Lombok bagian utara, dengan probabilitas 10-30 persen, dan di sebagian wilayah Sumbawa dengan probabilitas 10-30 persen, serta di bagian utara Bima dengan probabilitas kejadian 30-90 persen.

Sedangkan peluang curah hujan dengan intensitas di atas 150 mm/dasarian, dengan probabilitas kejadian sebesar 10-50 persen, berpotensi terjadi di Tambora, Kabupaten Bima.

3. Terpantau pada kondisi El Nino sedang

Monitoring hari tanpa hujan di NTB. (dok. BMKG Staklim NTB)

Cakra menambahkan bahwa hasil pemantauan terakhir menunjukkan bahwa indeks ENSO berada pada kondisi El Nino sedang, yang sudah berlangsung selama 26 dasarian. Indeks ENSO adalah anomali pada suhu permukaan laut di Samudera Pasifik di pantai barat Ekuador dan Peru yang lebih tinggi daripada rata-rata normalnya.

Prediksi menunjukkan bahwa indeks ENSO akan menurun secara bertahap mulai Februari 2024, hingga mencapai nilai negatif mulai Mei 2024. Sementara itu, nilai anomali suhu permukaan laut di Samudera Hindia menunjukkan nilai IOD sebesar (+0.43). Kondisi IOD positif diprediksi menuju netral setidaknya hingga Juli 2024.

Aliran massa udara di wilayah Indonesia didominasi oleh angin baratan, dengan daerah belokan angin yang diprediksi terjadi di sepanjang garis ekuator. Madden Julian Oscillation (MJO) diprediksi aktif di fase 6 dan 7 hingga awal dasarian II Februari 2024. MJO berkaitan dengan aktivitas konveksi atau potensi awan hujan di wilayah Indonesia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article